Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 98


__ADS_3

Hotel X.


Serra, Thomas dan Thalia sudah mengetahui kelahiran putri Alex bersama Nora. Keadaan Serra sudah sehat seperti biasa jadi tidak ada halangan untuk dirinya tidak ikut menjenguk Nora dan bayinya. begitu juga dengan Thalia yang tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya. Thalia melihat dirinya di pantulan cermin dengan terus mengembangkan senyum dibibir manisnya. sedangkan Thomas dan Serra yang duduk di tepi tempat tidur menunggu Thalia berdandan. sambil melihat kelakuan Thalia, mereka pun ikut tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


" Tha, setelah kita jenguk Tante Nora. Abang dan Mommy akan langsung ke rumah Opa. kamu gimana ?" Tanya Thomas.


" Harus cepat gitu ya Mom?" Tanya Thalia melihat mereka dari pantulan cerminnya.


" Iya Tha, biar sekalian jalan kita ya Mom? keperluannya kita juga cukup kok untuk sementara tinggal di rumah Opa" Jawab Thomas.


" Kenapa Abang ya jawab sih, aku kan tanya ke Mommy? sejak kapan Abang jadi juru bicaranya Mommy?" Tanya Thalia dengan wajahnya yang di tekuk.


Terdengar kelakar Thomas yang begitu kencang karena sudah berhasil membuat Thalia kesal dengan wajah yang sangat menggemakan bagi Thomas.


" Abang " Serra berdiri dan menghampiri Thalia serta membantu merapihkan rambutnya yang belum disisir.


" Ayo cepet Tha nanti kita hanya sebentar lagi disananya " Serra kembali duduk.


" Mom, sudah pesen tiket pesawatnya?"Tanya Thalia sendu menghampiri Mommy dan Thomas.


" Belum Tha, nunggu kamu dulu. nanti kalau Mommy pesen - pesen ajah tanpa bertanya kamu salah lagi Mommy nya " Jawab Serra mengelus kedua lengan Thalia.


Thalia terdiam, ingin bilang tidak ikut tapi dia ingin selalu bersama Mommy nya tapi kalau bilang ikut juga dia belum puas ingin melihat adiknya lebih lama lagi.


" Tidak apa - apa Tha jika nanti kamu ingin menyusul Mommy dan Abang " Serra seolah tau apa yang dipikirkan Thalia. dan diapun tidak ingin menjadi Mommy yang egois harus memaksakan kehendak pada anak-anaknya.


" Tak apa Mom bila aku nanti menyusul?" Tanya Thalia sedikit senang Mommy nya memberikan pilihan untuk dirinya saat ini.


" Tidak apa sayang "


" Tidak apa Tha "


Ucap Serra dan Thomas bersamaan lalu mereka saling pandang.

__ADS_1


Mereka bertiga pun langsung berangkat menuju rumah sakit dimana Nora melahirkan.


Sementara di rumah sakit, Alex begitu cekatan dan sangat siaga untuk Nora dan bayinya, bahkan hampir dua sampai satu jam saja dia tertidur. bahkan sampai dia terbangun dimalam hari hanya untuk memastikan keadaan Nora dan bayinya aman tidak ada apapun yang membahayakan keduanya.


Sedangkan untuk urusan kantor, seperti biasa dia sudah menyerahkan sepenuhnya pada Bima.


Untuk urusan mengganti popok dan pakaian pun dengan cepat Alex belajar langsung bersama suster yang setiap beberapa jam sekali visit ke brankar Nora dan bayinya.Nora hanya diberi kesempatan untuk menyusuinya saja selebihnya Alex yang mengerjakan.


Jam visit dokter untuk Nora dan bayinya baru saja selesai. kemungkinan dua hari lagi Nora dan bayinya sudah diperbolehkan pulang, karena melihat kondisi keduanya sudah sangat sehat dan tidak ada apa -apa yang perlu dikhawatirkan.


" Alex " Nora menyentuh punggung Alex yang sedang melihat beberapa pesan dan email yang masuk di ponsel pintarnya.


" Iya cinta " Alex meletakkan ponselnya diatas brankar samping tubuh Nora.


" Istirahatlah!, Jangan sampai kamu sakit karena kelelahan mengurusi kami berdua. sini tidur bersamaku"Nora sedikit menggeser tubuhnya kesisi samping agar muat untuk Alex membaringkan tubuhnya.


" Baiklah kalau itu mau mu cinta " Alex memiringkan tubuhnya berhadapan dengan Nora.


