Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 29


__ADS_3

Setiap week and akan menjadi hari libur untuk Karyawan kantoran atau si pemilik perusahaan.


Seperti hari ini. Alex benar - benar memanfaat kan waktunya untuk lebih dekat lagi dengan istri dan kedua anaknya.


Mereka sedang berada diruang tengah, bercerita tentang kegiatan, rencana ke depan berdebat, tertawa, bahkan sampai menangis.


Alex melihat kebahagian yang terpancar dari ketiga orang yang sangat di sayangnya. menatapnya silih berganti dengan begitu intens.


Ponsel Alex berdering, ada telpon yang masuk. Alex merogoh saku celana santainya lalu mengeluarkan ponselnya. tertulis nama kontak Arthur.


Alex menekan tanda spiker biar Serra dan anak - anaknya bisa mendengarkan percakapannya.


" Halo Tur " ucap Alex duluan.


" Iya Lex, Apa kabar kau, Serra dan anak - anak?" tanya Arthur dari sebrang.


" Baik, sehat "


" Kalian sendiri gimana kabarnya " tanya balik Alex. Alex menyebut kalian karena tak ingin merusak kebahagiaan yang sedang dia rasakan. Menyebutkan Nora masih membuat hatinya berdebar.


" Kami juga Baik " jawab Arthur.


" Oia Lex, Minggu depan kami mengundang kalian untuk makan malam di tempat kami ? Bagaiman Lex ?


Serra, Thalia dan Thomas menganggukkan kepalanya bersamaan tanda setuju untuk datang.


Sebenarnya ingin Alex berkata tidak, tapi melihat antusias ketiga orang yang ada di depannya harus menjadi mengiyakan.


" Baik lah Tur, kami akan datang. Terima kisah Tur atas undangannya ".

__ADS_1


" Nanti untuk lokasinya aku share ya Lex"


" Baik lah aku tunggu "


Alex memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana. "Baik lah sayang, Daddy ke atas dulu ya Alex mengusap kepala kedua anaknya.


" Sayang "


" Iya nanti menyusul " Nora mengerlingkan sebelah matanya.


" Cieee Abang mau ketemu Kak Ano " goda Thalia.


" Emang Ade nggak ketemu ya ? " tanya Thomas dengan wajah datarnya.


" Ish kan beda Bang " ucap Thalia


Di tempat yang berbeda, mereka juga sedang membicarakan proyek yang sedang berjalan. Arthur mendatangi kantor yang sekaligus tempat yang Riza tinggali.


" Selesai nggak Ri dua hari lagi ?


" mereka minta di percepat, karena perkantoran nya sudah mau beroperasional "


" Kita usahakan dulu ajah Tur, sepertinya bisa selesai. karena hanya tinggal finishing - finishing saja "


Arthur menyenderkan bokong nya pada pinggiran meja sambil memijat pundaknya sendiri.


" Ada apa ??" tanya Riza penuh selidik.


" Akh nggak, hanya saja , setelah selesai pekerjaan ini. lanjut lagi Paman Yoda " jawab Arthur mencoba menyampaikan apa yang ada di pikirannya.

__ADS_1


" Santai ajah kalau masalah itu, kita kan masih punya kosong dua Minggu. pergunakan lah untuk kau Honeymoon " terdengar galak tawa Riza.


Arthur melemparkan sisa potongan kayu mengarah ke arah tubuh Riza.


Brakkk


" AW " Riza pura - pura meringis kesakitan seolah - olah lemparan kayu itu mengenainya. padahal Riza hanya mengerjai Arthur.


Riza merasa heran karena pekerjaan seberat dan sebanyak apapun , Arthur tak pernah memikirkan dan menjadikannya beban. pasti yang lainnya lagi, pikir Riza. tapi apa pun itu Riza berharap tak terlalu serius dengan apa yang di pikirkan Arthur.


" Aku balik !!! " Arthur membawa tas kerjanya.


" Iya hati - hati, Baik - baik nyetirnya Tur !!! "


Riza berhasil membuat Arthur tertawa lepas dengan candaannya. bukan tanpa maksud Riza melakukan itu. karena dari semenjak Arthur menginjakkan kakinya di kantor tak sedikitpun Arthur seperti biasanya, banyak bicara dan tertawa. tapi sore ini, Arthur lebih banyak diamnya.


Apartemen Arthur.


Seperti biasa, Nora menyiapkan makanan untuk makan malamnya. tapi ada sedikit yang berbeda, Nora merasa penuh kepanikan dan kekhawatiran serta ketakutan. meski tak berakibat fatal tapi lumayan membuat sedikit tak berfokus.


" Kenapa harus mengundangnya kesini ?"


" Kan bisa ketemu di luar ?"


" Padahal mereka bisa kumpul berempat kalau mau rame tinggal ajak Bima dan Riza "


" Arrrrggghhhh "


Nora mempertanyakan itu semuanya hanya didalam batinnya saja. Nora sempat menolak secara halus pada Arthur untuk tidak mengundang keluarga Alex ke tempat nya. Tapi raut wajah Arthur menampakkan agak kecewa dengan apa yang di ucapkan Nora.

__ADS_1


Saking asiknya melamun dengan banyak pertanyaan yang tak menemukan jawabannya tanpa sadar Arthur sudah berada di belakang Nora.


" Kenapa melamun " tanya Arthur melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Nora dan mengecup tengkuknya beberapa kali.


__ADS_2