
Surabaya, Kantor Alex.
Setelah selesai dengan meeting yang cukup alot karena seperti kemarin para investor ingin sama-sama mendapatkan keutungan yang besar. Tapi akhirnya kesepakatan pun berada dalam genggaman Alex. kini Alex dan Bima sudah berada dalam ruangan kerjanya hanya untuk sekedar melemaskan otot-otot yang cukup lama tegang selama duduk berhadapan dengan para investor.
" Pak Bos, Apartemen yang diJakarta mau ada yang menyewa untuk dua tahun, pasangan suami istri tanpa anak dengan harga segini, keduanya bekerja di kantor yang tidak jauh dari Apartemen"Ucap Bima dengan menunjukkan layar ponselnya menampilkan deretan angka yang cukup pantastis.
" Boleh Bim, kamu atur saja.tapi kan disana masih ada pakaian ku dan Nora dan beberapa barang-barang"Balas Alex.
"Gampang itu Bos, besok saya izin ya Bos ke Jakarta untuk pengurusan Apartemen"Bima meminta izin pada Alex.
"Iya boleh Bim, kamu bisa atur itu. besok saya yang handle pekerjaan kantor " Balas Alex menyepakatinya.
" Ok Bos, tiga hari ya Bos. sekalian mau ketemu Riza"Tambah Bima santai.
Bukan tanpa alasan dirinya meminta tiga hari.Cukup lumayan untuk membuat otak refresh lagi dengan mengunjungi Riza dan sedikit hiburan.karena selama ini Bima sangat sibuk untuk pekerjaan kantor dan urusan pribadi Bosnya.
" Iya siap Pak Bima silahkan"Balas Alex dengan mata mereka yang saling pandang dan tertawa cukup keras.
"Bertemu Arthur juga? "Tanya Alex. karena tidak mungkin jika hanya menemui Riza secara rumah tinggal mereka sama, pikirnya Alex.
" Emm Pak Arthur sudah di Malaysia sekarang Bos. Semua pekerjaan yang ada disini semuanya sudah dilimpahkan kepemimpinannya kepada Riza. Pak Arthur ikut salah satu kliennya disana,ya itung-itung mengembangkan kemampaun diri Bos"Jawab Bima panjang lebar.
" Dari kapan Arthur disana? "Tanya Alex lagi.
" Hampir dua minggu ini lah Bos" Balas Bima sambil bersiap akan pulang karena waktu sudah menunjukkan waktunya pulang kantor.
"Ok Bim, kita pulang! "Alex dan Bima keluar dari kantor bersamaan dan menuju area parkiran. kemudian mereka berpisah karena mengendarai kendaraannya masing-masing.
Beberapa menit setelah melewati perjalananya, kini Alex sudah sampai di rumah. kemudian dia langsung menuju meja makan dimana terdengar suara yang sangat riuh dimana Istri dan ketiga anaknya sedang menertawakan Thalia karena sudah menangis melihat Aleysia terus saja di ganggu oleh Anora.
__ADS_1
"Udah Tha, Aleysia nya saja santai tuh kenapa kamu yang heboh pake nangis segala? "Ano terus saja meledek Thalia, sampai mereka tidak menyadari kedatangan Alex yang mendekati mereka.
" Kenapa Kakak Tha nangis?"Tanya Alex sambil mengecup pucuk kepalanya kemudian berjalan ke arah Ano melakukan hal yang dan terakhir pada Nora dan Aleysia dengan mendaratkan bibirnya di kening anak dan istrinya.
"Kak Ano Dadd, dari tadi gangguin Ale terus"Thalia mengadu pada Alex dengan menghapus air matanya sendiri sembari menunjuk kearah Ano.
" Kakak Ano" Panggil Alex menekankan kalimatnya dengan tersenyum jahil juga pada Thalia.
" Iya Dadd,Kakak Thalia jadi cengeng banget semenjak ada Aleysa diantara kita"Ucap Ano semakin membuat Thalia dipojokkan. kemudian Thalia mendekati Nora dan memeluknya.
"Maafkan Kak Ano ya, karena sudah sangat jahil sama Kakak Tha "Ucapan Nora menenangkan hati Thalia dan membuatnya berhenti menangis.
