
Mama Ina berpikir keras apa yang akan dikatakannya pada Serra tanpa harus menyakitinya. tapi tidak ada alasan apapun yang tidak akan menyakitinya.
" Ayo kita bicara pada Serra " Ajak Opa sambil berdiri dan menatap kearah Mama Ina lalu mengulurkan tangannya.
" Terima kasih sudah mau menemaniku"Balas Mama Ina seraya menyambut uluran tangan Opa dan mereka berjalan keluar dari dalam kamar saling berpegangan tangan.
" Kakak, Apa melihat Anora dan Thalia? Aku sudah mencari kesemua tempat di rumah ini tapi belum menemukannya"Tanya Paman Yoda.
" Ketempat Papa nya Mungkin?"Jawab Opa.
Tapi rasanya tidak mungkin jika mereka pergi tanpa dirinya dan secepat itu " Tidak mungkin Opa".
" Kalian mau kemana dengan tangan berpegangan seperti mau menyebrang saja?" Tanya balik Paman Yoda.
Mama Ina dan Opa menunjukkan tangan mereka saling melempar pandang dan senyumannya. "Mau kekamar Serra, mau ikut kami?Jawab Opa sambil meledek Paman Yoda.
" Aku akan mencari mereka lagi"Paman Yoda pergi meninggalkan mereka.
Opa dan Mama Ina melanjutkan lagi langkahnya menuju kamar Serra.
" Kalian disini? Paman Yoda sedang mencari kalian" Tanya Mama Ina setelah masuk ke kamar Serra.kemudian Mama Ina dan Opa ikut duduk bergabung dengan mereka.
"Biarlah Mama Ina, nanti juga Paman kesini"Jawab Thalia.
" Tadi Mommy yang meminta aku dan Kak Ano kemari. Kata Mommy ada yang mau disampaikan tapi harus manggil Opa sama Mama Ina. jadi kebetulan kan. Ayo Mom mau menyampaikan apa?"Tanya Thalia sudah memasang wajah seriusnya.
Saat tidak menemukan Anora dan Thalia dimanapun Paman Yoda memutuskan untuk menunggu mereka di dalam kamar Thalia. tapi sebelum sampai dikamarnya, Paman Yoda sudah dikejutkan dengan suara Thalia yang berada didalam kamar Serra.
__ADS_1
" Anora " Paman Yoda menghampirinya dan berdiri didekat kursi yang diduduki Anora.
" Baguslah semuanya sudah berkumpul, Tha Mommy mau bilang kalau Mommy dan Paman Yoda akan menikah dalam waktu dekat ini"
Deg
Semua pasang mata yang berada didalam kamar menatap Serra dengan wajah terkejutkan. bagaimana Serra bisa bilang dengan yakin akan menikah dengan Paman Yoda dalam waktu dekat ini pula?.
" Mommy bercandakan?" Tanya Thalia penuh penekanan.
" Kegilaan macam ini Serra?" Bentak Paman Yoda.
Ano tidak bergeming, dia tetap setia dalam posisi duduknya. mencoba mencerna apa yang dikatakan Serra."Mereka akan menikah, Paman Yoda dan Tante Serra "Gumamnya dalam hati.
Mama Ina dan Opa belum ingin membuka suaranya,mereka hanya saling pandang dengan wajah Mama Ina yang terlihat tegang.
" Tidak Tha sayang, Mommy serius dengan apa yang Mommy bilang. Iya kan Pamanku Sayang?Jawab Serra sekaligus meyakinkan Paman Yoda.
"Ano sayang, mungkin kamu kaget kenapa Paman Yoda tidak memberitahu mu tentang hubungan kita. karena dia ingin menyelesaikan misinya sayang. karena sekarang sudah berhasil,makanya aku sudah menanti saat-saat bahagiaku dengan Paman ku sayang"
Ano menatap wajah Serra dengan sangat intens dengan mata yang sudah berkaca-kaca. tapi tetap tidak ingin menangis dihadapan mereka.
" Kalau Paman Yoda dan Tante Serra saling mencintai sebelum atau sesudah adanya aku, itu tidak masalah bagiku. itu hak kalian. Tapi tolong bilang padaku Misi apa yang Tante Serra maksud yang sudah berhasil Paman Yoda lakukan?".
