
Tiga Minggu Kemudian.
Apartemen Paman Yoda.
Sejak kejadian hampir satu bulan yang lalu, antara dirinya dan Serra. Paman Yoda langsung mengganti password apartemennya. karena dia tidak ingin Serra bisa masuk dengan mudah ketempat nya.
Apalagi sekarang sudah hadir Anora yang selalu bisa membuatnya lebih bahagia dalam menjalani hari - harinya.
Pun Serra sudah mengetahui kalau dirinya tidak bisa lagi mengakses password apartemen Paman Yoda.
Hal itu cukup membuatnya jengkel. karena tidak ada tempat lain yang bisa di datanginya dengan aman.
Serra butuh temen berbagi untuk segala sedih dan bahagianya. seperti terdahulu Paman Yoda orang terdepan yang akan menjadi pendengar setianya. tanpa harus menghakimi dirinya.
Sama seperti sore ini, Serra sudah menunggu Paman Yoda di lobby Apartemennya. sambil memesan minuman biasa, karena dia tidak ingin menambah masalah dalam hidupnya.
Setelah keputusannya untuk menandatangani surat perpisahannya dengan Alex. dia seperti sudah tidak punya tujuan hidup. perpisahan yang terjadi secara tiba-tiba cukup membuat mentalnya terganggu dan tidak bisa mengendalikannya.
Kini dia ingin menata lagi hati dan hidupnya yang sudah sangat hancur. Paman Yoda salah satu orang yang cukup berpengaruh dalam kehidupannya, baik untuk dirinya maupun untuk anak-anaknya.
Waktu tidak terasa berjalan sangat cepat, sudah menunjukkan pukul 20.10 saat dia melihat jam yang ada dilayar ponselnya.
Tapi Paman Yoda belum menampakkan batang hidungnya.
Akhirnya dia beranjak dari kursi tempatnya duduk kemudian membayar tagihannya. dan bergegas langsung menuju ke tempat Paman Yoda.
Menekan bel berkali - kali tapi tetap pintu apartemennya tertutup. Serra terduduk lemas dibawah samping pintunya. berharap masih bisa bertemu Paman Yoda malam ini.
Serra meluruskan kedua kakinya dan meletakkan tasnya di atas kedua pahanya kemudian memejamkan kedua matanya melepas penat yang melandanya. Sungguh tidak ingin pulang malam ini. kalau harus tidur disini biarlah itu lebih baik dari pada harus tidur di rumahnya.
Tidak tau sudah berapa lama dia tertidur di depan pintu Apartemen Paman Yoda sehingga dia merasakan guncangan di salah satu bahunya.
" Serra bangun! " terdengar suara yang ingin didengarnya sedari tadi.
__ADS_1
Serra langsung membuka matanya dengan lebar. supaya bisa melihat dengan jelas pria dihadapannya.
" Paman baru pulang?" Tanya Serra melihat ke arah jarum jam tangannya ternyata sudah pukul 23.55.
Paman Yoda hanya menganggukkan kepalanya.
" Ayo Paman antar pulang " Ucap Paman Yoda menawarkan bantuannya dengan menarik Serra dan membuatnya berdiri.
" Bisakah aku menginap di tempat Paman? sungguh aku tidak ingin pulang. tidur disini pun aku tidak masalah yang jelas aku tidak ingin pulang " Serra menggeleng dengan menundukkan kepalanya.
Paman Yoda langsung menekan angka sembarang saat Serra menundukkan kepalanya.
" Masuklah!" Paman Yoda mengajak Serra masuk setelah pintunya terbuka.
Serra berjalan terlebih dahulu dan langsung mendaratkan tubuhnya di atas sofa dengan memejamkan kedua matanya.
Sementara Paman Yoda masuk kedalam kamar dan langsung menguncinya. dia tidak ingin terjadi hal - hal sensual yang bisa meruntuhkan pertahanannya.
Serra membuka matanya lagi saat mendengar suara pintu yang dikunci dari dalam. dia menoleh ke arah pintu kamar Paman Yoda dan menatapnya beberapa saat.
" Tunggu saja waktu yang tepat untuk kita berdua Paman " Gumamnya dalam hati dan kembali memejamkan matanya.
Surabaya, Rumah Tahanan.
