Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 55


__ADS_3

Riza segera berlari begitu sudah sampai di halaman rumah Arthur. takut apa yang di katakan Alex terjadi. Dia langsung masuk melihat pintu terbuka mencari keberadaan Arthur dan Nora. Pemandangan yang sangat miris dia dapatkan.


" Nora " Riza mendekati Nora dan berjongkok di hadapannya. " Apa Serra kesini ?" batinnya.


Dia melihat bagian kepala yang begitu mengkhawatirkan. tercium bau amis yang sangat menyengat.


Karena tak ada penolakan dari Nora saat menyentuhnya. dengan cepat Riza menggendong tubuh Nora masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit. " Kemarin Alex, sekarang Nora " gumamnya dalam hati.


Jakarta, Kediaman Alex.


Bi sum membawa masuk amplop coklat berukuran sedang yang baru saja di terimanya dari kurir.


" Non Thalia sudah sarapan " tanya Bi sum saat berpapasan di ruang depan.


" Sudah Bi Sum baru selesai " dia meletakkan tasnya di kursi.


" Itu apa Bi ??? "


" Surat untuk Nyonya "


" Titip aku ajah. Mommy dari semalam belum pulang " jelas Thalia


" Baik Non " Bi sum menyerahkan amplopnya. dan pamit untuk ke dapur melanjutkan pekerjaannya.


" Dari pengadilan " gumamnya.


Thomas sudah berdiri di depan Thalia sambil main ponsel. " Apa itu De "


" Surat dari pengadilan Bang, memangnya Mommy punya urusan apa sampe harus ke pengadilan segala ??"


Deg


Thomas menyambar amplop yang ada di tangan Thalia. dia membuka paksa amplopnya sampai surat yang di yakini Thomas pun sudah di baca dan di remasnya kasar.

__ADS_1


" Sialan " umpatnya sambil menendang kaki meja yang ada di depannya.


" Abang apaan " Thalia penasaran dengan isi suratnya sampai Abangnya Marah seperti itu.


Thalia mengambil surat yang sudah tergeletak di bawah kursi.


Hik Hik Hik Hik


" Daddy Mommy mau pisah " Isak tangisnya terdengar begitu pilu.


" Aku mau Daddy Mommy "


" Aku nggak mau pisah dengan mereka Bang "


" Aku nggak mau ikut salah satu dari mereka "


Tangisan Thalia yang histeris menjadi perhatian semua para pelayan di rumahnya. Mereka melihat apa yang terjadi. dan mereka tau kalau Tuan dan Nyonya nya akan berpisah.


" Aku mau bareng mereka terus "


" Kita lakukan sesuatu biar mereka tidak pisah Bang ".


Thomas memeluk Thalia. dan memberikan semangat untuknya tetap akan bersama dan tidak akan pernah terpisah.


Surabaya, Rumah Sakit Husada.


Nora mengalami luka yang cukup parah di daerah kepala. hampir penuh dengan luka di kulit kepalanya. Dokter pun menyarankan untuk memotong habis rambutnya.


Tak banyak yang bisa Riza dan Bima lakukan. Mereka tak mungkin mengurus kedua orang ini terus - terusan yang memerlukan perawatan terlebih lagi dengan kondisi Nora.


Riza sudah meminta Anora untuk pulang ke Surabaya. untuk saat ini hanya dia yang bisa merawatnya.


" Bim, Aku harus balik ke Jakarta. pekerjaan tak mungkin terus - terusan aku tinggalin. aku sudah minta Anora untuk pulang jadi kau sementara tunggu dia dulu " Riza sudah memesan tiket pesawat nya dan akan terbang sore ini.

__ADS_1


" Arthur ??" tanya Bima yang tak melihatnya.


" Itu dia, karena Bos kau Arthur menyendiri menenangkan hati dan pikirannya " ucap Riza.


" Apa Ibu Serra yang sudah membuat Ibu Nora seperti ini ??" tanya Bima menahan lengan Riza yang akan pergi.


" Saat aku kesana. rumah sudah terbuka dan Nora sudah seperti itu kondisinya. aku tak melihat atau bertemu Nyonya Serra. tapi orang yang paling punya alasan untuk menyiksa Nora sedemikian rupa ya hanya Nyonya Serra " Riza menjelas kan apa yang di lihatnya.


" Apa aku bilang saja ya sama Pak Bos, ibu Nora di rawat juga? " tanya Alex lagi meminta saran.


Riza mengangkat kedua bahunya. " Terserah kau saja ".


" Kau ini " Bima memukul lengan Riza.


Masih di kota Surabaya tepatnya di sebuah kamar Hotel X yang sangat merah. Serra menyembunyikan dirinya di sana.


Sudah empat botol wine yang di habiskan nya. siapa tau membantu menghilangkan rasa sakit hatinya. tapi ternyata tidak. malah sungguh berkali - kali lipat rasanya.


Semua nya sudah hancur. hanya karena satu proyek yang mereka tanda tangani. seolah menukar dua kehidupan rumah tangga yang tadinya harmonis dan penuh kasih sayang.


Serra melempar botol minumnya sembarang arah hingga begitu banyak pecahannya. dia mengambil satu pecahan botolnya dan meletakkan di atas permukaan lengannya.


" Alex ... Nora ... kalian menjijikan, brengsek, Pengkhianat, pecundang, mati saja kalian " Tanpa lelah Serra meneriaki mereka.


" Bukan aku yang harus mati, tapi mereka yang harus mati untuk membayar rasa sakit hati ku dan Keluarga Ku " tekadnya dalam hati.


Jakarta, Kantor Paman Yoda.


Anora menatap nanar ke arah Paman Yoda " Paman Yoda tau tentang hubungan Om Alex dan Mama??"


" Iya, secara tidak langsung "


" Ayo kita berangkat. Paman akan mengantar kan mu !! "

__ADS_1


" Sopir Paman sudah menunggu di bawah "


Paman Yoda menarik tangan Anora supaya berjalan disampingnya. pemandangan ini pun tak lulus dari bisik - bisik para pegawai yang lain.


__ADS_2