
Jakarta, Kediaman Alex.
Thalia duduk termenung di balkon kamarnya. mulai mencari ketenangan jika Daddy nya tidak menepati janji untuk datang lagi menemuinya.
Dengan ponsel yang selalu ditangannya. berharap Daddy nya akan mengabarinya sedang dalam perjalanan. tapi nyatanya Daddy nya tidak menunjukkan ada tanda kerah sana.
" Apa aku kesana susul Daddy ke surabaya ?" Tanyanya pada diri sendiri.
" Tapi nanti bertemu dengan Tante Nora" Ucap nya lagi bingung harus bagaimana?.
Drrrttt
Drrrttt
Sebelum Thalia mengangkat panggilan telponnya, dia berharap Alex lah yang menelponnya.
Ya, benar saja saat melihat layar ponselnya tertera nama Daddy nya. seketika wajah yang bermuram durja jadi langsung ceria seketika.
" Daddy " Panggil Thalia saat menjawab telpon dari Daddy nya.
" Aku kira Daddy lupa sama janji Daddy"Ucapnya dengan memasang wajah cemberutnya seolah - olah Alex bisa melihat ekspresi wajahnya.
" Iya sayang, maaf Daddy baru kasih kabar sama kamu. Oia, Bisakah Thalia mengunjungi Daddy di sini dan untuk tinggal beberapa hari bersama Daddy?" Alex meminta pengertian Thalia akan dirinya yang belum bisa pulang ke Jakarta.
" Apa karena pekerjaan Daddy belum selesai?" Tanya Thalia.
" Iya sayang ternyata tidak cukup waktu satu atau dua hari untuk menyelesaikannya seperti yang sudah Daddy janjikan"Jawab Alex menjelaskan.
" Aku harus minta izin mommy dulu Dadd" Ucap Thalia, bagaimana pun Serra orang tua yang tinggal bersamanya saat ini.
" Iya pasti Mommy Tha mengizinkannya. nanti kabari Daddy lagi kalau sudah dapat izin. biar Bima yang mengurus keberangkatan Thalia kesini. bagaimana ?" Tanya Alex.
" Iya Dadd, nanti aku kabari Daddy ya" Ucap Thalia senang.
" Tha, nanti Daddy telpon lagi sekarang Daddy harus kerja " Ucap Alex menunggu jawaban Thalia.
" Iya Daddy sayang, selamat bekerja"Ucap Thalia sebelum menutup telponnya.
" Ternyata Daddy tidak bohong " Gumamnya sambil melihat layar ponselnya.
Perasaan gelisah Thalia seketika sirna setelah berbicara dengan Daddy walau hanya lewat sambungan telpon.
__ADS_1
Surabaya, kediaman Alex.
Anora membuka kulkas, melihat ada begitu banyak bahan makanan yang bisa di olah. Dia memutuskan untuk membuat menu makan siangnya.
Dengan cekatan dia mengiris semua bumbu, mencuci bersih sayuran dan beberapa potong daging serta ada beberapa buah.
Sudah satu jam dia berkutat didalam dapur. akhirnya selesai juga makanannya. dia menatanya di meja makan.
" Sepertinya enak " Gumamnya memuji masakannya sendiri sambil tertawa cekikikan.
Ano mencoba beberapa potong daging dan sayuran, dan sesuai dengan ekspektasinya memang tidak mengecewakan, pikirnya.
Drrrttt
Drrrttt
Ano berlari ke dalam kamar mengambil ponselnya melihat siapa yang menelponnya
" Paman Yoda " Gumamnya.
" Iya Paman, Baiklah aku akan kedepan melihat paketnya " Ucap Nora dan langsung saja mematikan telponnya lagi.
Dia berjalan ke arah pintu utama untuk melihat paket apa yang dikirimkan Paman Yoda padanya.
Ano membuka pintunya lebar dan sungguh terkejutnya dia saat melihat paket yang di terimanya.
" Paman Yoda " Panggil Ano langsung loncat kedalam pelukan orang yang sekarang dekat dengannya.
Untung saja Paman Yoda mempunyai tubuh yang kekar dan Atletis serta sudah mempersiapkan diri untuk hal apapun yang akan di lakukan Ano padanya. sehingga dengan enteng dan mudah Paman Yoda menangkap tubuh Ano dengan sempurna.