" Pejamkan lah matamu, aku tau kamu sangat lelah sampai jam tidur mu pun berkurang karena sudah mengurus semua keperluan kami, Terima kasih Daddy Alex " Nora menempelkan tangannya pada kedua kelopak mata Alex supaya terpejam.


Untuk beberapa saat keduanya tertidur di brankar Nora dengan saling memeluk.


Arthur dan Ano sudah sampai di rumah sakit.kemudian dia mencari ruang inap Nora.


Setelah sampai di tempat yang dimaksud,Ano langsung mengetuk pintunya sampai beberapa kali tapi tidak ada yang kunjung membuka pintunya dari dalam atau hanya sekedar mempersilahkannya masuk.Akhinya Ano berinisiatif untuk membuka pintunya.


Terlihat pemandangan yang membuat raut wajah keduanya menjadi sendu terutama bagi Ano. hal ini yang tidak bisa dihindarinya ketika mengajak Arthur untuk menemaninya ke rumah sakit.


Dengan susah payah Arthur menormalkan kembali perasan yang sempat tidak nyaman nya karena hanya demi Ano.


" Masuklah! lihat adik mu. Papa akan menunggu di luar saja. nanti jika mereka sudah bangun baru Papa akan masuk"Ucap Arthur memposisikan dirinya tanpa harus membuat tidak enak hati pada Ano.


" Iya Pa " Balas Ano mendekatkan langkahnya menghampiri Adiknya. terlihat sang adik sudah membuka kedua matanya dengan mulut yang terus bergerak mencari sesuatu yang bisa dihisapnya.

__ADS_1


" Hei,Kamu lucu banget sih.sayangnya Kak Ano, sehat - sehat ya "Ano begitu haru melihat bidadari kecil yang mungil dengan tatapan mata kearahnya.


Ano mengelus pipi merahnya, mengusap rambut tebalnya yang berwana hitam, menelusuri garis tebal alisnya dan mengusap bibir mungilnya yang berwarna merah dengan menampilkan senyum titip dibibir mungilnya dengan tetap bergerak - gerak.


" Oek " Ano menepuk - nepuk tubuh bayinya yang tertutup selimut dengan sangat penuh kehati - hatian.


Tangisan pertama dengan suara pelan bayinya pun sanggup membuat Alex langsung terjaga dari tidurnya. lalu dia bangun dan duduk di pinggir brankar.


Dia melihat Ano yang sedang berusaha membuat tenang adiknya.


" Ano " Panggil Alex sambil menghampiri bayinya.


" Om Alex, lucu ya Om bayinya. tapi sepertinya adik aku mau mimi ya?" Ano menatap Alex dengan senyumnya.


Nora pun terbangun mendengar samar-samar suara Alex dan Ano.


" Ma, Adik aku gemesin banget " Ano mengecup kening Nora dengan perasan hangat dan bahagia.


" Sama, kamu juga pas lagi bayi seperti itu sangat menggemaskan "Balas Nora memeluk Ano dan mencium pipinya.


" Oek " kini giliran Alex yang sedang berusaha menenangkan bayinya dengan mengelus-elus pipi merahnya.


" Kamu nggak bareng sama Thalia?" Tanya Nora yang tidak melihat keberadaan Thalia di dalam ruangannya.


" Tidak Ma. Thalia kan sama Tante Serra dan Thomas, Tapi Aku...." Jawab Ano menjeda ucapannya.


Alex dan Nora saling melemparkan pandangannya kemudian menatap Ano dengan intens dengan raut wajah yang heran.


" Kenapa?, ada apa sayang ?" Tanya Nora khawatir sambil mendudukkan tubuhnya bersandar pada kepala brankarnya.


" Oek...Oek...Oek..." kalau sudah nangis seperti ini Alex langsung menggendong bayinya dan meletakkannya dipangkuan Nora. karena bayinya sudah kehausan dan kelaparan. kemudian Nora menyusuinya dengan memakai kain sebagai penutup payudar@nya.


" Aku ditemani Papa kesini " Jawab Ano melanjutkan ucapannya dengan sedikit perasaan takut Alex maupun Nora tidak ingin diganggu dengan kedatangan Arthur.

__ADS_1


" Mas Arthur " Gumamnya dalam hati Nora.dia memejamkan matanya beberapa detik untuk menghilangkan rasa tidak enak hati pada Arthur. meski ini pertemuannya keduanya setelah mereka resmi berpisah.


__ADS_2