
" Tidak cinta, jangan lakukan apapun " Alex memohon pada Nora.
" Kasihanilah istri saya, Dia sedang hamil anak pertama kami, kami akan berikan apapun tapi saya mohon jangan bawa istri saya " Alex menekuk lututnya bersimpuh di kedua kaki Orang tua Suster Nur.
" Berikanlah kembali anak kami yang sudah di hilangkan nyawanya oleh istri anda? " ucap Ibunya Suster Nur dengan mata berkaca-kaca.
" Saya akan berikan kebebasan pada istri Anda, asalkan anda mengembalikan Nurly kami " ucapnya sudah terisak - Isak.
" Alex, biarkanlah aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan "
" Kami akan biak - baik, tak perlu khawatir".
Ucap Nora menengahi kedua belah pihak dan mencoba menenangkan Alex.
" Ayo Pak Bu De kita jalan " ajak Nora berinisiatif.
Sungguh terselip rasa iba dan tak tega melihat kondisi Nora tapi bagaimana juga dengan anaknya Nurly harus mendapatkan keadilan.
Hotel X
Bima berinisiatif untuk menghubungi Alex atau Nora untuk menanyakan kabar mereka. tapi sayang tidak ada yang mengangkat telponnya.
" Tidak seperti biasa mereka tidak ada kabar seperti ini " Bima merasa heran.
Bima mencoba lagi menghubungi mereka, tapi tetap sama tidak ada yang menjawab.
Rumah Sakit.
Cafetaria
" Kapan Thalia bisa pulang ?" Tanya Paman Yoda pada Serra.
" Mungkin besok baru bisa pulang " jawab Serra.
" Apa Paman tau kenapa Alex tidak datang kesini ?" Tanya Serra.
" Kata Bima, Alex ke sini dari Thalia masuk rumah sakit. setelah persediaan darah untuk Thalia sudah ada, Alex nya langsung pulang.
Mereka sudah tinggal bersama " ucap Paman Yoda menjelaskan sekaligus memberitahukan Serra kalau Alex dan Nora sudah tinggal satu atap.
Deg
Meskipun sudah tau hal ini pasti akan terjadi tapi tetap saja rasa sakit hatinya tak bisa di pungkiri dan tak bisa untuk mencegahnya.
Serra menundukkan kepalanya merasakan sesak di dada nya yang begitu luar biasa.
" Kenap kau tidak melepaskan Alex seperti Arthur yang melepaskan Nora ?" tanya Paman Yoda hati - hati karena pasti sedikit banyaknya akan menyinggung harga diri Serra.
__ADS_1
" Aku masih mencoba untuk bertahan untuk kedua anak ku " ucap Serra mencoba menyelami perasaan anak-anaknya.
" Kalau kau sudah tau Alex tak akan pernah kembali coba lah untuk melepaskannya. biar tidak memberikan harapan apapun pada Thomas dan Thalia. kau juga coba untuk melepaskan beban di hatimu " ucap Paman Yoda mencoba memberikan pendapatnya.
" Walaupun pada awalnya akan sangat terasa sakit tapi Paman yakin kedua anakmu bisa mengerti dengan caranya sendiri " ucapnya lagi.
Serra hanya terdiam tak memberikan jawaban lagi. Mungkin ada benarnya juga. tapi untuk saat ini biarlah seperti ini dulu.
Mereka kembali ke kamar rawat Thalia tanpa membicarakan apapun lagi.
Dalam perjalanan ke kantor polisi, Alex masih saja terus memohon dan meminta kepada keluarga Suster Nur untuk tidak membawa Nora ke jalur hukum. tapi tak ada satupun dari mereka yang menyetujuinya.
Setalah mobil mereka berhenti terparkir di kantor polisi. Mereka langsung turun dan menuju ke dalam kantornya.
Begitu juga dengan mobil yang dikendarai oleh Alex sudah terparkir.
" Apapun yang akan terjadi pada kami nanti jangan melakukan hal bodoh atau nekad apapun "
" Pulanglah pada keluarga Mu, tebus semua kesalahan kita dengan membahagiakan mereka "
" Cukup sampai disini kamu mengantarkan kami "
Cup
Nora mencium kening Alex dengan sangat lama.
" Kami pasti baik - baik di sini " ucapnya lagi keluar dari dalam mobil. dan menemui mereka yang sudah ada di pintu masuk.