Alex dan Ano saling pandang dan mendekat ke arah Nora dan Thalia kemudian memeluknya erat.
" Maafkan aku Tha"Ucapan Ano disela-sela pelukannya.
Serra begitu menikmati setiap momennya di sini. walau pada akhirnya dia akan kembali pada kehidupannya di Jakarta. dengan kesibukannya yang tidak berujung. tapi setidaknya saat dia berada disini, dia bisa melupakan beban hidup yang dipikulnya dengan santai.
Dia mengerjakan beberapa pekerjaan rumah yang tidak pernah dilakukanya sama sekali selama di Jakarta. tapi disini bersama Mama Ina dia melakukan semuanya.
" Kamu tidak takut nanti tangan mulus mu kena rambatan pohon yang ada durinya"Tanya Mama Ina sedang memotong beberapa tanaman yang merambat dan dihiasi duri-duri kecil.
"Tidak Ma, kan aku pakai sarung tangan"Jawab Serra dengan mengangkat tangannya.
Mama Ina menoleh pada Serra dan tersenyum.
" Thalia dan Anora besok sudah sampai disini Ma"Serra memberitahukan akan kedatangan dua gadis cantik yang lagi ranum-ranumnya.
" Anora, Anak bawaanya Istrinya Alex yang sekarang? "Mama Ina ingat nama Anora saat Serra menceritakan pertemuan pertamanya dengan keluarga Arthur. dan Serra menyebutkan nama mereka satu persatu.
__ADS_1
" Iya Ma, tidak tau kenapa Thalia begitu dekat dengan Anora. mungkin bagi Thalia, Anora sosok teman dan kakak yang bisa dijadikan panutan"Jawab Serra dan memang dia pun tidak punya alasan untuk tidak suka pada Anora karena selain cantik, baik dan lembut seperti Nora.
" Baiklah kita buat sambutan besok untuk mereka"Ucap Mana Ina yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dan merapikan potongan-potongan dahannya dan memasukkannya ketempat sampah.
Surabaya, Kediaman Alex.
Keesokannya paginya. Thalia dan Anora sudah selesai dengan bersiapnya. tidak banyak barang ataupun pakaian yang dibawanya. karena mereka tidak akan lama tinggal disana, hanya beberapa minggu saja. dan karena Alex sudah memberikan mereka kartu debit tanpa limit,jadi mereka bisa membeli apapun. tapi tetap ada dalam pengawasan Alex selaku Daddy mereka. karena Alex tidak ingin mereka kebablasan untuk hal-hal yang tidak penting untuk dimilikinya saat ini.
Alex dan Nora serta Aleysa mengantarkan kedua gadis itu dengan mengendari kendaraannya. dan tidak berapa lama pun mereka sudah sampai dibandara. kini mereka memiliki waktu kurang dari satu jam jadi digunakan Alex dan Nora untuk menasehati Thalia dan Ano.
" Tha, Ano. Nanti kabari kami jika sudah sampai disana. jangan lupa itu! "Alex meminta kepada keduanya untuk memberinya kabar.
" Iya Daddy "Jawab keduanya kompak.
" Ale jangan rewel ya kasian Mama, karena tidak ada yang bantu lagi selama Kakak Tha dan Kakak Ano pergi "Pesan Thalia pada Aleysa yang sedang tidur dalam gendongan Nora.
" Iya Kakak Tha, Kakak Ano "Balas Nora menirukan suara anak kecil dan ikut mengiyakan pesan kedua Kakaknya.
"Sudah dua puluh menit lagi ayo sana masuk,bersiaplah.jada diri kalian. sampaikan salam hormat kami pada Opa dan Mama Ina"Ucap Alex memeluk Thalia dan Ano bergantian.
Thalia menatap sendu saat Alex mengucapkan kalimat terakhirnya.
" Hati - hati ya Kakak Tha dan Kakak Ano"Nora memeluk keduanya bersamaan. karena Aleysa sudah berpindah dalam gendongan Alex.
" Dah Dadd, Ma "
" Dah, baik - baik ya kalian "
Ucap Thalia dan Anora bersamaan dengan melambaikan tangannya ke arah Alex dan Nora. tetapi kemudian Ano dan Thalian menghampiri Alex untuk memberikan ciuman dikening dan pipi embul Aleysa.
__ADS_1