
Satu Minggu sudah berlalu, Arthur sudah berada di negara tetangga sesuai dengan tempat kerjanya sekarang, Malaysia. menjadi rumah kedua bagi Arthur. Dan Arthur hanya menyewa apartemen saja untuk dua tahun kedepan yang dekat dengan kantornya.
Hari ini, hari pertama dia masuk kantor. Sarapan hanya cukup dengan dua lembar roti dengan isian selai kacang dan nanas serta teh manis panas. dengan pakaian yang tidak terlalu formal tapi tetap terlihat sopan bila dikenakan dalam lingkungan bekerja. Perjalananya dari Apartemen ke kantornya hanya memakan waktu kurang dari lima belas menit.
Setelah sesampainya di kantor, Arthur menaiki lift yang akan membawanya kelantai tertinggi gedung ini. dimana tempat para petinggi bekerja menyelesaikan setiap proyek-proyek besarnya.
Semuanya sudah terlihat sudah berada dimeja kerjanya masing - masing. Arthur berjalan perlahan mencari ruang kerja Mr. Smith. Klien yang sudah mengajaknya bekerja.
" Arthur " Terdengar suara laki - laki memanggilnya. lalu dia menoleh ke arah sumber suara ternyata si Pemilik suara Mr Robert Smith.
" Selamat Pagi Mr, Smith. " Sapa Arthur dan mereka saling menjabat tangan.
" Ayo silahkan masuk " Mr. Smith membukakan pintu ruang kerjanya untuk mereka dan mempersilahkan Arthur untuk menggunakan meja kerja yang berhadapan langsung dengan meja kerjanya Mr. Smith.
" Ini meja kerja yang sudah aku sediakan, aku harapkan kita bisa menyelesaikan proyek besar kita untuk pertama kalinya dengan lancar tidak ada hambatan apapun " Mr. Smith duduk di kursi kebesarannya.
" Terima kasih Mr. Smith semoga kinerja saya bisa memuaskan hasil proyeknya nanti " Arthur merendah dengan caranya bekerja.padahal dia memiliki kemampuan dan jam terbang yang sudah sangat mumpuni di bidangnya yang sudah mengantarkan Nora's Furnitur mempunyai nama yang sangat besar.
Di negara berbeda dengan waktu yang memiliki selisih satu jam lebih cepat dari negara yang menjadi tempat tinggal Arthur sekarang ini.
Terlihat Nora dengan kesibukan barunya. menjadi orang tua baru untuk bayi yang sudah dilahirkannya dengan nama Aleysa. karena sudah sangat lama sekali hampir dua puluh satu tahun profesi menjadi Ibu untuk bayi dilakoninya.
__ADS_1
Rasa gugup tentunya sesekali datang menghampirinya ketika dia sendiri agak kesulitan dalam menenangkan bayi cantiknya. sampai - sampai Alex sang suami yang harus turun tangan bahkan dengan telaten bisa memberi ketenangan bayi Aleysa.
" Cinta, Aleysa nya sudah tidur. kamu mau aku bawakan sarapan disini atau kemeja makan bergabung bersama kami" Alex mengusap lembut punggung Nora yang terlihat sangat bergetar karena dia sedih hanya karena tidak bisa membuat tenang bayinya. Alex sudah terlihat sangat tampan dan gagah dengan kemeja yang membalut tubuh atletisnya yang sudah siap untuk bekerja.
" Mungkin Ale pagi ini ingin aku timang-timang sebelum aku tinggal berangkat ke kantor. jadi tidak ada masalah untuk apapun. kamu tetap Mamanya yang paling the best buat Ale dan istri cantik aku" Pagi-pagi Alex sudah mengeluarkan gombalan mautnya.
" Udah jangan menangis nanti Ale bangun dan menyalahkan Daddy nya lagi "Alex menghapus air mata Nora dan membawa Nora keluar dari kamar untuk bergabung dengan Anora dan Thalia di meja makan.
" Selamat pagi Tante Nora "
" Selamat pagi Ma "
Thalia dan Ano menyapa Nora yang baru terlihat baru keluar dengan pakaian rumahan yang sederhana tapi tetap masih bisa memperlihatkan pesona kecantikannya.
