Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp 12


__ADS_3

Bima sudah menggendong Ale membawa masuk kedalam rumah, dan diletakkan dikamarnya. sedangkan Thalia membawa tas mainan dan susu formulanya.


" Terima kaih Bim " Ucap Thalia setelah Bima meletakkan Ale diatas tempat tidur.


" Sama -sama Nona Thalia "Balas Bima langsung undur diri dari kamar.


Thalia menatap punggung Bima sampai menghilang dibalik pintu.


" Aku akan menebalkan wajah ku dan harga diri ku Bim, supaya bisa dilirik oleh mu"Guman Thalia masih menatap pintu yang terbuka.


Thalia kemudian membersihkan diri, tidak lama di kamar mandi karena takut Ale akan terbangun dan mencarinya.setelah selesai dengan berganti pakaian, Thalia keluar dari dalam kamar, menuju meja makan. yang ternyata sudah ada Bima duduk sana sedang melahap makanan yang sudah disiapkan Bibi.


" Maaf Nona Thalia, saya makan duluan"Ucap Bima datar.


" Iya tidak masalah Bim. mau nambah Bim?"Tanya Thalia saat piring Bima sudah bersih tidak ada sisa.


" Tidak Nona terima kasih, saya sudah kenyang".


Thalia hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Bima pamit dari meja makan menuju salah satu kamar kosong di rumah itu dengan tentangan paper bagnya.


Thalia mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya dengan tatapan mata yang selalu tertuju pada Bima.


Sedangkan didalam kamar, Bima baru selesai membersihkan dirinya. hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Drrt


Bima mengambil ponsel, membuka pesan dan membacanya langsung. dengan mengepalkan tangannya karena isi pesan yang sangat melukai hatinya. Bima meneruskan isi pesannya pada Alex. Setelah itu Bima melemparkan ponselnya keatas tempat tidur. dan langsung mengeluarkan pakaian dari dalam paper bagnya.


Thalia baru saja hendak beranjak dari kursinya. tiba-tiba saja bisa datang menghampirinya dengan mengakatakan sesuatu yang sangat sulit dipercayanya.


" Ayo kita menikah Nona Thalia!, saya akan melamarmu pada Bos Alex dan Ibu Nora dan juga Nyonya Serra".Ucap Bima tanpa basa-basi lagi.


Thalia hanya melongo mendengarkan ajakan Bima. Bahagia, senang tentu saja itu yang sekarang dirasakannya. namun Thalia tidak ingin mengambil risiko sendiri. karena itu dia akan meminta pendapat orang-orang terdekatnya.


" Lalu Kak Anora? "Tanya Thalia dengan sorot mata yang berkaca-kaca. karena takut pada akhirnya dia lagi yang akan terluka dan bahkan bisa berkali lipat.


" Anora sudah menolak saya, jadi tidak ada alasan lagi untuk saya berjuang atau mengharapkan sesuatu yang mustahil saya dapatkan"Jawab Bima jujur.


Ya. tadi setelah mandi, pesan yang dibacanya dari Anora. Permintaan maaf karena Anora tidak bisa menerima atau melanjutkan kedepannya bersama dia. pedih pasti itu yang sangat dirasakan. namun dia pria, tidak ingin tetap fokus pada satu wanita saja. diusia yang cukup matang baginya. harus sudah memikirkan istri bukan lagi pacaran ala anak ABG.


" Jadi aku pelampiasan dari Kak Anora?"Tanya Thalia sedikit tercubit hatinya.


" Kalau Nona beranggapannya seperti itu, anggaplah seperti itu. tapi yang pasti saya akan mempertahankan yang pantas dan mau bertahan disisi saya. kalau pun sekarang jawaban Nona Thalia tidak, tidak masalah saya akan mencari wanita lagi yang bersedia".


" Aku bersedia Bim untuk menikah dengan mu"Ucap Thalia mantap tanpa mau berpikir panjang lagi. karena perasan cintanya pada Bima begitu besar.


Kalau mau dianggap bodoh, ya mungkin itu lah Thaia saat ini. mau menikah dengan pria yang jelas-jelas tidak mencintainya. Namun dia akan buktikan bahwa ketulusan dan cintanya pada Bima akan membuat Bima balik mencintainya dengan lebih.


" Baik, saya akan berbicara pada kedua orang tua Nona. dan saya akan mengurus pernikahan kita".

__ADS_1


" Lalu apa kamu akan belajar untuk selalu mencintai dan menerima aku Bim?".


" Iya Nona. saya akan sekuat tenaga untuk mencintai dan menerima kehadiran anda".


Cup


Thalia mendaratkan kecupan singkat dibibirnya Bima setelah Bima selesai dengan ucapannya.


" Aku mencintaimu Bim, sangat ".


Bima hanya diam menatap Thalia tanpa mampu membalas ucapan Thalia.


" Aku akan setia menunggu sampai kamu bisa membalasnya Bim".


Bima hanya mengangguk paham.


