
Sudah dua bulan Nora berada di dalam tahanan khusus untuk perempuan setelah pengadilan memvonisnya lima belas tahun penjara untuk kasus yang menjeratnya. Dua bulan sudah membuatnya belajar untuk melepaskan dan melupakan semuanya.
Selama itu pula dia tak pernah mau menerima orang yang mau mengunjunginya. dia ingin mulai memutus semuanya. dia juga tak ingin lagi ada yang berusaha membela dirinya. jadi biarkan lah seperti ini.
Kehidupan baru dan kebahagiaan yang di dapatkan dengan tidak baik akan kembali tidak baik pula.
Dengan perut yang semakin membuncit membuat orang yang melihatnya akan merasa kasihan dan iba. tapi apa mungkin mereka akan merasakan hal yang sama setelah mereka tau apa yang sudah dilakukannya bisa sampai seperti ini ?.
Tentu tidak bukan ? yang ada mereka akan tambah menghakiminya dan memandang rendah dirinya.
" Kenapa kamu tidak pernah mau menemui mereka ?, aku dengar Ibu penjaga selalu memanggilmu karena ada tamu di luar " Tanya Ibu Rosa yang satu tahanan dengannya.
" Tidak apa Bu, saya hanya lagi menenangkan diri saja dan tidak mau di ganggu " Jawab Nora jujur.
" Siapa tau mereka membawa pakaian ganti untuk mu atau mungkin membawakan makanan enak untuk kalian berdua atau bahkan mungkin membawakan beberapa kotak susu untuk mu disini ? " Tanya Ibu Rosa sambil menunjuk pada perut Nora.
" Makanan disini sudah lebih daripada cukup untuk mengisi nutrisi kami " Ucap Nora apa adanya.
Hening
Nora membalikkan tubuhnya menghadap ke tembok. dengan punggung yang sudah naik turun. tak kuasa untuk menahan semua rasa yang berkecamuk di hatinya.
Ibu Rosa yang melihat Nora seperti itu,hanya bisa membiarkannya tanpa melakukan apapun karena itu sebagai bentuk untuk meluapkan rasa sedihnya.
Kediaman Alex.
Dua bulan tanpa kehadiran Nora sudah menjadikan Alex manusia hilang arah, hilang tujuan hidup, hilang semangat. hilang tak bersisa.
Nora yang selalu menolak dan menolak kedatanganya tanpa alasan yang tak masuk akal, tidak ingin di ganggu. " apa itu tidak mau diganggu, apa dia nyaman dan tetap ingin berada didalam sana ? " harusnya tidak begitu. dengan kondisi dia yang sedang hamil dan membutuhkan banyak hal apapun. kenapa harus memilih terkurung dan terpenjara tanpa berusaha untuk keluar menghirup udara segar di luaran sana.
Bima yang selalu mengawasi dan menjaga Alex. seperti hilang akal dan cara juga untuk bisa mengembalikan Alex seperti dulu.
" Bos, saya butuh tanda tangan di berkas-berkas ini " ucap Bima mengeluarkan semua isi yang ada di dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja yang ada di dalam kamar tidurnya.
Alex menandatangi semua berkas yang ada di atas mejanya.
" Mulai besok kamu tidak perlu lagi tanda tanganku. aku akan mengirim email kepada rekan bisnis kita, kalau kamu yang akan memegang hotel menggantikan ku " ucap Alex di sela - sela ketidakwarasannya.
" Bos ... " Ucap Bima ingin menolaknya.
__ADS_1
" Pergilah! " Perintah Alex dan langsung berbaring di tempat tidurnya.
" Aku pergi Bos " ucap Bima keluar dari kamar dan menutup pintunya.
Jakarta, Kediaman Alex.
Setelah pulang dari Surabaya Thalia tidak seceria dulu dan jarang menanyakan atau berbicara tentang Alex lagi. dia menjadi gadis yang pendiam dan sedikit murung.
Thomas yang kembali memimpin perusahaan sudah membuat performanya sangat luar biasa. Pemuda tampan dengan segala kesuksesannya.
