Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 53


__ADS_3

Kantor Arthur.


Arthur tak bisa tinggal untuk satu - dua hari di Jakarta. ini sudah hari ke lima Arthur sibuk dengan pekerjaannya di sana.


Ada beberapa hal bisa di limpah kan atau di kerjakan Riza tapi ada hal juga harus dia sendiri yang melakukannya.


Setiap hari dia tidak absen untuk menelpon Nora dan Calon bayi nya. meski hanya sekedar bertanya kabar.


" Sudah seperti minum obat kau menghubungi Nora " Ucap Riza meledek melemparkan pensil yang sedang di pegangnya.


" Dia sedang hamil " ucap Arthur tanpa ekspresi apapun di wajahnya. dia tak bisa menyembunyikan keadaan ini lebih lama lagi pada sahabatnya itu.


" Hamil " Ucap Riza kaget karena dia mengetahui alasan kenapa seharusnya Nora tak akan bisa hamil lagi.


" Siapa Bapak nya ??? " tanya Riza dengan menatap tajam pada Arthur dan meremas kertas yang ada dihadapannya. karena Riza saksi hidup bagaiman Arthur mencintai, menyayangi dan memuja Nora.


" Mungkin Alex " jawab Arthur ragu karena dia pun tidak pernah membahas, membicarakan atau bertanya masalah ini dengan Nora.


" What ??? kegilaan apa ini Brother " ucap Riza penuh emosi.


" Kenapa Bisa Alex ?? " tanya Riza lagi penasaran dan mengepalkan kedua tangannya.


Hening


Hening


Mereka hanya diam dengan pikirannya masing - masing dengan banyak pertanyaan yang mungkin saja sama.


" Mungkin aku akan pulang ke Surabaya " ucap Arthur.


" Aku akan temani kau sampai sana. dan besoknya bisa langsung ke sini lagi " ucap Riza karena tak ingin membiarkan Arthur sendiri dalam situasi seperti ini.


Surabaya Kediaman Atrhur.


Nora merasa bosan tidak ada lagi yang bisa di kerjakan nya. dia mengambil buah apel dari meja makan dan membawanya ke ruang depan.


Dia menatap bingkai yang masih tergantung disana. dia tak akan mengira pernikahannya hancur berkeping - keping dengan pengkhianatan yang dilakukannya.


Kenapa Arthur tak pernah memarahi atau menyakitinya atau meminta berpisah darinya padahal luka yang dia berikan begitu sangat dalam.


Dia membuka sedikit pintu rumahnya untuk merasakan hembusan angin dari luar. karena rasanya begitu panas sekali hari ini.


Dia mendaratkan bokongnya di atas sofa dengan kaki yang di luruskan ke atas meja.


Dia sedang sibuk dengan potongan buahnya ketika terdengar samar - samar langkah kaki yang mendekat dan semakin dekat.


Nora menoleh ke arah pintu, terlihatlah sosok yang ingin dia lupakan. walau jauh di lubuk hatinya dia sangat merindukan sosok itu. Apalagi sekarang ada hal yang membuatnya begitu terikat.

__ADS_1


" Alex " ucap Nora lirih.


" Apa aku boleh masuk ?" tanya Alex masih berdiri diambang pintu.


" Iya, masuk lah!. kalaupun aku usir sekali pun kamu akan tetap masuk juga kan " ucap Nora apa adanya.


Alex tersenyum mendengar perkataan Nora tentang dirinya. memang seperti itu adanya suka memaksa. apalagi dia paling suka memaksa Nora untuk berlayar bersama di samudra luas yang banyak dengan begitu kenikmatan.


Pikiran liarnya sudah mulai jalan kalau sudah seperti ini.


" Kenapa tersenyum seperti itu ?? " tanya Nora penuh selidik.


" Akh tidak " ucap Alex menggaruk kepala yang tidak gatal dan menutup pintunya.


" Apa yang membawa mu kesini " tanya Nora datar.


" Kita dan anak kita " ucap Alex lembut tapi tegas.


" Kalau ini anak mu pasti aku dan Arthur sudah berpisah. sampai disitu saja harusnya kamu paham " ucap Nora merasa ada yang sakit di ulu hatinya.


" Pasti Arthur tidak tau tentang kita makanya dia percaya kalau yang ada disini anaknya " Ucap Alex tak percaya dengan yang di katakan oleh Nora sambil mengusap pelan perut Nora.