Beberapa detik saling pandang, bibir keduanya sudah saling menyatu. Paman Yoda membawa masuk kedalam tanpa melepas taut@n bibir mereka dengan posisi Ano yang masih dalam pelukan Paman Yoda. dan menutup pintu rumah dengan menggunakan satu kakinya.
Paman Yoda membawanya duduk di sofa ruang tengah. dengan ciuman yang semakin bergairah.
Ciuman mereka terlepas setelah beberapa detik saling menghis@p.
" Paman sangat merindukanmu" Ucap Paman Yoda dengan jujur karena memang sekarang dunianya hanya ada Anora sembari memainkan bibirnya dengan jari berototnya.
" Aku juga sangat merindukan Paman" Balas Ano menggoda Paman Yoda.
Mereka memulai lagi kegiatan yang sudah menjadi candu bagi keduanya. untuk terus bisa bermain dengan bibirnya masing-masing
__ADS_1
memberikan rasa kenikmatan untuk lawannya
membuainya dengan sentuhan halus dan sensual.
Tangan kekar Paman Yoda sudah berada di atas gunung kembar kesukaannya. mulai merem@s lembut hingga kasar dari luar pakaiannya sehingga Ano memekik sakit dengan rasa yang begitu nikmat.
Sedangkan tangan Ano mulai membuka kancing kemeja yang dipakai Paman Yoda. begitu takjubnya Ano melihat apa yang ada dibalik kemeja yang di pakai Paman Yoda sungguh membuat Ano menelan salivanya.
Ano melihat dada bidang dan kekarnya Paman Yoda. dia mulai nakal memainkan jari lentiknya di atas kulit eksotis Paman Yoda membuat sang empunya menahan suara alaminya saat seperti ini.
Tak mau kalah dengan Ano, Paman Yoda menarik kaos yang di pakainya ke atas dan membuangnya sembarang. tersisa pembungkus dua gunung kembarnya yang masih tergantung sempura.
Paman Yoda memberikan sentuhan di atas permukaan daging kenyalnya, memij@t dan menekannya lembut dengan tatapan yang tidak lepas dari kedua gunung favoritnya.
" Jangan dilihat Paman!" Ano memegang kemudian memalingkan wajah Paman Yoda pada arah yang lain sementara tangan Paman Yoda sudah berhasil membuka pengait br@nya.
" Emmm, itu sangat indah sayang " Balas Paman Yoda.
Kegiatan his@p menghis@p pun sudah tidak bisa dielakkan lagi. begitu rakus mulut Paman Yoda bermain di kedua daging kenyal tidak bertulang itu. sudah begitu banyak warna merah yang tercetak disana tapi Paman Yoda tetap menambahkan lagi warna merah di tempat lainnya.
Perlahan Paman Yoda membuat Anora berbaring di atas sofa. mulai menjelajah dari setiap inci wajah, bibir, leher dan dadanya.
Saat bibir Paman Yoda menuju perut mulus nan putih Ano. terdengar suara yang langsung menghentikan kegiatannya.
" Kamu laper sayang ?" tanya Paman Yoda menarik tangan Ano sehingga terduduk. dengan cepat menggendongnya dan membawanya ke dapur.
" Iya " Ucap Ano singkat.
" Pakaianku tolong ambilkan " Pinta Ano pada Paman Yoda.
" Makan lah cepat, tidak masalah seperti itu. setelah kamu selesai makan, Paman yang akan memakan mu " Ucap Paman Yoda yang terdengar horor di telinganya.
Dengan terpaksa Ano makan tanpa menutup gunung kembarnya. melihat tatapan liar Paman Yoda pada tubuhnya sudah membuatnya sport jantung. ditambah lagi jakunnya yang naik turun semakin menambah suasana mencekam dan penuh gair@h.
Hotel X.
Sebentar lagi waktu pulang kantor. Bima sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.
" Bim, nanti minta tolong untuk mengurus penerbangan Thalia " Ucap Alex yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
" Kapan Bos ?" Tanya Bima yang masih berada di depan layar monitornya.
__ADS_1
" Nanti setelah ada kabar karena Thalia harus meminta izin dulu pada Mommy nya " Jawab Alex.
" Ok siap Bos, nanti di info lagi ajah Bos" balas Bima beranjak dari meja kerjanya.