" De, ikut Abang nggak ke kantor yuk !" Ajak Thomas yang melihat Thalia tidak ada kesibukan apapun.
" Nggak Bang, aku di rumah ajah nemenin Opa " Tolak Thalia.
" Ya udah Abang ke kantor dulu ya " Pamit Thomas meninggalkan Thalia di ruang Tengah.
" Opa kemana " gumam Thalia mencari Opa kesayangannya.
Kantor Arthur.
Kerjaan proyek Arthur dan Riza sudah sangat luas. mereka berdua di buat sibuk setiap harinya. Selalu ada barang yang di kirimkan dalam partai yang banyak.
" Aku juga tak bisa memaksa Ano untuk bisa menjenguk Nora. Dia masih merasakan sakit yang teramat di dalam hatinya " Jawab Arthur.
" Iya aku paham itu " Ucap Riza.
" Apa kau juga tak tau lagi kabar Mereka" Tanya Riza penuh selidik.
" Mereka sudah bahagia " Jawab Arthur datar.
Riza juga tak bisa memaksa pada Arthur dan Ano untuk mengetahui keadaan Nora yang sebenarnya. " Ini mungkin sudah jalan hidupnya Nora " ucapnya dalam hati.
Surabaya, Hotel X.
" Aku tidak bisa harus melihat mereka hancur seperti ini ?"
" Tapi apa yang bisa aku lakukan? Nyonya Nora seperti menolak untuk bebas dan memutus akses semuanya. ada apa ini? Tanya Bima pada dirinya sendiri.
" Opa " aku harus mencoba segala kemungkinan terkecil yang bisa aku lakukan untuk mereka.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang lagi Bima mengambil ponsel dan mengirimkan pesannya.
Setelah menunggunya beberapa saat ada pesan masuk di ponselnya. dan Bima berharap itu pesan balasan.
Dan Ya, sesuai dugaannya. semoga bisa memulai dari sini usaha untuk membantu Alex dan juga Nora.
Bima bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat sebelum dia terbang ke Jakarta.
Rumah Tahanan.
Di ruangan yang cukup kecil ini sengaja hanya untuk dua orang. karena melihat kondisi Nora yang hamil. agar lebih bisa lebih leluasa untuk bergerak.
Walau hanya beralaskan tikar seadanya tapi selalu memberinya rasa aman dan nyaman.
Dan Calon bayi yang tidak rewel seakan mengerti dengan kondisi Mamanya saat ini.
" Berapa bulan lagi perkiraan lahirannya ?, laki-laki atau perempuan ?" Tanya Ibu Rosa yang sudah mulai memahami apa yang terjadi dalam hidup Nora. dengan mendengarkan sesekali cerita sedihnya.
" Mungkin bulan depan Bu. saya juga nggak tau pasti. Jenis kelaminnya saya juga belum tau karena tak pernah untuk USG " Jawab Nora.
" Pakaian Bayinya udah disiapkan ? " Tanya Ibu Rosa tanpa sadar.
Nora tersenyum mendengar pertanyaan Ibu Rosa.
" Bagaimana saya siapkan Bu, saya saja setiap hari di sini bersama ibu " ucapnya.
" Em Maaf Nora, Ibu tak bermaksud .. " Ibu Rosa merasa tidak enak hati telah menyinggungnya.
" Iya Ibu Rosa, tidak apa - apa " Ucap Nora.
Mereka tetap bisa tertawa menertawakan rasa tidak enak hati menjadi sesuatu yang lucu karena di tanyakan dengan tidak sengaja.
" Nora " Panggil Ibu penjaga dan membuka pintu sel nya. menyerahkan satu kantong plastik besar.
" Aku harap bisa membatu persalinan mu nanti, ada beberapa pakaian bayi dan pakaian untuk mu. tapi maaf itu bekas semua ". ucap Ibu Penjaga memberikan bantuannya pada Nora.
Nora tersenyum manis menyambut pemberian dari Ibu Penjaga yang sudah peduli pada dirinya dan calon bayinya.
" Tidak apa - apa Ibu Penjaga. ini sudah sangat membantu kami. maaf kami jadi merepotkan " ucap Nora senang.
__ADS_1