##


Satu bulan sudah berlalu, Thalia dan Bima sudah mendapatkan restu dari semua orang terdekatnya. dan mereka akan melangsungkan pernikahan satu minggu lagi.


Nora sudah berkumpul dengan mereka lagi di rumah dengan si tampan Nick yang terlihat semakin menggemaskan setiap harinya. walau sebenarnya Nora bersedih karena keputusan Ano yang lebih memilih tinggal di Malaysia bersama Papanya. tapi itu mungkin lebih baik untuk hubungan Thalia dan Bima yang mulai ada perkembangan yang cukup bagus.


Malaysia, Pernikahan Arthur dan Anya digelar dengan sangat mewah. dan satu hal yang pasti, Anya sudah menerima kekurangan Arthur jika memang pada akhirnya mereka tidak mempunyai anak. Namun Sekarang Arthur sudah menjalani operasi dan tinggal menunggu hasil perkembangannya.


Dan Anora, ikut bekerja di perusahaan Mr. Smith mengangantikan posisi Arthur. karena Arthur diberi sebuah kepercayaan untuk mengembangkan perusahaan yang sudah dibangun Mr. Smith sebagai hadiah pernikahannya.


Namun Anora ikut tinggal dengan Arthur dan Anya. atas permintaannya Anya, dengan alasan biar ada yang menemani atau hanya sekedar untuk cerita.


" Bagaimana di kantor hari ini? "Tanya Anya sudah bergabung di ruang keluarga bersama Anora dan Arthur.


" Aku Mom "


" Aku sayang "


Jawab Arthur dan Ano bersamaan sambil terkekeh geli.


" Baiklah untuk kamu sayang "Tunjuknya pada Arthur.


" Dan kamu sayang "Tunjuknya pada Ano.


" Lancar Mom "


" Lancar sayang "


Jawab keduanya dengan kompak walau tidak janjian.


Mereka tertawa bersama, menikmati cadaan yang ringan di sore hari.


" Hari ini Papa mengundang Riza menginap disini, karena habis meeting dengan perusahaan Papa"Arthur memberktahu kedua wanita yang paling dalam hidupnya.


" Iya sayang tidak masalah. kamar di rumah kita banyak yang kosong. dari pada menginap di hotel mendingan dia ngobrol bersama kita"Jawab Anya karena sudah sangat hapal cerita tentang Riza dari mulut Arthur sendiri.

__ADS_1


" Betul itu Pa "Ucap Ano menimpalinya.


" Untuk makan malam kita sudah aku siapkan"Ucap Anya.


" Terima kasih Mommy "Ano mengecup sayang pipi Anya.


Tidak berselang lama, Riza pun sudah sampai di rumahnya Arthur.


" Om Riza "


" Ri "


"Ano "


" Arthur, Anya "


Mereka pun bersalaman dan saling memeluk.


" Ayo Ri duduk "Arthur mempersilakan.


" Terima kasih kalian sudah mengundang ku dan memberikan tempat tidur untuk ku malam ini"Ucap Riza tulus


" Santai Ri "


Arthur dan Riza terlibat obrolan yang sangat serius, membahas kerja sama mereka kedepannya.


Kemudian mereka melanjutkannya ke meja makan. meski Ano dan Anya tidak terlalu mengerti dengan obrolan kedua pria yang berada dihadapnya, namun tetap tidak mengganggu momen kebersamaan mereka.


Arthur dan Anya sudah pamit masuk kedalam kamar setengah jam yang lalu. karena memang Arthur sudah sangat lelah. dan karena dari tadi pun Arthur dan Riza sudah banyak mengobrol.


Kini menyisakan Riza dan Ano yang sama-sama masih di ruang keluarga.


" Ano "Sapa Riza.


" Iya Om Riza, ada apa? "Tanya Ano langsung. karena Ano sudah merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan Riza padanya.


" Bima.... "Ucapan Riza sengaja digantungnya. karena ingin melihat reaksi Ano jika berbicara tentang Bima.


" Kenapa dengan Bima? bukannya dia sudah mau menikah? "Tanya Ano dengan memperlihatkan senyum manis dibibirnya.


" Iya dia akan segera menikah dengan Thalia. kenapa kamu tidak memberinya kesempatan untuk mengutarakan semua isi hatinya pada mu terlebih dahulu? kenapa kamu langsung menolaknya?".


Anora menatap Riza dengan serius.


" Karena itu lebih baik bagi semuanya. biarlah itu menjadi cerita bagi Bima sendiri ".


Riza menarik nafas dengan sangat dalam dan panjang.


" Tapi sayang, aku tahu cerita itu Ano".


" Tidak masalah, simpan saja untuk Om Riza sendiri. tanpa memberitahukannya pada ku. biarlah itu menjadi rahasia Bima dan Om Riza".

__ADS_1


Ano pamit undur diri dari hadapan Riza setelah mengucapkan kalimatnya.


" Bima sudah mencintaimu sebelum Pak Yoda !!".


__ADS_2