Nora menuangkan nasi dan beberapa lauknya diatas piring dan meletakkannya di hadapan Alex. Begitu juga Nora mengisi piringnya sendiri dengan nasi dan sayuran serta lauknya.
" Selamat makan " Nora mulia memakan makanannya dengan tenang tanpa berbicara.begitu juga dengan Alex, Thalia dan Ano langsung melahap makanannya dengan semangat.
Setelah selesai dengan sarapannya. Alex pamit pada ke empat wanita yang sangat memberinya kebahagian yang tidak bisa diungkapkannya lewat kata.
" Anora dan Thalia tolong bantu Mama untuk menjaga dan menemani Aleysa. mungkin Daddy hari ini pulang malam. karena ada beberapa meeting untuk proyek baru yang akan Daddy kerjakan "
__ADS_1
" Dan kamu cinta Mama nya Aleysa tolong jaga kesehatan demi kita semua. jangan terlalu banyak berpikir apapun ok. kalau memang memerlukan aku tolong cepat hubungi aku, akan ku usahakan untuk pulang dan bekerja dari rumah" Tambah Alex seraya meraih kedua tangan Nora dan membawa dalam dekapannya. sedangkan Nora hanya mengangguk mengiyakan atas apa yang dikatakan oleh Alex.
Alex pun berangkat ke kantor dengan mengendarai mobilnya sendiri.
" Ale tidur ya Ma ?"Tanya Ano membawa Nora masuk kedalam kamarnya untuk melihat si mungil Aleysa yang diikuti Thalia dari belakang dengan membawa beberapa cemilan ditangannya.
" Iya Sayang tadi Daddy nya yang sudah menggendongnya sampai Ale tertidur "Jawab Nora dan mendaratkan bokongnya diatas tempat tidur. dia membereskan beberapa helai pakaian yang masih berada di tempat tidurnya.
" Tante Nora, boleh nggak aku kalau aku ngajak Kak Ano ke tempat Opa. rencananya bulan depan Tan, aku mau nyusul Mommy dan Abang ?"Thalia meletakkan cemilan yang sedang di makannya di atas meja sambil meminta pada Nora supaya bisa mengizinkannya membawa Ano ke tempat Opanya.
" Ano sendiri bagaimana?" Tanya balik Nora menoleh ke arah Ano yang sedang menggoyang - goyang ayunan Aleysa dengan wajah yang selalu tersenyum bila melihat si cantik adik kecilnya.
" Kalau aku punya anak dengan Paman Yoda pasti tidak kalah lucu dan menggemaskan dari Aleysa" Gumamnya dalam hati serta memperlihatkan senyum tipisnya.
" Kak Ano ditanya juga ?" Volume suara Thalia agak dikeraskan karena Ano tidak langsung menjawab Nora.
" Akh iya Tha kenapa?" Tanya balik Ano gelagapan seolah Thalia dan Nora tau akan isi hatinya saat ini.
" Tante Nora tanya gimana dengan Kak Ano mau ikut aku nggak ke tempat Opa?" Thalia memperjelas pertanyaannya dan berharap semoga Ano bisa ikut dengan dirinya.
" Kalau aku ikut nanti siapa yang bantu jaga Mama dan Aleysa, Tha?,sedangkan Om Alex untuk sekarang ini lagi sibuk dengan mega proyeknya. pasti akan sangat jarang bisa meluangkan waktu untuk Mama dan Aleysa"Jawab Ano yang lebih mementingkan dirinya tinggal disisi Nora dan Aleysa ketimbang ikut dengan Thalia. tentu saja Ano ingat dengan sikap Thomas yang seperti itu pasti akan sangat membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
Ketiganya terdiam.benar juga apa yang baru saja disampaikan Ano. Bagi Thalia, dia tidak ingin membuat Mommy nya beranggapan jika dia lebih betah atau lebih memilih tinggal bersama Nora. sedangkan bagi Ano ya itu yang menjadi alasannya dan sementara bagi Nora tidak masalah jika Ano akan ikut bersama Thalia. tapi nanti bagaimana dengan Opanya Thalia dan keluarga Thalia yang lainnya yang berada disana?. apa bisa menerima kedatangan Ano yang notabenenya Anak dari perempuan yang sudah mengambil Daddy nya?.