Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 95


__ADS_3

Thalia menoleh kearah Thomas dengan wajah datarnya.


" Aku pernah bilang sama Abang,Jika aku mau kebahagian ku dengan cara ku sendiri. aku tidak ingin menyimpan rasa sakit ku lagi dalam hati ini karena aku begitu tersiksa " Ucap Thalia memegang dadanya.


" Abang sudahlah sekarang baik Tante Nora atau pun Mommy sama-sama orang tuamu. Mommy setuju dengan apa yang dikatakan Thalia " Ucap Serra menengahi.


" Iya Mom " Ucap Thomas singkat kemudian dia memejamkan kedua matanya.


"Hari ini Tante Nora sudah bebas "ucap Serra memberitahu Thalia.


" Kenapa Mommy bisa tau?" Tanya Thalia mengelus punggung tangan Serra.


" Tadi kami menemuinya " Jawab Serra.


" Untuk Abang bertanggung jawab Mom?" Tanyanya lagi.


" Darimana kamu tau ?" Tanya balik Serra.


" Daddy yang sudah bercerita"Jawab Thalia.


Serra menganggukkan kepalanya.


" Jadi Abang bagaimana Mom?" Tanyanya lagi.


" Tidak, Abang mu masih bisa bernafas lega.karena pihak kelurga korban tidak menuntutnya" Ucap Serra.


Hening


Hening


" Apa Mommy benci dengan Tante Nora ?" Tanya Thalia sambil mendongakkan wajahnya menatap raut wajah Serra.


" Iya, tapi tidak seperti pertama kali hal ini baru terjadi. apalagi Tante Nora sudah mau menolong kita dengan segala kesakitan nya. Mommy merasa iba tapi tetap perasaan sakit itu masih ada. mungkin hanya waktu saja yang bisa menghilangkan rasa sakitnya"Jawab Serra jujur dengan perasaannya.


" Iya Mom, semoga saja Mommy bisa lebih kuat dan cepat bangkit dalam melewati masa seperti ini " Thalia mengecup pipi Serra sambil mengusap air matanya yang menetes diantara kedua matanya yang terpejam.


" Selamat Mommy, mimpi indah "Ucap Thalia membenamkan wajahnya pada lengan Serra.


Berbanding terbaik dengan Paman Yoda sekarang. dia sedang mencerna lagi setiap perkataan Anora yang tadi sudah didengarnya dengan memandangi langit yang begitu terang malam ini.

__ADS_1


Seharusnya hari ini hari paling bahagia untuknya jika saja Ano mau menerima lamarannya. tapi sayang itu tidak terjadi. justru malah membuatnya ingin segera kembali ke jakarta, kembali kepada rutinitasnya sebelum mengenal Anora.


Memang dia tidak pernah bertanya dengan perasaan Ano terhadapnya seperti apa?. apa mungkin karena faktor usia yang membedakan cara berpikirnya.


" Akh " Paman Yoda mengacak rambutnya sendiri.


" Sebelum balik ke Jakarta aku harus memastikannya lagi " Gumamnya dalam hati.


Begitu juga dengan Anora yang sudah berbaring ditempat tidurnya dengan derai air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya.


Pertanyaan Nora yang membuatnya sadar tentang hubungannya dengan Paman Yoda.


tapi kenapa harus sekarang disaat semuanya sudah jauh meraka jalani?. kenapa bukan dari awal dia menyadarinya?.


" Maafkan aku Paman yang sudah menyakiti hatimu.tapi sungguh aku tidak tau apa yang aku inginkan dalam hubungan kita.aku takut apa yang terjadi pada Mama akan terjadi juga pada ku suatu saat nanti.jika bukan aku yang meninggikan maka aku yang akan ditinggalkan " Gumamnya dalam hati dengan ketakutan yang luar biasa.


Walaupun setiap sentuhan dan belaian Paman Yoda sangat memabukkan baginya.tapi untuk meyakini hubungannya akan berhasil dengan Paman Yoda dia tidak bisa berpikir terlalu jauh.


" Maafkan aku Paman " Gumamnya lagi sembari memejamkan kedua matanya.


Keadaan berbeda dialami Alex dan Nora.mereka bisa saling melepas rindu yang sudah tertahan.


" Tidak, justru Anak kita selalu membantuku" Jawab Nora menggelengkan kepalanya.


" Sepertinya anak kita sangat merindukan Daddy nya ?" Ucap Alex mencium perut buncit Nora yang sudah polos.


