
" Arthur nya dimana?" Tanya Alex berjalan kearah pintu.
Arthur yang sudah berdiri mematung di depan pintu pun langsung beradu pandang dengan Alex yang melongo ke luar pintu.
" Arthur "
" Alex "
" Masuk, kenapa kau berdiri diluar?" Tanya Alex sambil mempersilahkan Arthur untuk masuk.
Arthur menarik nafas dalam-dalam sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam untuk bertemu dengan mantan istrinya.
" Arthur "
" Om Arthur "
Panggil Serra dan Thalia bersamaan setelah mereka sampai diruang kamar Inap Nora.
Arthur menoleh kearah suara yang memangilnya.
" Serra "
" Thalia "
" Thomas "
Ucapnya sambil menunggu mereka bertiga mendekat kearahnya.
" Baru sampai juga Om?" Tanya Thalia yang tidak merasa canggung bertemu dengan Arthur.
" Om dari Tha, hanya saja baru mau masuk.tadi ada dokter yang visit jadi tunggu diluar dulu "Jawab Arthur berbohong dengan alasan yang masuk akal seperti itu.karena tidak mungkin kalau dia bilang tidak ingin menganggu Alex dan Nora yang sedang tertidur sambil berpelukan.
" Ya udah ayo kita masuk rame - rame saja biar tambah seru " Ucap Thalia mengajak semuanya untuk masuk bersamaan dengan melangkahkan kakinya.
" Daddy "
__ADS_1
" Kak Ano "
" Tante Nora "
Sapa Thalia pada ketiganya dengan tidak melepaskan senyum dari bibirnya.dengan diikuti oleh beberapa orang yang berada dibelakangnya.
Serra meletakkan beberapa paper bag berukuran besar yang didalamnya ada banyak hadiah untuk bayinya Nora dan Alex yang nanti bisa dipergunakannya.
" Dadd " Sapa Thomas memeluk Daddy nya dengan tatapan mata yang mengarah pada Anora, yang selalu bisa membuatnya untuk tidak melepaskan pandangan darinya.
Anora hanya tersenyum mengangguk saat mendapatkan tatapan dari Thomas.
" Adik aku mana Tan, lagi mimi susu ya. Boleh lihat nggak Tan?" Tanya Thalia yang sudah berdiri disampingnya.
" Boleh Tha " Jawab Nora sambil melepaskan put-ing dari mulut bayinya. terlihatlah jelas wajah cantik kemerahannya.
" Owh Mom, lucu sekali adik aku Mom. bibirnya sexy, dagunya lancip seperti aku Mom. Mom sini lucu adik akunya "Thalia begitu excited melihat bayi mungil yang ada di gendongan Nora. sehingga meminta Serra untuk melihatnya.
Serra yang sudah terduduk di sofa pun, akhirnya mendekati mereka dan melihat langsung bayi yang baru dilahirkan Nora.dengan perasan panas dingin yang sejak tadi menjalar di sekujur tubuhnya.hanya karena dengan melihat kebahagian mantan suami yang masih menempati hatinya yang terdalam dan istri serta anak-anaknya.
Tapi dengan kebesarannya hatinya Serra mengulas senyum bahagianya untuk mereka yang dikasihinya.
" Hai adik aku yang yang paling cantik tapi tidak bisa mengalahkan kecantikan aku. kenalin ini Mommy aku, Mommy super hebat dan kuat aku, Mommy yang segalanya buat aku, Mommy kesayangan aku dan Mommy aku yang paling baik dan cantik serta punya hati yang sangat luas tapi tidak bisa diukur dengan apapun,Namanya Mommy Serra. dan nanti kamu bisa memanggilnya seperti itu, karena Da - ddy ki - ta...."Ucapan Thalia yang kemudian terbata. " Karena Daddy kita sama, yaitu Daddy Alex " Thalia begitu emosional dengan setiap ucapannya.perlahan air matanya sudah mulai turun di kedua pipinya dengan tangan yang memeluk Serra.
