
" Iya Kak Ano sayang "Jawab Thalia dengan memegang kedua pundak Ano.
" Ok, baiklah Tha. Ayo kita berpetualang " Ucap Ano sambil memeluk Thalia dan membuatnya berputar dengan tertawa.
" Kak Ano udah, aku pusing. Stop Kak!"Thalia meminta Ano untuk berhenti. sedangkan Ano masih tertawa dengan berhenti dari gerakan memutarnya.
" Udah yuk, kita lihat Ale siapa tau udah bangun. Daddy mungkin sudah sebentar lagi berangkat"Ucap Thalia yang melihat jarum jam menunjukkan sudah pukul 11.00.
" Ayo " Ano menimpali dengan cepat.
Mereka berdua pun keluar dari dalam kamar, berjalan dengan cepat menuju kamar Nora dengan menampilkan senyum termanisnya.
Tok
" Ma "
" Tante Nora "
Panggil keduanya secara pelan dari luar. lalu Alex yang membukakan pintu kamarnya.
Cklek
" Daddy belum berangkat?"Thalia bertanya pada Alex sambil langsung masuk begitu melihat pintu dibuka dengan lebar sehingga memperlihatkan Aleysa yang berada dalam gendongan Nora sedang disusui.
Bagitu juga dengan Ano yang mengikuti Thalia dan Alex dari belakang.
" Dari kapan Ma, Ale menyusu? "Tanya Thalia membuat Alex dan Nora saling melempar pandang saat mendengar Thalia memanggilnya dengan sebutan Mama. Sementara Ano hanya biasa saja,karena jika sedang berdua dengannya terkadang Thalia suka keceplosan memanggil Nora dengan Mama.
" Sudah setengah jam Tha "Jawab Nora yang mendapat pelukan dari Alex.
" Kenapa? Kak Thalia mau iseng juga ya sama Ale seperti Kak Ano "Suara Alex yang menirukan suara anak kecil berbicara.
" Tidak dong Ale,Kakak hanya mau cubit pipi embulnya ajah"Thalia membantah apa yang di tuduhkan Daddy nya sambil duduk disamping Nora dan memeluk pungguungnya dari samping.
" Boleh jika Aku panggil Tante Nora dengan Mama sama seperti Kak Ano dan Aleysa?Tanya Thalia yang sepertinya sedang melow.
" Boleh Tha sayang "Nora mengangguk dengan air mata yang keluar dari sudut matanya. Melihat hal itu, Alex memdekati Nora lalu menghapus air matanya.
" Daddy " Alex sekarang yang dibuat terkejut oleh Ano karena biasanya Ano memanggilnya dengan Om Alex dan hari ini Ano memanggilnya Daddy.
Ano langsung memeluk Alex dan Nora bersamaan dan Thalia juga memeluk mereka tanpa mempedulikan ada Aleysa dalam gendongan Nora.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti Alex dan Nora menemukan kebahagiaannya sendiri dengan anak-anak sambungnya.
Malaysia.
Mr. Smith memang tidak salah mengajak Arthur dalam setiap proyek besarnya. karena dari pekerjaan sekecil itu saja Arthur bisa sangat detail dan rapi.
" Hari ini aku akan mengajak mu untuk meninjau pembangunan Apartemen di kota S. tidak jauh dari kantor kita hanya sekitar tiga puluh sampai empat puluh lima menit. biar kau liat sendiri hasilnya bagus atau tidak?, dan nanti untuk pengisiannya aku sudah siapkan jasa yang sama yang dipakai rekan bisnis ku.kalau memungkinkan kau bisa meminta pada Riza untuk mengirim barang dari Indonesia. nanti aku kasih designe barangnya" Ucap Mr. Smith panjang lebar pada Arthur.
" Iya Mr. Smith " Balas Arthur singkat.
Sebelum berangkat Arthur menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. karena dia tidak suka jika menumpuk pekerjaan. kemudian dia membawa beberapa hal yang sekiranya diperlukan guna memperlancar pekerjaannya di luar.
Mr. Smith dan Arthur terlihat berjalan beriringan keluar dari gedung kantor menuju mobil yang sudah disiapkan Mr. Smith dengan diantarkan oleh supir pribadinya.
" Apa kau sudah berkeluarga? " Tanya Mr. Smith didalam perjalanannya menuju lokasi.
" Sudah pernah " Jawab Arthur singkat.
" Maksudnya, Sekarang kau single? " Tanyanya lagi.