" Dia sudah tau bahkan sangat tau tapi dia laki-laki baik mau memaafkan perempuan hina seperti aku " ucap Nora bersemangat dia tak ingin melakukan kesalahan lagi. cukup waktu itu tidak kali ini.


" Jangan katakan kamu hina, kamu perempuan yang sangat bersih dan berarti dalam hidup ku " ucap Alex sendu.


Alex masih tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Nora. dia sangat yakin dengan dirinya bahwa anak yang di dalam perut Nora itu adalah darah dagingnya.


" Kamu silahkan keluar aku mau istirahat " ucap Nora mendekat ke pintu dan menyuruh Alex untuk segera pergi.


" Baiklah aku akan pergi. jaga diri mu dan anak kita. aku pastikan kita akan bersama " ucap Alex terpaksa harus rela berpisah dengan mereka.


Alex melangkah dengan gontai mendekati pintu dan membuka pintu secara perlahan dan hal yang diluar dugaannya datang terjadi.


Arthur dan Riza menatap kaget dua orang yang ada di dalam rumahnya.


" Mas " ucap Nora panik


" Arthur " ucap Alex takut membuat Nora dan anaknya bahaya bila Arthur melakukan sesuatu yang membahayakan.


Arthur masuk dan mendekat ke arah Nora. dan memeluknya.


" Kamu tidak apa - apa " tanya Atrhur.


" Tidak Mas " ucap Nora khawatir Arthur akan marah padanya.


" Arthur, sebe - " ucap Alex terpotong begitu saja menggantung di udara.

__ADS_1


" Tak ada yang perlu di jelaskan. semua sudah jelas. silahkan kau keluar dari rumah ku " ucap Arthur tegas.


Arthur menolak untuk mendengar kan kenyataan yang akan membuatnya hancur berkeping - keping lebih dari yang sudah - sudah.


" Maaf Pak Alex sebaiknya bapak pergi dari sini " pinta Riza berusaha menengahi. tapi Alex masih dengan kekeuh ingin mengatakan semuanya pada Arthur.


" Kau belum tau semuanya atau bahkan kalian tak pernah membicarakan ini "


" Aku ingin kau tau Aku sangat mencintai Nora dan akan memiliki seorang anak "


" Apa yang kami lakukan memang sudah menyakiti banyak orang tapi aku tak menyesalinya.


" Kami sudah pernah mencoba untuk saling menjauh tapi tak bisa. petasan kami terlalu kuat.


" Apa yang kami rasakan pun bukan suatu kesalahan "


" Kami saling mencintai " ucap Alex berkali - kali menjelaskan tentang dirinya dan Nora.


Arthur sudah sangat tersulut emosi dengan apa yang diucapkan oleh Alex. begitu terluka harga dirinya sebagai suami dan kepala rumah tangga. " apa dia bilang saling mencintai " ucapnya dalam hati.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Arthur sudah kehilangan kontrol atas dirinya. dengan membabi buta dia mendaratkan pukulan - pukulan keras pada tubuh Alex. sontak saja membuat tubuh Alex terkapar tak berdaya banyak keluar darah.


" Mas hentikan " Nora memohon pada Arthur untuk berhenti memukul Alex karena dia takut kalau urusannya akan panjang bahkan ke kantor polisi. itu yang di hindari Nora.


Dengan cekatan dan tanpa di komando Riza membopong Alex masuk kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat karena sudah banyak mengeluarkan darah.


" Kamu mencintai dia " tanya Arthur mantap dengan mata yang begitu merah penuh dengan amarah dan air mata.


" Mas aku mohon tenang " ucap Nora memeluk tubuh Arthur dengan tarikan nafas yang begitu kasur.


" Kamu mencintai nya " tanya Arthur tenang dalam pelukan Nora. dia harus menyiapkan diri apapun yang di katakan Nora.


" Maaf Mas " ucap Nora tambah erat lagi memeluk tubuh Arthur.


" Bukan itu yang ingin aku dengar " ucap Arthur lembut.


Hening


Hening

__ADS_1


Hening


" Iya aku mencintainya " gumam Nora lirih tapi masih sangat jelas di dengar Arthur. apapun bisa di pertahankan tapi kalau sudah tak ada cinta sudah seharusnya dia melepaskannya.


__ADS_2