Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 67


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima sudah berada di Jakarta di rumah kediaman Alex untuk menemui Opa.


Harapan Bima satu - satunya saat ini yang bisa di mintai tolong. dan semoga beliau tidak menolaknya.


Mereka sudah disini, di ruang kerja Alex. Yaitu Bima dan Opa. sudah duduk saling berhadapan.


" Opa " Ucap Bima menyapa terlebih dahulu dan menjabat tangannya.


" Ku kira kau tidak tau arah jalan pulang " Tanya Opa menyindir Bima.


" Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ?" Tanya Opa.


" Saya langsung ke inti permasalahannya saja. Pak Alex lagi tidak dalam kondisi baik. Dia hampir tiga bulan hanya di rumah tanpa ke kantor. karena Ibu Nora berada di tahanan.


Saya mohon Opa untuk bisa bicara dengan Pak Alex dan memberikan dukungan untuknya. karena selama di dalam tahanan Ibu Nora tidak pernah mau menemuinya atau menerima barang apapun. bahkan untuk bisa membela dirinya saja Ibu Nora sangat menolaknya " Ucap Bima menjelaskan panjang lebar.


" Bim, Alex bukan sudah anakku lagi. jadi untuk apa aku repot - repot menemuinya apalagi hanya untuk memberi dukungan atau semangat " Ucap Opa tegas.


" Alex sendiri yang memilih perempuan itu jadi selesaikan lah Bim segala urusannya sendiri " Ucap Opa lagi penuh penekanan.


" Kalau Opa tak bisa datang sebagai orang tua dari Pak Alex. setidaknya Opa bisa datang menemui Pak Alex sebagai bentuk rasa kemanusiaan. Maaf kalau saya lancang " Ucap Bima tetap mencoba mendapatkan bantuan dari Opa.


" Tentu saja saya sangat tau apa yang Pak Alex lakukan kepada keluarga besarnya untuk bisa bersama Ibu Nora.. "Ucap Bima, menjeda ucapannya untuk membasahi kerongkongan yang mulai terasa kering. " Sudah sangat melukai kalian. Tapi saya mohon tolong bantu saya Opa ?"Ucap Bima tetap memohon."Apalagi saat ini ibu Nora sedang hamil besar".


Deg


" Berarti aku akan mempunyai cucu lagi " ucap Opa dalam hati merasakan ada kehangatan pada hatinya mendengar Alex akan menjadi seorang ayah lagi dan memberikannya seorang cucu.


" Pulanglah Bim, maaf aku tak bisa membantu Mu ?" ucap Opa lagi.


" Ibu Nora tidak seburuk sebutannya seorang pelakor ".


" Baiklah, kalau Opa memang tidak berkenan membantu saya. saya pulang, terima kasih sudah mau mendengarkan saya dan menerima kedatangan saya " ucap Bima Pamit pada Opa dan menjabat tangannya lalu pergi meninggalkan rumah Alex.


Setelah berada dalam taksi yang di pesannya Bima harus menemui seseorang yang bisa di ajaknya sharing tentang masalah ini.


" Riza, mumpung aku masih di sini. aku harap Riza mau bertemu dengan ku " Ucapnya dalam hati.


Kantor Paman Yoda.

__ADS_1


" Anora " Panggil Paman Yoda setelah menandatangani semua berkasnya dan meletakkannya di dalam map berwarna merah.


" Iya Pak Yoda " Jawab Ano berdiri dari tempat duduknya lagu menghampirinya.


" Tolong kamu antar kan berkas ini kepada bagain HRD, sudah di tunggu ! " Ucap Paman Yoda menatap wajah cantik Ano. bahkan lebih terlihat lebih sangat cantik.


" Baik Pak " Ano langsung membawa beberapa berkas dan keluar berjalan sangat cepat ke bagian HRD.


Dengan menyibukkan diri dalam pekerjaan. membuat dirinya sedikit bisa melupakan kesedihannya. apalagi masa magangnya akan segera berakhir dalam waktu dua Minggu lagi.


Berbeda halnya dengan Bima dan Riza yang sudah berada di restoran cepat saji. dan sudah terhidang beberapa makanan dan juga minumannya. Riza meluangkan waktunya untuk bisa bertamu dengan Bima dan mendengar langsung apa yang terjadi pada Alex dan Nora.


