Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 72


__ADS_3

Apartemen Paman Yoda.


Untuk hari ini Paman Yoda pulang lebih awal. Karena sudah satu minggu ini selalu pulang menjelang dini hari.


Dia sedang memanjakan seluruh tubuhnya di dalam bathtub dengan air hangat dan busa yang menutupi tubuhnya dengan aroma yang sangat menyegarkan pikiran dan membuat nya sangat rileks.


Tiga puluh menit sudah cukup baginya untuk menyudahi kegiatan berendam nya. dia hanya memakai handuk yang menutupi area pribadinya sampai lutut. yang memperlihat kan tubuh atletis yang dimilikinya.


Dia menuang wine kedalam gelasnya kemudian membawanya keluar duduk di ruang tengah dengan menghilangkan kakinya.


" Anora " Gumamnya lirih sambil meneguk wine nya.


Gadis cantik yang mulai perlahan masuk kedalam hatinya dan memberi warna dalam hidupnya.


" Kenapa dia tidak masuk bekerja hari ini? Tanyanya pada diri sendiri. Meletakkan gelas wine nya di meja kecil yang ada di samping nya dan merebahkan tubuhnya pada badan sofa sehingga memperlihatkan bagian sensitif nya agak menegang hanya dengan mengingat Ano.


" Paman " Panggil Serra lirih.


Paman Yoda begitu terkejut dengan kedatangan Serra yang tiba - tiba seperti ini. Karena memang jauh sebelumnya dia memberitahukan kode apartemennya pada Serra biar mempermudah mereka bila ingin bertemu. tapi itu dulu. dan Serra pun tidak pernah datang untuk menemuinya. sampai hari ini dia baru datang kesini dalam keadaan hati yang sudah sangat terluka.


Dia hendak bangun membetulkan posisi handuk dan duduknya tapi sayang Serra sudah menjatuhkan bokongnya di atas kedua pahanya.


" Serra " Ucap Paman Yoda mendorong bagian dada Serra dengan kedua tangannya yang menempel pada bagian empuk dada Serra. akan tetapi yang di bawah sana sudah berhasil Serra Tekan tepat pada sasarannya.


Paman Yoda memejamkan kedua matanya menikmati rasa dan sensasi yang berbeda.


" Aku sudah berusaha bertahan dalam perjalanan rumah tanggaku. tapi hari ini aku harus sudah menyerah. karena dimatanya Alex sudah bukan melihat kearah ku lagi " Serra menjeda ucapannya sambil mengelus garis rahang Paman Yoda dengan jarinya yang sangat lentik.


" Aku sudah menjadi istri yang setia selama ini, sampai pada hari ini " Ucapnya lagi dengan mendekatkan bibir sensu@lnya pada cuping Paman Yoda.


" Aku sudah menandatangi sudah perpisahan dengannya. jadi aku sudah bebas untuk melakukan apapun yang mau aku lakukan " Ucap Serra mengecup dan menggigit bibir Paman Yoda.

__ADS_1


Sebagai laki - laki normal yang mempunyai kebutuhan alamiahnya. Paman Yoda tidak bisa menolak pesona Serra dengan segala kecantikan dan kemolekan nya.


" Serra, dengarkan Paman!, " Ucap Paman Yoda memegang wajah Serra dengan kedua tangannya. "Walaupun pahit jalan yang sudah kamu lewati. tapi Paman yakin kamu pasti akan bisa menemukan kebahagiaan mu lagi " Ucap Paman Yoda setengah mendesah. karena ulah salah satu tangan Serra yang sudah meremas senjata andalannya.


" Akh, Serra hentikan " Pinta Paman Yoda dengan sedikit kasar mendorong tubuh Serra.


Tubuhnya Serra terhuyung kebelakang ke atas meja kaca yang ada didepannya. dengan gerakan yang cepat dia menarik Paman Yoda yang sudah tidak memakai apapun. karena handuk yang di pakainya terlepas bersamaan dengan Tubuh Serra yang terjatuh.


" Mari kita lakukan, seperti yang dilakukan Alex dan Nora. Pastikan kita menikmatinya " Ucap Serra dengan air mata yang sudah melewati pipi mulusnya.


Dia memegang tengkuk Paman Yoda dan mencium bibirnya dengan perlahan.