Pagi ini Alex sudah bersiap akan mengunjungi Nora dengan bantuan Ano. karena sejauh ini karena memang Ano lah yang sering berkunjung kesana.
Alex sudah mendapatkan informasi bahwa team pengacaranya Nora sudah mendatangi keluarga korban untuk membicarakan tentang Thomas dan beruntungnya mereka mau untuk berdamai dan tidak lagi memperpanjang masalah kematian Suster Nur. Karena Nora sudah sangat baik dengan sukarela mendapatkan hukuman yang bukan karena kesalahannya. Terlebih lagi Alex dan Nora merupakan orang tua yang sangat baik dimata keluarga Suster Nur.
Dengan penampilannya yang sangat berbeda dari biasanya. dia memakai kaos warna biru langit dengan lengan pendek yang berkerah. membalut tubuh atletisnya, dipadukan memakai bawahan celana jeans panjang dengan warna yang senada dan sepatu pantofel berwana hitam tanpa tali.
Bima mengantarkan Alex ke rumahnya terlebih dahulu untuk menjemput Ano kemudian langsung berangkat ke tempat tinggal Nora yang sekarang.
Setelah beberapa saat, sampai lah mereka di tempat tujuan. Ano membuka pintu mobilnya dan langsung keluar menunggu Alex yang masih berada di dalam mobil.
__ADS_1
" Bos, aku tunggu di sini " Ucap Bima sebelum Alex keluar dari dalam mobil.
" Iya Bim " Balas Alex singkat dengan membawa beberapa kotak makanan dan minuman sehat untuk Ibu hamil.
Sebelum masuk Alex dan Ano sudah mengikuti semua prosedurnya. kini keduanya berjalan beriringan menuju ruang kunjungan.
Sesuai dengan rencana awal mereka, Ano akan seperti biasa masuk terlebih dahulu setelah itu baru Alex yang menemuinya dan Alex menunggu tidak jauh dari ruang kunjungan dengan berbagai macam perasaan.
" Ma " Panggil Ano mendekati Nora yang sudah duduk di kursi panjangnya dengan membawa makanan untuk sarapan Nora.
" Sayang " Balas Nora.
Mereka saling memeluk erat dan Nora mencium kening Ano beberapa detik. setelah itu melepaskan pelukannya.
" Ano bawakan sarapan untuk Mama" Ucap Ano membuka kotak makanannya dan menyodorkannya kepada Nora.
" Wah pasti ini enak sekali sayang " Puji Nora melihat makanan yang ada dihadapannya yang membuatnya menelan Saliva.
" Ini makanan Om Alex yang bawa " Ucap Ano memberitahukan Nora dengan hati-hati tentang Alex. Tapi di luar dugaannya, Nora malah tersenyum lebar dan langsung menyantap makanannya dengan lahap. sampai tak terasa Nora menitikkan air mata dan menundukkan kepalanya di atas meja.
Ano segera keluar dengan suara langkah kaki yang dibuat se-pelan mungkin agar tidak di ketahui oleh Nora.
Kemudian Ano menyuruh Alex untuk masuk dan menemui Nora. sedangkan dia menunggu di tempat Alex tadi.
Alex yang dilanda berbagai macam perasaan hanya bisa pasrah jika Nora masih menolak untuk bertemu dengannya.
Melihat Nora yang masih menundukkan kepalanya di atas meja dengan punggung yang ikut bergerak. Alex Berdiri disampingnya Nora dan meletakkan salah satu tangannya pada punggung Nora lalu perlahan memberikan usapan - usapan yang sangat lembut.
Deg
Nora menyadari ada keanehan disini, getaran yang dihasilkan dari setiap usapan tangan yang berada di atas punggungnya sangat terasa nyaman. sehingga Nora menoleh ke arah tangan yang ada disampingnya perlahan menatap kebagian dada yang terlihat begitu kokoh dan selanjutnya menatap dengan sendu pada wajah yang sering menghiasi mimpi - mimpinya.
" Alex " Gumam Nora lirih menyebut namanya dan berdiri di hadapannya dengan menyentuh setiap inci wajah tampannya.
__ADS_1
" Kami sangat merindukan mu " Gumamnya lagi dengan menatap kedua mata yang sudah berkaca-kaca.