" Apa yang harus aku lakukan " ucapnya frustasi dan memukul stir mobilnya.
Di dalam kantor Polisi.
" Selamat siang Pak Bu ada yang bisa kami bantu ?" tanya salah satu petugas kepolisian.
" Iya Pak saya ingin mengakui sesuatu " ucap Nora terlihat tenang dan mencoba kuat.
" Oh Baik Pak Bu silahkan duduk " ucap Pak Petugas ramah.
" Silahkan Bu mau mengakui apa ? " Tanya Pak Petugas mode mendengarkan dengan seksama setelah melihat mereka telah duduk semua berhadapan dengannya.
" Begini Pak, saya sudah menghilangkan nyawa Suster Nurly dengan senagaja " ucap Nora tanpa beban apapun. dia akan terbebas dari Alex dengan cara seperti ini.
" Suster Nurly siapa ? dan hubungan nya apa dengan Ibu ? " tanya Pak Petugas serius.
" Suster Nurly, Anak saya Pak. yang bekerja merawat dan menjaga Ibu Nora ini. tapi Ibu Nora juga yang sudah membuat nyawa anak saya hilang Pak " Ucap Ibu nya Suster Nurly.
" Bagaimana Ibu bisa menghilangkan nyawa Suster Nurly " tanya Pak Petugas.
__ADS_1
" Saya menusuk dua kali di bagian perutnya " Jawab Nora enteng.
" Ada alat bukti nya ? ada saksi atas kejadian ini ? " Tanya Pak Petugas.
" Ada Pak " Nora mengeluarkan pisau yang sudah di bungkus kain sebelumnya dan meletakkannya di atas meja.
Ternyata Nora sudah mempersiapkan semuanya. termasuk mempersiapkan hati dan mentalnya.
" Saya saksinya Pak . pada saat saya ke rumah Ibu Nora sudah terdapat dua luka tusukan di perut korban "Jawab salah satu Bapak dari team medis.
" Saksi ketika terjadinya penusukkan "
" Suami saya, Alexander " jawab nora tanpa keraguan.
" Kami ingin Ibu Nora mendapatkan hukuman yang setimpal Pak " ucap Ibunya Suster Nurly.
" Baik Bu saya akan buatkan laporannya. silahkan Pak Bu menunggu. Terima kasih " Ucap Pak Petugas pergi dengan membawa barang buktinya.
Bapaknya Suster Nurly sesekali melihat ke arah Nora. " kalau dilihat langsung Ibu Nora. seperti tak percaya rasanya kalau dia yang sudah menghilangkan nyawa Nurly. tapi Ibu Nora sendiri sudah mengakui perbuatannya " Ucap nya dalam hati.
Dengan perut buncitnya dan kepala yang plontos dengan beberapa luka." Ibu Nora",
Batinnya lagi.
Alex yang masih berada di dalam mobil melihat ponsel yang sejak tadi berbunyi. dia melihat nama Bima dengan banyak panggilan telpon.
Drrrttt
Drrrttt
" Iya Pak Bos " jawab Bima setelah menjawab telponnya.
" Bim, Saya dan Nora lagi di kantor polisi " ucap Alex datar.
" Kantor Polisi ? Iya Bos share loc Bos " ucap Bima langsung mematikan sambungan telponnya dengan sepihak. karena rasa panik yang menghinggapinya.
Alex mengusap - usap wajah nya dengan kasar.
Setelah menunggu beberapa menit Pak petugas datang lagi dan duduk di kursi kebanggaannya.
" Setalah melihat barang bukti dan saksi yang cukup untuk pelaporan keluarga korban, maka Ibu Nora sebagai terlapor atau tersangka akan kami tahan untuk sementara waktu di sini. sampai menunggu putusan sidangnya " ucap Pak Petugas menjelaskan dengan rinci.
" Berapa lama Ibu Nora akan di tahan " Tanya Bapaknya Suster Nurly.
" Nanti itu tergantung kebijakannya Pak. ini kan Ibu Nora mengakui sendiri perbuatannya itu bisa dianggap mempermudah kerja kami sebagai aparat penegak hukum. biasanya akan mendapatkan keringanan " jawab Pak Petugas.
Deg
__ADS_1
Alex tak kuat menahan tubuhnya sendiri saat mendengar Nora yang akan di tahan.
" Bos " ucap Bima membatu menahan tubuh Bosnya biar tidak terjatuh.