Paman Yoda memiringakan tubuhnya supaya berhadapan dengan Ano dan menangkup wajah Ano dengan kedua tangnnya." Sayang dengar aku, apapun yang dibilang Serra itu karena dia iri melihat kebahagiaan kita. jadi percaya saja pada ku. kita saling mencintai bukan?, jadi aku mohon percaya padaku sayang".
Serra begitu cemburu melihat sorot mata Paman Yoda yang penuh dengan cinta pada Anora sampai dia mengepalkan kedua tangannya. rasanya ingin menarik wajah dan rambut Anora yang berada di hadapan Paman Yoda.
__ADS_1
" Mommy, hentikan ini. sejak kapan Mommy dan Paman Yoda saling mencintai? sebelum Mommy berpisah dengan Daddy atau setelah Mommy berpisah dari Daddy Mom, jawab aku Mommy?" Tanya Thalia dengan tetesan air mata yang sudah sangat deras.
Mama Ina membawa Thalia dalam pelukannya,membiarkan Thalia meluapkan kesedihannya.
"Mama Ina apa yang terjadi dengan Mommyku?"Tanya Thalia dalam pelukannya.
" Baiklah Anora sayang, tadinya aku mau membawa rahasia ini sampai mati.tapi ternyata aku cukup punya rasa kasihan pada mu, jadi lebih baik aku kata saja. Paman Yoda mendekatimu sewaktu kita berada di villanya, kamu ingatkan sayang. itu hanya semata Paman Yoda sudah mencium aroma perselingkuhan yang dilakukan Mama mu dan Alex. tanpa sepengetahuan ku dia akan membantu untuk membalaskan rasa sakit hatiku lewat kamu sayang. apa namanya jika dia tidak mencintaiku dengan sangat mendalam.karena tanpa aku minta pun dengan suka rela dia melakukannya sendiri untuk ku dan hanya untuk ku?. dia berusaha menyentuhmu supaya kamu tidak bisa lepas lagi dari Paman Yoda. dan setelah didapatkan itu semua, Paman yang sangat mencintaiku ini akan meninggalkan mu seperti sampah".
Anora sudah tidak bisa menahan air matanya untuk tetap berada dikedua kelopak matanya. dengan tanpa dikomando mereka keluar dari matanya.
" Apa benar Paman yang dibilang Tante Serra?"
"Sayang janga percaya Serra, dia lagi melampiaskan semuanya pada mu. ingat itu sayang.aku benar sangat mencintaimu. bukannya aku pernah melamarmu pada Mama dan Daddymu. itu bukti yang bisa aku tunjukan pada mu sayang"Paman Yoda menghapus setiap air mata yang keluar dari mata Anora.
" Iya atau tidak Paman?" Tanya Ano lagi dengan lirih.
" Sayang itu dulu, sebelum aku jauh mengenalmu.tapi setelah aku mengenal mu dengn baik semua itu berubah dan aku sangat menggilai dan mencintaimu sayang"Paman Yoda masih berusah meyakinkan Anora.
"Iya atau tidak Paman?" Tanya Anora dengan berteriak.
Paman Yoda menundukkan kepalanya dihadapan Anora dengan anggukan dikepalanya pelan.
" Maaf aku sayang, maaf aku sudah melakukannya pada mu" Akhirnya keluar juga apa yang ingin didengarnya.
" Kak Ano"
" Anora"
__ADS_1
Teriak Mama Ina dan Thalia saat menyaksikan tubuh Anora luruh terjatuh kelantai karena tidak ada kekuatan yang menopang tubuhnya. rasa sesak dalam dadanya, kekecewaannya. " Apa ini yang dirasakan Tante Serra saat kehilangan Daddy? "Tanyanya dalam hati dengan wajah yang berhadapan dengan kedua kaki Paman Yoda.
Perlahan kedua tangannya terangkat menyentuh kedua kaki itu. " Apapun yang dilakukan Mama dan Daddy ku, sudah aku bayar dengan lunas dan biarkan aku kembali pada kehidupanku itu pun jika Paman masih berbelas hati padaku. jika belum, lakukan sesukamu aku tidak akan melawannya sampai Paman merasa puas" Anora melepaskan pegangan tangannya dari kaki Paman Yoda dan perlahan mencoba berdiri dengan mengandalkan sisa tenaga dan harga diri yang dimilikinya.