Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 113


__ADS_3

" Kak Ano,Paman Yoda"


Anora begitu terkejut melihat Thalia dan Serra sudah berdiri dihadapannya. tapi tidak dengan Paman Yoda yang cukup santai menghadapi situasi ini karena dia memang ingin secepatnya bilang pada semua orang kalau dirinya milik Anora dan begitu juga sebaliknya.


" Apa yang sudah kamu lakukan di kamar laki-laki, itu tidak bagus Anora? Apalagi laki-laki itu lebih pantas jadi orang tua mu. ini Tha Kakak yang kamu banggakan selama ini? tidak lebih dari seorang perempuan kurang baik"Seolah Serra sedang meluapkan rasa kecewanya terhadap mereka yang sudah menyakitinya dan dengan sangat paham apa yang sudah Paman Yoda dan Anora lakukan didalam kamar. membayangkan itu seakan kepalanya mau pecah dan sudah tidak peduli lagi dangan apa yang dilakukanya.


Deg


Ano hanya diam mendengar hinaan yang dialamatkan padanya, dengan mata yang sudah berkaca-kaca. karena memang adanya seperti yang sedang mereka lihat.Tapi dia tidak menyangka akan semenyakitkan ini dan tambah membuatnya merasa takut untuk melanjutkan hubungannya dengan Paman Yoda.


" Mommy ".


" Serra, kamu tidak berhak menuduh Ano seperti ini dan itu. yang jelas yang kami lakukan tidak merugikan orang lain dan tidak ada urusannya dengan mu".


" Jelas saja ada Paman, karena dia akan memberikan contoh yang buruk pada Thalia. lihatlah memang selama ini ada Thalia berteman dengan perempuan tidak baik di luar sana bahkan kita tau pergaulan Thalia dan Thomas tidak bermasalah,aku tidak tau apa yang sudah diajarkan Nora padanya sehingga menjadikan Ano seperti sekarang ini".


" Cukup Serra!!" Paman Yoda begitu marah mendengar Serra merendahkan perempuan yang sangat dicintainya.


" Apa hebatnya dia hah?, sampai Paman begitu mencintainya. Apa yang sudah diberikannya pada mu Paman? kemarin Alex yang begitu menggilai perempuan murahan itu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan aku, sekarang Paman juga ingin bersama anak dari perempuan murahan itu, dasar Ibu sama anak sama-sama murahan,tidak tau diri, brengsek, kalian semua sudah mengambil kebahagianku, kebahagiaaku hancur karena ulah dua perampuan sialan yang pernah hadir dalam hidupku, kalian perempuan sialan"Serra kini benar sudah meluapkan isi hati yang selama ini disimpannya dalam hati menjadikannya bom waktu yang siap meledak kapan saja.


Semakin pilu perasaan Ano ketika Nora dibawa dalam keributan mereka.


" Mama tidak pernah mengajari aku hal buruk Tante, tapi memang kami terlihat sangat buruk dimata siapapun karena perbuatan Mama dan Daddy"


" Yang kamu Panggil Daddy itu, Ayah dari kedua anakku bukan wanita murahan seperti kamu Anora!"


" Mommy sudah "


Mendengar suara keributan yang terjadi yang berasal dari ketiga kamar yang ada disana,Mama Ina dan Opa bergegas menghampiri mereka. dan benar saja Paman Yoda sedang memeluk Anora dan menghapus air matanya dan Thalia juga sudah menangis dengan sedihnya sambil memegangi tubuh Serra yang terus mengeluarkan kata umpatannya pada Ano,Alex dan Nora.


" Ada apa ini? kenapa kalian bisa bertengkar?"

__ADS_1


" Serra kenapa?" Mama Ina mengambil alih Serra yang sedang dipegang Thalia dan membawa dalam pelukannya yang memberikan rasa aman padanya.


" Anora dan Thalia tolong kamu bawa kekamar mereka dan temani mereka"Pinta Opa pada Paman Yoda.


" Iya Opa".


Mama Ina dan Opa membawa Serra kedalam kamarnya dan mendudukannya diatas tempat tidur.