Nora tersenyum sembari mengelus rambut Alex dan sesekali mengusap lehernya.


Begitu jelas Alex melihat setiap pergerakan yang dilakukan oleh anaknya didalam sana.


" Kamu mau Daddy jenguk ?" Tanyanya sambil mendekatkan telinganya pada perut Nora.


Kemudian Alex mengangguk - anggukan kepalanya seolah ada percakapan diantara keduanya.


" Baiklah kalau itu mau mu Nak, Daddy akan pelan - pelan sesuai permintaan mu" Ucap Alex merangkak naik ke atas tubuh polos Nora.


Mereka berciuman dengan sangat menuntut.tangan Alex sudah menyusuri beberapa titik sensitive Nora.


Begitu juga dengan tangan Nora tidak tinggal diam. dia mengelus dada bidang Alex dan sesekali memberikan kecupan dan gigitan kecil yang tidak meninggalkan jejak kemerahan.

__ADS_1


" Eugh ..jangan kuat-kuat dihis@pnya sayang, sakit " rengekan Nora yang bagaikan nyanyian indah terdengar ditelinga Alex.


" Maaf sayang habis mereka sangat menggemakan dan sudah lama tidak aku sentuh " Goda Alex di sela - sela his@pannya.


" Iya tapi tidak untuk dibikin lecet sayang"Teriak Nora sambil kegelian.


Alex sudah tidak mendengarkan apa yang diminta Nora padanya. dia hanya fokus untuk segera mengunjungi anaknya didalam sana.


Sapuan lid@h Alex pada perutnya Nora memberikan efek yang luar biasa buat Nora.sekuat tenaga dia menahan untuk tidak mengeluarkan suara keramatnya. tapi sayang saat kenikmatan itu datang melanda seolah lupa dengan pertahanan.


" Eugh , Eugh " Nora meremas kuat rambut Alex yang berada diantara kedua pangkal pah@nya.


Kegiatan yang sudah lama sekali tidak mereka kerjakan bersama. sekaranglah waktunya untuk meraka mencicipi kembali rasanya surga dunia yang selalu membuatnya candu.


" Bilang padaku jika kamu merasa tidak nyaman " Ucap Alex menggigit kulit leher Nora.


Nora tersenyum dengan tatapan mata yang berbinar penuh cinta dan gairah yang sama saat mereka pertama kali melakukannya.


Tangan Nora sudah berada dibawah dengan memegang langsung senjata Laras panjangnya. dengan membuat gerakan naik turun dengan tangan dan jari jemari lentiknya.


" Ough " Alex memejamkan matanya dengan kenikmatan yang sedang diberikan Nora pada bagian inti dari tubuhnya.


Sudah dirasa cukup memberikan rangsangan dan pemanasan, Alex sudah memposisikan tubuhnya senyaman mungkin agar tidak menyakiti Nora dan anaknya. dengan gerakan perlahan dia sudah memberikan jejak pada senjata Laras panjangnya.


Dengan gerakan memompa dia lakukan dengan selembut dan sehalus mungkin tapi tetap bisa merasakan sensasi yang sangat menggigit rasa terdalamnya.


Sudah hampir satu jam mereka saling bertukar peluh dengan gerakan yang maju mundur cantiknya.


" Arrggghh " erang@n keduanya disesi terakhir pergumul@nnya. Alex langsung menarik diri dari tubuh Nora kemudian dia menghadapkan wajahnya pada perut Nora.untuk melihat adanya pergerakan lagi dari anaknya. karena dia takut anaknya yang didalam sana kenapa-napa saat di jenguk oleh dirinya.


Setelah merasakan adanya pergerakan yang cukup aktif, kemudian Alex mengusap keringat di wajah cantik Nora. dan merapikan helaian rambut yang sudah sangat basah.


" Besok pagi kita ke Dokter kandungan untuk memeriksa kondisi kamu dan anak kita"Ucap Alex mengecup pipinya Nora.


" Apa kamu kelelahan cinta ?" Tanya Alex sambil membawa Nora dalam pelukannya.


Nora mengangguk lalu mengendus dada bidang Alex dengan hidung mancungnya.


" Aku suka dengan wanginya, kamu tambah sexy sayang " Ucap Nora mencium sekilas bibir Alex dan meletakkan lagi kepalanya di atas dada bidang suaminya.

__ADS_1


Mereka saling memeluk dengan mata yang sudah terpejam bersiap untuk berselancar didalam mimpi indahnya.


__ADS_2