
" Iya Pak, itu lebih bagus. karena memang Bapak sendiri yang bisa membuat Thomas mengakuinya dan Bapak bisa cepat membebaskan Ibu Nora" Ucap Riza dengan membuka tutup botol minumannya.
" Saya akan menyiapkan pengacara untuk mengurus ini semua. bukti yang saya dapatkan mungkin bisa membantu Nora saat ini. untuk itu saya juga ingin Thomas mengakui kesalahannya pada keluarga korban " Ucap Alex menjelaskan rencananya.
Alex memperlihatkan ponselnya kepada Riza dan memutar video yang sudah di rekam Alex tentang percakapannya dengan Thomas.
" Betul Pak, ini mungkin bisa dijadikan sebagai alat bukti " Balas Riza menyerahkan kembali ponsel Alex.
" Tapi saya juga tidak tau apa lagi yang akan Thomas lakukan pada kami terlebih Nora " Ucap Alex belum bisa memastikan langkah apa yang akan Thomas ambil setalah ini.
" Iya mungkin Bapak harus lebih hati - hati lagi" Ucap Riza memberi saran.
" Iya, saja juga minta tolong untuk dibantu mengawasi pergerakan Thomas saat berada di luar sementara aku akan membawa keluarga korban kesini. karena akan sulit sekali untuk mengajak Thomas ke Surabaya" Ucap Alex menatap Riza.
Alex dan Riza menoleh ke arah pintu bersamaan. Karena kemunculan Arthur yang membawa kopi panasnya yang selalu bisa menemani hari - hari tersulit dalam hidupnya. lalu mendekati mereka dan ikut bergabung duduk bersebelahan disampingnya Riza kemudian meletakkan kopinya di atas meja bersebelahan dengan dua botol mineral yang berukuran sedang.
Tatapan keduanya yang tajam saling melihat dengan intens ke arah satu sama lain.
" Arthur, Mungkin ini sudah sangat terlambat untuk meminta maaf pada mu. tapi tetap aku ingin sampaikan permohonan maaf ku yang sudah terjadi antara kita " Ucap Alex tegas sambil berdiri dan mengulurkan tangannya pada Arthur.
Arthur melihat Alex yang mengulurkan tangan terarah padanya. Dia diam untuk beberapa saat.
" Semoga kau bisa lebih bisa membahagiakan nya daripada ku. dan semoga permasalahan kalian cepat selesai " Balas Arthur yang mencoba berdamai dengan keadaannya yang saat ini dan menerima uluran tangan Alex dan menarik kuat tangan Alex berpelukan dengan dirinya.
" Kalau kau sekali saja membuatnya tidak bahagia atau menangis lagi aku bisa pastikan dia dan bayinya akan bersama ku kembali " Ucap Arthur memberi ancaman pada Alex.
__ADS_1
Dia beberapa kali menepuk punggung Alex dengan cukup kencang sehingga menimbulkan suara yang begitu nyaring terdengar di telinga mereka.
" Bisa aku pastikan mereka akan bahagia bersama ku " Balas Alex tegas dan melepaskan pelukannya dari Arthur tanpa membalas tepukan kencang Arthur pada punggungnya.
Mereka kembali duduk di posisi semula. Riza begitu lega dan senang melihat kedua lelaki yang sangat berwibawa itu bisa berdamai dengan keadaannya masing - masing.
" Dulu aku dan Nora anak yang di besarkan panti asuhan. kami berdua langsung di adopsi secara bersamaan oleh kedua orang tua angkat kami yang sudah lama tidak memiliki anak. kenapa kami bisa diadopsi secara bersamaan? karena kami sudah tidak bisa dipisahkan dan tidak terpisahkan lagi. dengan pertimbangan itu kami bisa tumbuh besar bersama " Ucap Arthur memulai ceritanya sambil meminum kopi nya perlahan karena masih terlihat kepulan asap.
