Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 49


__ADS_3

Apartemen Arthur.


Nora masuk ke dalam apartemen.menyimpan


tasnya di atas meja makan. dia mengikat rambutnya tinggi - tinggi.


Dengan cekatan dia menyiapkan bahan makanan, mencuci ikan dan sayuran. dan memotong beberapa bumbu dapur.


Meletakkan wajan yang sudah berisi minyak goreng di atas kompor dan mulai menggoreng ikan.


" Aku hamil " Nora meraba kembali perutnya yang masih rata. dengan cepat dia mengusap air mata yang keluar tanpa di minta.


Sudah Empat puluh menit dia berkutat di dapur. dia menyajikan makanannya di atas meja makan.


" Sempurna " dia senang melihat hasil masakannya.


Nora melepas ikatan rambutnya dan merapikannya dengan jari - jari lentiknya. Dia ingin tampil cantik di depan Arthur.


Yang di nanti sudah tiba, seperti biasa mereka pulang konvoy bersama.


" Wangi banget, Ma. " ucap Ano yang sudah masuk dan mencuci tangannya di wastafel.


" Iya kan, Pa " minta persetujuan pada Arthur.


" Iya wangi banget. pasti sangat enak " ucap Arthur.


" Kalian bisa saja. Ayo duduk, makan yang banyak " ucap Nora tersenyum.


" Enak banget " ucap Ano sambil memasukkan Makananya ke dalam mulut dan memuji makanan yang di masak Nora.


" Terima kisah sayang " Ucap Nora mengusap lengan Ano.


" Mama nggak makan ???" tanya Ano sambil mengunyah banyak makanan di mulutnya.


" Mama masih kenyang " ucap Nora beralasan.


Setelah makan malamnya selesai. Ano dan Nora berkumpul di ruang keluarga. Ano menyalakan TV dan mencari saluran yang bisa membuatnya tertawa karena seharian ini di kampus membuatnya sangat lelah.


Sedang kan Arthur mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumahan. kaos oblong dan celana kolor pendek.


" Ini, udah jangan di pindahin lagi " ucap Nora Antusias menunjuk saluran tv nya yang menampilkan acara lapor bos.


Ha ... ha ... ha ...


Mereka tertawa bersahut - sahutan.


" Senang banget ketawanya " ucap Arthur setelah bergabung dengan mereka.


" Dimana - mana ketawa ya senang, Pa " balas Ano dengan mata yang masih fokus ke tv.


Ha ... ha ... ha ...


" Bagaimana kalau kita pindah lagi ke Surabaya ???" pertanyaan Arthur sontak saja membuat Ano dan Nora berhenti ketawa.

__ADS_1


" Ayo, Mas aku ikut ajah " ucap Nora penuh maksud.


Nora menekan tombol mute pada remote tv nya biar tidak menggangu pembicaraan mereka.


" Bagaimana Ano ????" tanya Arthur lagi karena Ano belum menjawab nya.


" Eemmmm... Ano dan tiga teman kampus lagi mengajukan magang di tempat Paman Yoda. Gimana, Pa. kita pindahnya setelah Ano lulus kuliah ??? tawar Ano.


" Oh gitu ya. enam sampai delapan bulan lagi ya ?? " tanya Arthur.


Kalau seperti ini bisa tidak berhasil rencana Nora.


" Emmm, ini hanya saran ajah ya. Mas, Ano sayang. bagaimana kalau kami yang terlebih dahulu balik ke Surabaya ?? sementara waktu Ano tinggal di sini. bukannya Mama mau gimana - gimana. Itu hanya saran saja. Lagian kan Ano sudah besar, bisa mandiri dan harus pandai jaga diri juga. " ucap Nora panjang lebar mengutarakan isi hatinya.


" Boleh Ma. kalau Mama dan papa kasih izin ke Ano " ucap Ano berharap mendapatkan izin. karena bagaiman pun tak selamanya dia akan terus - terusan bergantung pada mereka, orang tuanya.


" Ya sudah nanti kita bicarakan lagi, Papa sudah mengantuk " ucap Arthur meninggalkan mereka.


" Mudah - mudahan Papa bisa setuju ya, Ma "


" Iya "


Mereka berdua tertawa pelan.


" Mama nyusul Papa ya. jangan tidur larut malam " ucap Nora meninggalkan Ano.


" Boleh juga ide Mama biar aku bisa mandiri " guman Ano yang masih nonton tv saluran lapor bos.