" Iya. dengan anak gadis usianya hampir dua puluh satu tahun"Jawab Arthur.
" Sekarang tinnggal bersama mantan istrimu?"Tanyanya lagi.
Mr. Smith hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Tidak terasa mobil yang membawa mereka sudah sampai di area pembangunan Apartemennya.kemudian mereka keluar dari mobil dan memakai pelindung kepala untuk masuk kedalam bangunannya.
Bangunan yang menjulang tinggi di hadapan mereka sampai dengan lantai empat puluh dua. diperkirakan akan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan lagi.
Arthur langsung masuk melihat unit apartemen yang sudah jadi dibangunnya hanya tinggal tahap finishing saja. menaikinya dengan menggunakan anak tangga sampailah dia di lantai empat. mengecek setiap sudut ruangnya.
" Pak Arthur, Mr. Smith memanggil Anda" Teriak Pak Supir yang mengantarnya yang berada persis di bawah Arthur.
" Akh iya saya turun Pak" Balas Arthur bergegas menghampiri Pak Supir.
" Mohon maaf bila saya tidak sopan berteriak memanggil anda. karena saya cukup panik saat Mr. Smith menelpon anda tapi tidak bisa karena tidak ada jaringan. jadi Mr. Smith meminta saya untuk segera menyusul dan menacari anda " Ucap Pak supir dengan suara ngos-ngosannya.
" Tidak apa Pak, mari kita kebawah"Arthur berjalan dibelakang Pak supirnya.
Setelah sampai dibawah, Arthur disambut Mr. Smith dan seorang perempuan cantik yang berdiri disampingnya.
__ADS_1
" Kau tidak apa - apa? "Tanya Mr. Smith dengan memperhatikan keadaan Arthur dari atas sampai bawah.
" Saya tidak apa-apa Mr. Smith " Jawab Arthur.
" Oia perkernalkan putri saya, Anya. dan Anya ini Pak Arthur orang yang Papa ajak bekerja sama dalam proyek besar kita " Ucap Mr. Smith memperkenalkan nama mereka masing-masing.
" Anya "
" Arthur "
Kedunya saling berjabat tangan.
" Sebaiknya kita makan siang dulu. nanti kita lanjutkan lagi" Mr. Smith mengajak Anya, Arthur dan Pak Supirnya menuju tempat makan yang letakknya tidak jauh dari pembangunan Apartemennya.
Surabaya, Kediaman Alex.
Thalia dan Anora masih betah berlama-lama di kamar Nora karena hanya ada satu alasan yaitu Aleysa adik kecik kesayangan mereka. sedangkan Nora disibukkan dengan mencuci pakaian Aleysa menggunakan tangan halus dan jari lentiknya. Sementara Alex baru saja berangkat ke kantor setelah mendapatkan telpon dari Bima jika meeting yang belum selesai kemarin dimajukan jamnya karena satu hal dan lainnya.
" Kenapa Mama tidak mempekerjakan ART saja untuk membantu meringankan pekerjaan Mama?"Tanya Thalia yang melihat Nora selesai menjemur pakaiannya Alesya.
" Tidak Tha, ini hanya pekerjaan mudah jadi Mama masih bisa melakukannya sendiri "Jawab Nora sambil duduk di dekat box Ale.
"Udah sering juga Daddy bilang sama persis dengan apa yang kamu tanyakan tadi"Lanjut Nora lagi.
" Iya kan Daddy juga tidak mau membuat Mama kelelahan dalam mengurus rumah dan kami-kami ini"Ucap Nora menunjuk diriinya sendiri, lalu ke arah Ano dan terakhir ke arah Aleysa.
Nora hanya tersenyum dan mengelus rambut Thalia dengan sayang.
" Ma " Panggil Ano menghampirinya.
" Ada apa Kak Ano? " Malah Thalia yang menyahut.
" Emang kamu Mama aku Tha? "Tanya Ano sewot. yang hanya ditanggapi oleh Thalia dengan senyum tipisnya.
" Ada apa?" Tanya Nora.
" Nanti jika aku sudah di Malaysia, aku boleh mengunjungi Papa kan? "Tanya Ano menatap wajah Nora dengan intens.
" Boleh Kak Ano nanti aku antar ya. aku cukup tau ko kota-kota disana "Jawab Thalia menyambar.
" Tha "
__ADS_1
" Kak Ano "
Mereka bertiga tertawa cekikikan karena takut akan membangunkan Aleysia yang sedang tertidur dengan nyenyak.