Opa menarik kursi lalu mendaratkan bokong tuanya disana dan berhadapan dengan Mama Ina dan Serra.


" Jika kamu butuh teman untuk mengobrol, berbagi cerita suka dan dukamu. Mama Ina siap akan menjadi pendengar yang baik. jika dirasa beban hidupmu sudah menggerogoti hati dan pikiranmu lebih baik kamu konsultasi pada orang yang ahli dalam bidangnya. jangan pernah merasa sendiri,kamu bisa membaginya dengan kami"


Serra meremas jari jemarinya dengan tatapan kosong melihat kearah Mama Ina. kemelut rumah tangga yang datang padanya seolah meruntuhkan harga dirinya. kejadian demi kejadian yang selalu berusah untuk dimengertinya kini sudah tidak bisa lagi dipahaminya.


" Aku begitu hancur Mama Ina "


" Badai yang datang pada kehidupan kami begitu tiba-tiba sehingga menyelamtakan diri sendiri pun sangat susah apalagii ada dua orang anak yang harus aku lindungi. Bagaimana aku bisa melindungi mereka? sedangkan aku saja butuh perlindungan dari badai ini".


" Secepat kilat Alex sudah membina kebahagiaannya lagi sedangkan aku masih terjatuh didasar sana dan bahkan aku saja tidak tau bisa bangkit lagi atau tidak. aku sudah tertinggal begitu juah".


" Aku begitu terluka melihat Alex yang sudah bahagia bersama perempuan itu".


" Sementara aku hanya bisa menangis dan menangis merasakan sakit hati yang tidak berkesudahan".


" Mereka bahagia diatas tangis dan luka ku bersama kedua anakku".


" Semua harta yang Alex berikan pada kami nyatanya tidak bisa membuat kami kembali tersenyum yang ada hanya duka dan rasa kehilangan yang begitu nyata".


" Semua tindakan anarkis kami juga karena mereka yang sudah memulainya terlebih dahulu dengan menyakiti kami".


" Saat Thalia menyebut perempuan itu dengan Mama begitu membakar hati dan menampar wajahku"

__ADS_1


" Sepertinya rasa sakit sudah menjadi dari bagian hidupku"


" Rasa sakit, kecewa, marah, dikhianati, diduakan, tidak dihargai dan dan tidak dianggap sudah mendarah daging kini dihatiku"


" Aku selalu berusaha menerima dan memahami keadaan aku tapi seolah keadaan pun tidak berpihak padaku".


" Saat aku ingin mencoba mumbuka diri dan hatiku pada seseorang tapi sayang orang itu malah pergi menjuah dariku lebih memilih gadis yang lebih pantas disebutnya anak"


Deg


Mama Ina dan Opa saling menatap satu sama lain. tapi mereka tidak ingin bertanya siapa yang sudah membuatnya ingin memulai lagi hidupnya. mereka berdua benar-benar menjadi pendengar yang baik.


Tidak juah berbeda dengan kondisi dikamar Serra.Thalia dan Ano pun masih dalam keadaan bersedih dan belum berhenti dari menangisnya. dan berpikir karena alasan Alex dan Nora yang memicu kemarahan Serra yanh dilampiaskan pada Ano.


" Pasti Paman yang sudah membawa Kak Ano kekamar Paman kan? ".


" Iya Tha sayang ini karena Paman, tapi harusnya tidak ada hubungannya kan dengan Mommy mu?".


" Iya seh Paman ".


" Kak Ano pasti sangat marah ya sama Mommy. karena Mommy sudah menghina Kak Ano, Daddy dan Mama? ".


" Bukan hanya Kak Ano Tha, Paman juga marah sama Mommy mu! ".


" Tapi memang benar semua yang dikatakan Mommy mu Tha".


" Aku pun tidak bisa membelanya karena kita semua salah. Maafkan kami Tha, kami sudah sangat melukai kalian".


" Aku tau maaf kami tidak akan mengembalikan apapun atau menyembuhkan luka kalian"


Paman Yoda dan Thalia langsung memeluk Anora yang sudah terisak.

__ADS_1


__ADS_2