Satu Minggu kemudian.


" Selamat pagi Pak "


" Selamat pagi Pak "


" Selamat pagi Pak "


Beberapa karyawan menyapa Alex dan Bima sebelum masuk ke dalam lift khusus petinggi saja.


Alex dan Bima hanya memberikan senyum termanis dari bibir mereka.


Sudah satu minggu ini, Alex sudah mulai rutin ke kantor setiap hari. tak lagi membawa pekerjaan nya ke rumah.


Dan bisa di pastikan Bima cukup senang dengan sikap Bos nya sekarang ini.


Mereka langsung bekerja setelah sampai di dalam ruang kerja Alex.


" Bim, ini ada beberapa berkas yang harus di urus. tolong kamu follow up ya. deadline nya besok pukul 3 sore " Perintah Alex pada Bima.


" Iya Bos " ucap Bima membawa berkas yang sudah di pisahkan dan membawanya pergi keluar dari ruang kerja Alex.


Alex meluruskan punggung ny dan bersandar pada badan kursi. dia mengambil ponsel yang ada di dalam laci meja kerjanya.


" Apa kabar Nora, anak kita " tanya Alex pada layar ponselnya yang terlihat menyala.

__ADS_1


" Selama kamu baik - baik dan menjaga kandungannya. aku akan membiarkan kan mu beberapa waktu ini ". ucap Alex masih memandang layar ponselnya.


" Aku ingin mengurus semua masalah ku terlebih dahulu "


Cup


Alex melepas rasa rindunya pada Nora dengan hanya menatap layar ponselnya saja.


Kediaman Alex.


Thomas sudah menyelesaikan kuliah nya. hanya tinggal menunggu wisudanya saja. dia berencana untuk masuk perusahaan Daddy nya biar sekalian bisa mengawasi gerak gerik Daddy nya dan apa saja yang di dilakukannya.


Hari ini dia bersantai di dalam rumah sedang menunggu seseorang yang di bayarnya.


" Permisi Tuan Thomas, ada yang mencari tuan di depan " ucap salah satu pelayan di rumahnya.


" Suruh masuk " perintah Thomas.


" Baik Tuan, Permisi " Ucap pelayan meninggalkan Thomas dan mempersilahkan tamunya masuk.


" Permisi Tuan " sapa seseorang yang di bayarnya.


" Bagaiman, info apa yang kau dapatkan " Tanya Thomas.


" Sejauh ini pergerakannya aman. tidak ada tanda - tanda yang mencurigakan. Perempuan yang saya awasi tak pernah keluar sekalipun dari apartemen. Untuk Tuan Alex sendiri setiap pagi masuk ke gedung perkantoran dan selalu pulang setelah jam delapan malam" ucap seseorang yang di bayarnya menjelaskan panjang lebar.


" Kau tidak lengah kan ?? " tanya Thomas memastikan.


" Tidak Tuan " jawabnya penuh keyakinan.


" Baiklah terima kasih. kau boleh pergi. ini bayaran mu " ucap Thomas sembari menyerahkan amplop agak tebal bewarna coklat.


" Aku tak boleh lengah. kebahagian keluarga ku nomer satu " gumamnya.


Kantor Paman Yoda.


Paman Yoda memanggil Ibu Kepala HRD untuk menghadap ke ruangannya. untuk membahas anak - anak yang akan magang di perusahaannya.


" Sudah kau urus untuk penerimaan mahasiswa mahasiswi yang akan magang " tanya Paman Yoda kepada Ibu kepala HRD.


" Sudah Pak. sesuai posisi yang bapak inginkan " jawab Ibu kepala HRD.


" Bagus kalau sudah kau sudah mengurusnya. kau boleh keluar, lanjutkan lagi pekerjaannya " ucap Paman Yoda.


" Permisi Pak " Ibu kepala HRD meninggalkan ruangan Paman Yoda.


" Anora Petricia Johnson " ucap Paman Yoda menatap ke arah layar monitornya.


" Kita lihat sejauh mana kau bisa menarik perhatian ku " ucap Paman Yoda lagi.


" Apa kau lebih hebat ??? "


Paman Yoda berdiri menatap ke arah kursi dan meja yang tepat berada di depannya.

__ADS_1


" Selamat Datang Anora Patricia Johnson " Ucapnya sambil tersenyum.


__ADS_2