Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 70


__ADS_3

Thalia langsung berlari kearah Alex dan memeluknya erat.


" Daddy, ini benar kan Daddy? " Ucap Thalia melepas pelukannya kemudian dia menyentuh wajah tampan Daddy nya.


" Iya sayang ini Daddy " Ucap Alex mengusap kepala Thalia.


Alex melihat Opa yang begitu acuh padanya. Serra hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun.


Thalia mengajak Alex untuk sarapan bersama. dia menarik satu kursi untuk Alex dan menyuruhnya untuk duduk.


" Aku ambilkan ya Dad " Thalia membalikkan piring dan mengisi dengan makanan kesukaan Daddy nya.


" Bi Sum, minta tolong buatkan kopi untuk Daddy " Ucap Thalia setengah berteriak.


" Iya Non Thalia, sebentar " balas Bi sum cepat.


Hanya dalam hitungan detik Kopi panas sudah datang diantarkan Bi Sum.


Alex begitu di hargai dan di sayangi oleh anak perempuannya, Thalia. dia pun merasa senang dengan perlakuan Thalia padanya.


" Terima kasih sayang " Ucap Alex tulus.


" Ayo Tha juga makan bareng Daddy " Ajak Alex pada Thalia.


" Boleh aku makan dari piring Daddy ?" Tanya Thalia penuh harap.


Alex hanya mengangguk mengiyakan sambil menyuapi Thalia dengan makanan kesukaannya.


" Thomas tidak kelihatan " Tanya Alex mengedarkan pandangannya.


" Iya paling sebentar lagi Dadd, sekarang Abang selalu telat sarapannya. udah gitu sekarang aku susah masuk ke kamarnya karena selalu di kunci " Ucap Thalia membuat Alex tersenyum tipis.


" Tha, Mommy ke kantor ya " Pamit Serra pada Thalia.


" Iya Mom Hati - hati " Balas Thalia menghampiri dan memeluk Mommy nya.


" Opa aku berangkat " Pamitnya juga pada Opa sambil berjalan ke arah pintu utama.


" Iya hati - hati " balas Opa meninggalkan meja makan langsung menunju lift.


Alex masih berada di meja makan bersama Thalia. dia ingin melihat Thomas terlebih dahulu. Setengah jam sudah dari kedatangan Alex, Tapi Thomas masih belum turun.


" Apa Thomas setiap hari seperti ini " Tanya Alex hati - hati sambil menoleh ke arah Thalia yang ada di sampingnya.


" Iya Dadd hampir dua bulan ini kalau aku perhatikan ya seperti ini " Jawab Thalia.

__ADS_1


" Apa Thom yang terjadi ?" Tanya Alex dalam hati.


Mereka melanjutkan sarapannya lagi. Thalia begitu menikmati setiap momennya bersama Alex.


" Apa Daddy akan lama di sini ?" Tanya Thalia mengambil tissue dan membersihkan mulutnya.


" Mungkin " Jawab Alex pendek.


" Daddy bisa tidur dikamar ku Dadd " Tawar Thalia.


" Tidak sayang, Daddy bisa pakai kamar tamu atau numpang tidur sama Thom " Tolak Alex halus.


" Boleh tuh Daddy biar seperti kaya dulu kita tidur bertiga di kamar ku atau di kamar Abang" Ucap Thalia senang mengingat hal itu dan senyum - senyum.


" Daddy "


Thomas berdiri disampingnya Alex. Dia begitu terkejut sampai mengerutkan dahinya karena masih pagi begini ada Daddy nya di sini bersama mereka


" Thom, sarapan bersama " Ajak Alex mengarahkan pandangannya pada Thomas.


" Wajah tampan putra ku bisa berubah jadi manusia yang tidak memiliki perasaan karena perbuatan ku " Ucap Alex dalam hati.


" Duduk Thom " Alex menarik kursi dan memegang pundak Thomas dari belakang agak mendorongnya pelan agar duduk di kursinya.


" Apa yang Daddy perlukan dari kami lagi ?"


" Apa Tante Nora sudah tidak mau sama Daddy lagi ? "


Thomas memberondong Alex dengan banyak pertanyaan tapi Alex masih bersikap santai.


