Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 48


__ADS_3

" Tolong cepat kau periksa, Mon " ucap Alex panik karena tak menyangka permainannya akan membuat Nora seperti ini.


Bahkan Nora saat di periksa Monica tanpa menggunakan pakaian apa pun hanya di tutupi selimut saja.


Monica dan Adam merupakan sahabat Alex dari masa SMP sampai sekarang ini. Mereka sudah menikah hampir sepuluh tahun tapi belum mempunyai anak. tapi itu tak membuat mereka berkecil hati. Mereka melakukan usaha dan upaya sekecil apa pun untuk mempunyai keturunan.


" Ini kan sedang ku periksa. sabar lah " balas Monica sambil memeriksa ke dua mata Nora dan ke beberapa bagian tubuhnya.


" Tadi kan yang ku telpon Monica. kenapa kau bisa datang juga ?? " tanya Alex tak suka.


" Kau ini " Ucap Adam meninju perut Alex pelan.


" Kau habis apa kan dia ??? " tanya Adam melihat ke arah Alex.


Alex hanya diam saja mendapatkan pertanyaan konyol seperti itu.


" Seharusnya kau tau kalau melihat penampilannya seperti itu " ucap Alex meledek Adam.


Adam memperhatikan Nora dengan seksama.


Menatapnya intens dari atas ke bawah. Lalu menatap ke arah Alex, mengamati rasa cemas yang Alex tunjukkan untuk perempuan di depannya.


" Dia siapa mu ??? " Tanya Adam penuh selidik.


" Tak perlu ku beritahu. kau diam saja " ucap Alex ketus.


Adam hanya cekikikan mendapatkan semprotan seperti itu.


" Seperti nya Dia hamil " ucap Monica setelah mengecek bagian bawah perut Nora yang agak keras.


Deg


" Hamil ??? "


Alex tersenyum ke arah Nora yang sedang tertidur karena pingsan.


" Aku bisa mengikat mu selamanya dengan anak kita. Aku sangat yakin itu anak ku, anak kami berdua " ucapnya dalam hati.


" Tapi biar memastikan lagi, kau pergi ke apotik saja beli testpack. kalau tak mau kau bawa ke dokter kandungan " ucap Monica menyarankan.


" Apa kau bapak nya ???" tanya Adam untuk kesekian kalinya tapi tak mendapatkan jawaban apapun melainkan hanya tatapan tak sukanya dari Alex


" Baik lah itu bukan urusan ku " ucap Adam lagi yang mendapatkan pukulan di lengan kanannya.


" Baik lah kita pulang, sebentar lagi dia sadar.


Biarkan mereka menyelesaikan nya " Ajak Monica melingkarkan tangannya pada lengan Adam.


" Baik lah sayang ku " ucap Adam tersenyum.


" Terima kasih " ucap Alex


" Yup " balas mereka bersamaan.


Setelah mengantar kedua sahabatnya sampai Lobby, Alex langsung pergi ke apotik terdekat dengan berjalan kaki untuk membeli alat yang di suruh Monica.

__ADS_1


Di sepanjang jalan Alex tersenyum bahagia menanti buah cintanya dengan Nora. " Aku harus segera bicara dengan Serra dan anak - anak " ucapnya dalam hati penuh keyakinan.


Alex memasuki kamar lagi dengan membawa kantong plastik berukuran kecil. Setelah beberapa menit lalu meninggalkan Nora sendiri. kini dia melihat nya sudah bangun dalam posisi duduk sambil memeluk bantal.


" Kamu pingsan " ucap Alex naik ketempat tidur dan memeluk tubuh Nora lalu menciuminya.


Nora membuka dan melihat isi dari kantong plastik yang di bawa Alex.


" Testpack " gumamnya


Nora menatap Alex sambil memegang benda kecil itu.


" Iya, Kamu hamil cinta " ucap Alex senang sembari membelai wajah cantiknya.


" Anak kita " ucap Alex haru dan mengelus perut Nora yang masih rata.


Alex semakin memeluk Nora dengan sangat erat seperti takut Nora akan pergi meninggalkannya.


Nora menggeleng - gelengan kepalanya. "Bukan, Ini anaknya Arthur " Nora menatap Alex dengan berurai air mata kemudian menutup seluruh wajah dengan kedua tangannya.


Alex mengusap setiap air mata yang lolos dan membanjiri wajah cantik Nora.


" Ini anaknya Arthur " ucap Nora lagi dengan lantang dan tegas.


" Ini buah cinta ku dan Arthur " ucap Nora memegang perutnya yang masih rata.


" Ini bukan anak mu !!! " ucap nya histeris.


Alex membiarkan Nora meluapkan rasa yang ada di hatinya. tetap memeluknya meski sakit mendengar sanggahan demi sanggahan yang Nora ucapkan. Dia berusaha mengerti karena tidak akan pernah mudah ada di posisi Nora.