Paman Yoda yang sudah dalam mode on pun membalas ciuman yang Serra berikan. dengan sangat menuntut.


Kedua tangan Serra sudah bekerja menjelajah setiap kotak yang di miliki lawannya. begitu menggoda dan membuatnya bergairah.


Pun sama dengan kedua tangan Paman Yoda yan sudah mendaki dua gunung kembar dan melewati lembah-an nya Serra.


Mengecup setiap inci bagian dalam diri Serra dan meninggalkan jejak petualang nya.


Kediaman Alex.


Sedangkan Opa yang hampir seharian ini hanya berada di kebun halaman belakang rumah mewahnya karena kehadiran Alex. kini sudah berada di peraduannya.


" Mom dan Abang nggak biasanya loh Dadd belum pulang di jam segini " Ucap Thalia merasa heran pada Serra dan Thomas.


" Mungkin karena ada Daddy ?" balas Alex.


" Kan bisa mereka di dalam kamar saja jika tidak mau melihat atau bertemu Daddy. Seperti Opa Dadd, gampang kan Dadd ! " Ucap Thalia memberikan pendapatnya.


Alex hanya tersenyum mendengar celotehan Thalia sambil mengusap - usap kepalanya.

__ADS_1


Mereka terus bercerita mengenang masa kecil mereka dulu.


Apartemen Paman Yoda.


Paman Yoda menarik nafasnya dalam - dalam setelah melihat Serra yang sudah full naked terbaring di kasur king size nya.


" Maaf kan Paman, Serra. lebih baik Paman lakukan ini daripada kita menyesal nantinya. Paman ingin kamu tetap jadi perempuan terhormat seperti image yang kamu bangun" Ucap Paman Yoda menyelimuti tubuh Serra.


Sementara dirinya yang sudah tidak bisa menahan gairahnya langsung melesat ke kamar mandi menuntaskan nya sampai tuntas.


" Akh Anora ... Anora " Terdengar erangan yang sangat panjang dari dalam kamar mandi dengan Anora sebagai fantasi liarnya. Paman Yoda langsung membersihkan dirinya.


Dia sudah berpakaian rapi dan keluar sebentar dari apartemennya.


Kediaman Alex.


Alex pamit pada Thalia untuk membersihkan dirinya di kamar mandi tamu yang ada di lantai dua yang dulu pernah di tempati Nora.


" Sepertinya tidak akan mudah untuk bisa masuk ke kamar Thomas " Ucap Alex pada dirinya sendiri dengan penampilan yang sudah sangat wangi dan Fresh.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.45 barulah Thomas sampai di rumah. dengan penampilan yang sudah sangat kusut.


Kehadiran Alex di rumah cukup membuatnya frustasi karena dan khawatir dengan kebiasaan mimpi - mimpi buruknya yang selalu datang di sepanjang malamnya.


Bahkan saat terjaga pun sekelebat bayangan yang sudah dia hilangkan nyawanya selalu menjadi penghuni di dalam kamarnya.


" Abang baru pulang? ada meeting atau menghindar dari Daddy ?" Tanya Thalia menghentikan langkah Thomas.


" De, harusnya kamu hati - hati sama Daddy. Ingat setiap penolakan yang sudah dilakukannya pada kita. masa kamu lupa kalau Daddy sudah sangat menyakiti kita" Ucap Thomas membalik badannya supaya berhadapan dengan Thalia dengan penuh penekan di setiap katanya.


" Aku tidak lupa Bang!, Tapi ada yang lebih penting daripada terus mengingat itu semua. menikmati setiap saat dan momen yang kita miliki sebelum Daddy kembali ke Surabaya bersama Tante Nora " Ucap Thalia sendu.

__ADS_1


" Apa tidak bisa Abang melakukan itu untuk Aku Bang? Mommy juga belum pulang mungkin sama seperti Abang karena ada Daddy makanya pada pergi dari rumah" Lanjut Thalia lagi mendekati Thomas yang masih berdiri di hadapannya.


" Ayo buat hidup kita lebih bahagia lagi. Walau Daddy nanti akan jauh lagi dari kita ?" Pinta Thalia dengan waja sendunya memegang ke dua lengan Thomas.


__ADS_2