Begitu juga dengan Nora, sejak Thalia memperkenalkan Serra dengan setiap ucapan yang begitu sungguh mengena dihatinya sudah terlebih dahulu meneteskan air mata kesedihannya. Alex mengambil alih bayinya dan meletakkan kembali kedalam box tempat tidurnya. lalu menghampiri Nora dan membawanya kedalam pelukannya sambil menghapus air matanya.
Arthur sungguh tidak bisa berbuat apapun untuk mengembalikan suasana ruangan ini. karena semuanya terjadi begitu saja dan tentunya di luar kendali siapapun.
Begitu juga dengan Ano dan Thomas mereka begitu pilu menatap Thalia yang berada dalam pelukan Mommy nya. tapi tetap Ano juga merasa kasihan dengan Nora disaat seperti ini. namun dia juga tidak bisa menyalakan Thalia atau siapapun untuk keadaan ini.
Hening
Hening
Yang sedari tadi Thomas hanya berdiam diri saja tanpa bersuara. kini dia mendekati Alex dan berpamitan karena dia dan Serra sudah memesan tiket untuk penerbangannya hari ini.
__ADS_1
" Dadd " Aku langsung pulang ke rumah Opa bersama Mommy. Thalia aku titipkan di Daddy karena dia mau bantu Tante Nora jagain bayinya " Thomas memeluk Daddy nya.
" Iya Thom, hati - hati. terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk kami" Alex juga membalas pelukan Thomas dengan diakhiri tepukan dipundaknya.
" Tante Nora. Maaf ya, Aku sudah sangat membuat Tante Nora begitu menderita dan Terima kasih sudah mau membantu ku dan Mommy. Selamat atas kelahiran putri cantik kalian " Ucap Thomas dengan tulus dengan memegang kedua tangan Nora. dia tidak ingin membuat drama lagi.karena sudah cukup baginya Thalia yang sudah melakukannya terlebih dahulu.
" Terima kasih Thom, Tante juga minta maaf sama Thomas sudah banyak melukai kalian"Ucap Nora mengelus wajah tampan anak sambungnya.
" Nora, titip Thalia karena saat ini dia ingin menghabiskan waktunya bersama bayi mungil itu " Serra melihat sekali lagi bayi perempuan yang sangat cantik seperti Nora.
" Bolehkan Tan, Dadd, aku bersama kalian dulu sekarang ini?" Tanya Thalia dengan memasang muka memelasnya.
" Boleh Tha "
" Boleh banget sayang "
Ucap keduanya.
" Pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk kalian " Ucap Alex menambhakan.
" Serra, terima kisah sudah mau kemari menjenguk kami " Ucap Nora tulus.
" Bisakah aku memelukmu ?" Tanya Serra.
Tanpa memberikan jawaban apapun pada Serra, Nora langsung memeluknya erat.begitu juga dengan Serra membalas pelukan Nora dengan sangat erat.
" Terima kasih " Ucap keduanya bersaman.
Ucapan terima kasih untuk apapun itu tidak ada yang tahu. kecuali Serra dan Nora sendiri yang mengetahuinya. yang jelas mereka saling mengucapkan terima kasih dan melerai pelukannya.
Serra dan Thomas pun berpamitan dengan Arthur dan Thalia kemudian meninggalkan ruang inap Nora.
" Kenapa Thomas ?" Gumam Ano lirih saat Thomas tidak berpamitan padanya tapi Thalia yang berada disampingnya bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Ano dan menatapnya dengan intens tanpa mengedipkan matanya.
" Kamu kenapa lagi Tha menatap aku seperti itu ?" Tanya Ano sewot.
__ADS_1
" Ih Kak Ano kenapa begitu? biasa juga aku menatap Kak Ano tidak pernah bertanya apapun, kenapa sekarang jadi bertanya, aneh deh Kak Ano ini?"Jawab Thalia santai sambil mengelus pipi gemas adiknya.
Hanya Arthur yang tertinggal di ruangan itu. kini dia tidak merasa canggung seperti pertama kali datang tadi. karena ada beberapa drama yang cukup bisa membuat hati dan pikirannya rileks. terlebih dia tidak ingin menambah beban pada Nora karena takut menggangu kesehatannya pasca melahirkan. karena bagaimanapun dia pernah terlebih dahulu menjalaninya bersama Nora.