Sementara di tempat yang berbeda Arthur dan Riza mengadakan meeting dengan kliennya di luar kantor.


Mereka masih menunggu kedatangan kliennya. karena sengaja datang lebih awal untuk makan siang dulu.


" Kau pesan lah. aku seperti biasa saja " ucap Arthur sambil melihat layar ponselnya


" Kenapa lebih terasa bahagia hidup kami saat tinggal di Surabaya " gumam Arthur mengusap - usap layar ponselnya. yang memperlihatkan gambar mereka bertiga sambil berpegangan tangan.


Riza menatap sekilas ke arah Arthur sebelum memanggil pelayanan dan memesan makanannya.


" Kita ke Surabaya yuk !!! " ucap Arthur memasukkan ponselnya kedalam jaket yang di pakainya.


" Surabaya " ucap Riza memastikan.


" Iya Surabaya " Ucap Arthur bersemangat


" Ajak Nora dan Ano ???" Tanya Riza


" Iya mereka harus ikut " ucap Arthur memastikan.


" Kalau mereka tidak bisa ikut " ucap Arthur terjeda karena pelayan datang dan menyajikan makanan yang mereka pesan.


" Kita ajah, tapi mereka harus menyusul " ucap Arthur penuh penekanan.


" Kenapa ???, ada apa ??? " tanya Riza merasa heran.

__ADS_1


" Nggak tau, lagi kangen mungkin " ucap Arthur datar.


" Bisa lah kita atur waktu " ucap Riza santai.


" Ayo kita habiskan makanannya nanti kliennya malah menunggu kita " ucap Riza sambil tertawa.


Kediaman Alex.


Thomas sedang menatap rumah yang tadinya hangat, nyaman untuk tempat pulang setelah merasa lelah beraktivitas di luar sana. dengan di lengkapi fasilitas yang mumpuni. kini terasa sepi dan sunyi. sudah ada yang mulai hilang dan mungkin tidak bisa untuk kembali.


" Abang " panggil Thalia menghampiri Thomas yang sedang duduk santai di gazebo.


" Kenapa ??? " tanya Thomas menatap wajah Thalia.


" Anterin aku yuk, ketemuan sama Kak Ano " pinta Thalia memelas.


Mendengar nama Ano disebut. entah mengapa hatinya begitu sakit?? dia mencintai Anora hanya bisa disimpannya dalam hati. Apalagi sekarang setelah mengetahui Daddy nya juga mencintai Tante Nora, Mamanya Ano.


" Batalin ajah dulu, De. benar lagi Mommy pulang. gimana kalau kita makan di luar ajah yuk. kan udah lama kita nggak makan bareng di luar " ucap Thomas membujuk Thalia.


" Emmm ... nggak bisa, Bang. aku udah janji sama Kak Anak " ucap Thalia kekeuh.


" Kalau Abang bilang jangan pergi. apa Ade akan tetep pergi juga ??" tanya Thomas tegas.


" Kalau jawaban Ade, Iya. jangan pernah minta tolong sama Abang " ucap Thomas kesel dan kembali menatap keseluruhannya bangunan rumah megahnya.


" Iya, Baiklah aku pergi saja sendiri naik ojek online ajah kan bisa. dah Abang sayang " pamit Thalia mencubit gemas hidung nya.


Thomas menatap punggung Thalia yang semakin jauh meninggalkan nya.


" Pesona mereka sungguh luar biasa bisa membuat keluarga ku seperti ini " ucap nya dalam hati.


Apartemen Alex.


Sudah setengah jam lebih Nora berada di dalam kamar mandi. Alex merasa khawatir takut sesuatu yang buruk akan di lakukan Nora.


Cklek


Alex merasa lega, karena Nora baik - baik dan tidak melakukan hal yang dipikirkannya.


Nora masih memegang benda kecil yang sudah dipastikan akan merubah segalanya.


Berjalan ke arah lemari, mengambil asal pakaian yang tergantung dan langsung memakainya. Merias tipis wajah cantiknya.


Alex masih menatap setiap pergerakan Nora. dia ingin melihat apa yang akan di dilakukannya.


" Aku akan memberikan kejutan ini untuk Arthur " ucap Nora dengan senyum manis di bibirnya.


" Kumu, Tuan Alex. " ucap Nora menunjuk wajah sendunya.


" Pulang lah pada keluarga mu!!! perbaiki rumah tangga mu, selagi bisa di perbaiki. jangan sampai kamu menyesal. aku pastikan kami akan berbahagia " ucap Nora panjang lebar sambil merapikan pakaian Alex.


" Maaf kan Aku sudah menjadi duri dalam hati Mu "


Cup

__ADS_1


Nora meninggalkan Apartemennya Alex dengan wajah semringahnya. tapi tidak dengan hatinya.


__ADS_2