Panjang lebar Bima menceritakan yang dia ketahui dari Alex langsung dan ada beberapa kejadian yang sudah menimpa kedua anaknya Alex selama di Surabaya. tentunya ysng saling berkaitan satu sama lain dari setiap kejadiannya.


" Kalau bukan Nora, lalu siapa lagi yang ada di sana ? sementara Alex sendiri melihatnya Nora sudah dalam posisi seperti itu " Tanya Riza cukup heran juga kalau bukan Nora pelakunya.


" Itu yang tidak di ketahui, pertama di rumah itu tidak ada CCTV nya. kedua Ibu Nora tidak pernah mau menerima bantuan pengacara lagi. seperti Ibu Nora sedang menjalani karmanya karena sudah menghancurkan hidup orang lain " Tambah Bima lagi.


" Apa menurut mu Nora menutupi sesuatu ?" Tanya Riza mencurigai sesuatu yang Nora lakukan untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.


" Itu yang sering jadi pertanyaan ku, tapi aku tak pernah menemukan petunjuk apapun di rumah itu " Bima berpikir keras apa ada yang terlewat dari pengamatannya.


" Arthur dan Ano mengira hidup Nora dan Alex sudah sangat bahagia " Ucap Riza.


" Apa kita mencurigai orang yang sama ?" Tanya Riza menarik kesimpulannya.


" Iya mungkin, tapi kita tak bisa gegabah melakukannya " ucap Bima santai.


" Baiklah Ri, aku harus ke bandara lagi. tolong kau pantau yang bisa di pantau dari sini. aku akan pantau di Surabaya. Terima kasih sudah meluangkan waktunya " Ucap Bima berpamitan. membawa soft drink di tangannya.


" Iya Bim, sama - sama. nanti info - info lagi kalau ada hal baru " balas Riza.


Keduanya meninggalkan restoran cepat saji. Bima yang memesan taksi online untuk mengantarkannya ke bandara, sementara Riza mengendarai mobilnya sendiri.


Kantor Serra.


Serra memandang amplop berwarna coklat yang bertuliskan pengadilan yang ada di meja kerjanya.


" Apa harus aku melepaskan Alex ?"

__ADS_1


" Apa aku harus menyerah ?"


" Bagaimana harga diri ku sudah sangat cukup terluka ?"


Arrrrggghhhh


Serra meremas amplop coklat yang selalu di bawa dalam tas kerjanya.


" Nora sialan " Umpat Serra. Menatap Amplop yang sudah di remasnya.


Karena bagaimana pun dia tidak akan pernah rela untuk melepaskan Alex.


Kantor Alex.


" Oh ini ada beberapa dokumen Riza"Ucap Thomas berbicara pada diri sendiri sambil memisahkan beberapa dokumennya.


" Aku saja nanti pulang kantor ke tempat Riza" Ucapnya lagi.


Thomas sudah selesai dengan pekerjaan nya. Dia bersiap akan pulang dan mampir ke tempat Riza sesuai rencananya.


" Pak permisi " ucap Asisten Thomas menghentikan langkah Thomas.


" Hem "


" Besok Pak Yoda meminta Bapak untuk ke kantornya dengan berkas ini " Ucap Asistennya memberikan dokumennya.


" Iya saya akan datang besok " Ucap Thomas dan berjalan lagi meninggalkan ruangannya.


Beberapa menit Thomas sudah berada di dalam mobil mewahnya dan langsung melaju dengan kecepatan sedang karena suasana jalanan yang agak macet.


Bersamaan dengan Anora mengendarai sepeda motor nya yang akan mampir ke tempat Arthur sudah dengan banyak makanan yang di bawanya untuk makan malam mereka.


Beberapa menit berkendara di jalanan menuju tempat Arthur dan Riza. Mobil yang di kendarai Thomas lebih dahulu sampai di tempat Riza. langsung mematikan mesin mobil dan memarkirnya.


Dia keluar dengan membawa map berisi dokumen milik Riza.


Tak berselang lama Motor yang di kendarai Anora sampai juga di tempat Arthur. dia langsung memarkirkan sepeda motor kesayangannya di sebelah mobil mewah Thomas.


Thomas menoleh ke tempat parkir mobilnya. dia melihat seseorang sedang memarkirkan motornya.

__ADS_1


Thomas melihat ke Anora yang sangat terlihat semakin cantik.


" Anora " Panggilnya.


__ADS_2