" Seiring berjalannya waktu aku sangat menyadari kalau aku sudah jatuh cinta akan sosok Nora yang menurut ku sangat ideal dan sempurna untuk dijadikan pendamping hidup.Aku memberanikan diri berbicara kepada kedua orang tua angkut ku. dan beruntungnya aku saat itu mereka merespon baik apa yang aku inginkan " Ucap nya lagi dengan melihat Alex yang mendengarkannya bercerita.
" Waktu itu Nora tidak menolak keinginan ku yang ingin mengajaknya membina rumah tangga. bahkan dia sangat bersemangat sekali membantu kedua orang tua angkat ku mempersiapkan pesta pernikahan kami "
Hufffhhht....Arthur menghela nafas panjang.
" Tapi sayang aku tak bisa memberikan kebahagiaan itu. karena aku ingin berusaha membangun lagi usaha kedua orang tua angkat ku. yang pastikan akan banyak waktu, tenaga dan pikiranku yang tercurah pada usaha itu. sehingga aku membuat diriku tidak bisa untuk membuahi Nora lagi tanpa sepengetahuan dirinya. karena pasti dia akan merasa sangat kecewa dengan keputusan yang aku ambil "
" Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa membuatnya mencintai ku. tapi bersama mu tak butuh lama dia sudah bisa merasakan kehadirannya dan sangat terlihat jelas dari pancaran mata indahnya. Maka dari itu tidak ada alasan bagiku lagi untuk membuatnya bertahan disisi ku apalagi dengan berita kehamilannya. Pasti akan sangat membuat nya bahagia " Tutup Arthur dan langsung pamit dari ruangan itu berjalan perlahan membuka pintu dan menutupnya lagi.
Alex mengusap wajahnya dengan kasar sekaligus ada rasa bahagia yang membahana dalam hatinya tentang rasa yang sama yang dimilikinya bersama Nora.
Alex menatap Riza dan tersenyum.
" Akan aku pastikan Nora akan lebih bahagia bersama ku " Ucap Alex dan pamit juga pada Riza karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi untuk penerbangannya ke Surabaya.
Sebelum berangkat ke bandara Alex menyempatkan dirinya pulang ke rumah untuk berpamitan pada Thalia.
__ADS_1
Alex langsung menuju kamar Thalia karena dia tidak menemukannya di bawah.
Alex langsung mendorong pintu dan terlihat Thalia senang bersantai.
" Daddy, darimana saja? " Tanya Thalia melompat dari atas kasurnya dan langsung memeluknya.
Alex menggelengkan kepalanya melihat tingkah senang yang ditunjukkan Thalia.
" Hati - hati Tha, jangan pakai melompat segala berbahaya " Ucap Alex menasehatinya.
" Daddy hari ini akan pulang ke Surabaya untuk mengurus pekerjaan Daddy yang sudah beberapa hari ini Daddy tinggalkan " Ucap Alex mengusap kepala Thalia.
" Kalau pekerjaan Daddy selesai dengan cepat. Besok atau lusa Daddy sudah kesini lagi" Ucap Alex lagi.
" Baiklah Daddy, tapi janji ya kesini lagi tidak pakai bohong " Balas Thalia menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Daddy nya.
" Janji sayang " Ucap Alex membawa Thalia untuk duduk di tepi tempat tidur.
" Daddy minta tolong sama Thalia untuk mengawasi Abang, karena Daddy takut Abang salah dalam bergaul. bisa jadi berteman dengan sesama pebisnis atau orang biasa dan Thalia bisa melaporkan pada Daddy bila ada yang mencurigakan" Ucap Alex beralasan demikian untuk menghindari lebih banyak lagi pertanyaan balik dari Thalia.
" Ok siap Daddy sayang " Ucap Thalia sambil mengangguk.
Alex mengecup pucuk kepala Thalia dan langsung keluar meninggalkan Thalia didalam kamarnya.
Setelah berpamitan Alex langsung menuju bandara dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesannya.
__ADS_1