" Abang udah jangan berisik, banyak tanya lagi. makan sarapannya terus berangkat sana ke kantor " Thalia merasa terusik dengan Thomas yang banyak bertanya pada Daddy nya.


Thalia hanya ingin menikmati setiap momen bersama Daddy nya tanpa harus membahas atau bertanya apa pun tentang Alex dan Nora yang penting Daddy nya ada di sini bersamanya.


Thomas dengan perasan kesalnya mengambil Roti dan langsung di olesi dengan selai.


Thalia yang melihat tingkah Thomas seperti itu menjulurkan lidahnya hanya untuk meledeknya.


Surabaya, Rumah Tahanan.


Entah kenapa perasaan Nora hari ini begitu gelisah dari semanjak dia membuka matanya di pagi buta.


Dia mengusap perut buncitnya sedang merasakan pergerakannya calon bayinya yang belum di ketahui jenis kelaminnya.


" Sehat - sehat ya sayang, sebentar lagi kita berjumpa. Mama sudah tidak sabar menantikan hati itu. Kita akan hidup bahagia, Mama janji itu " Ucap Nora dalam hati sambil terus mengusap perutnya.

__ADS_1


" Apa dia bergerak - gerak lagi ? " Tanya Ibu Rosa ikut mengusap perut Nora dan merasakan pergerakannya.


Nora tersenyum melihat interaksi calon bayinya. begitu lincah dan aktif.


" Sehat terus " Ucap Ibu Rosa berbisik di perut Nora.


" Iya Nenek, sebentar lagi kita ketemu ya " Jawab Nora menirukan suara anak kecil.


Mereka tertawa bersama - sama.


Beberapa jam sudah di lewati Arthur dan Ano untuk sampai di Surabaya. lebih tepatnya di Rumah Tahanan Surabaya. Berbekal alamat yang dikirimkan Bima beberapa waktu lalu.


Banyak perasaan yang muncul begitu saja di hati Ano. ada sedikit keraguan yang tiba - tiba menyerang hatinya. Apa mau Nora menemuinya?, Apa Nora merindukannya ?.


" Kita sudah sampai di tempat tujuan Pak " Ucap Bapak Taksi Online pada Arthur.


Ya, mereka setelah sampai di bandara langsung memesan Taksi Online karena tidak ingin merepotkan Bima dengan kedatangannya. Padahal Bima dengan senang hati akan mengantarkan mereka.


" Oh Iya Pak, Terima kasih " Ucap Arthur. dia dan Ano langsung keluar dari mobil dan memberikan beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu.


" Pa, ini tempatnya " Tanya Ano memegang lengan Arthur.


Akan seperti apa penampilan Nora saat ini di tempat ini. Membayangkan itu membuat Ano harus menarik nafasnya dalam - dalam.


Mereka melihat bangunan besar, megah dan sepertinya sangat luas bila di lihat dari luarnya saja. Ada beberapa orang berseragam yang berjaga di pintu penjagaan.


" Mau langsung kesana apa mau makan dulu?" Tanya Arthur melihat ketakutan di wajah Ano.


" Ano nggak lapar Pa, Apa Papa mau makan atau minum dulu " Tanya balik Ano menatap intens wajah Arthur.


Arthur hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Ano.


" Ayo " Ajak Arthur mendekati pintu penjagaan yang sangat ketat.


" Permisi Pak, Selamat Sore " Ucap Salah satu penjaga yang berseragam dan bertuliskan nama Heru di name tag nya dengan ramah setelah Arthur dan Ano berdiri tepat di hadapannya.


" Iya Pak, Selamat Sore. Kami ingin mengunjungi saudari kami yang ada di dalam tahanan " Jawab Arthur sopan.


Ano mendengar Papanya menyebut Mamanya Saudari, Seperi ada goresan luka yang tersiram air cuka." Pa, aku ingin kita kembali bersama " Jerit Ano dalam hati.


" Baik, kalau boleh tau siapa namanya Pak? " Tanya Pak Heru.


" Namanya Nora... " Ucap Arthur terhenti karena kerongkongannya terasa sangat kering. ditambah lagi menyebutkan nama perempuan yang masih bertahta di hatinya.


" Nora Alicia Josephin " Lanjut Arthur.

__ADS_1


__ADS_2