
" Benarkah Aku hamil?"Serra meraba perutnya yang masih rata sambil melihat kearah layar monitornya.
" Selamat Yoda, dijaga baik-baik Istrinya."
" Selamat Nyonya Yoda "
" Terima kasih Dokter"
" Terima kasih Liz"
Ucap keduanya dengan dibarengi rasa haru dan syukur. terlebih bagi Serra ini masih terasa mimpi baginya.
Paman Yoda membantu Serra untuk bangun dan turun dari brankarnya kemudian mereka duduk lagi berhadapan dengan Dokter Liz.
" Aku sudah meresepkan vitamin untuk diminum.selebihnya bagus semua"
" Baik Liz, Terima kasih banyak. kami pamit. salam buat suami dan anak-anakmu."
" Sama-sama Yoda, nanti kalau ada apa-apa bisa kapan saja menghubungiku"
Setelah berpamitan dan bersalaman dengan Dokter Liz. Paman Yoda dan Serra keluar meninggalkan gedung rumah sakit. menuju mobil yang terparkir didepan gedung. Paman Yoda membukakan pintu untuk Serra.
" Terima kasih " Kemudian Serra masuk dan mendudukan dirinya disebelah Paman Yoda.
Paman Yoda hanya mengangguk mengiyakan lalu Paman Yoda mengitari mobilnya berjalan kearah pintu kemudinya.
Selama dalam perjalanan tidak ada yang bersuara. mereka hanya diam dan sesekali mereka saling melirik kearah masing-masing.
Tidak berselang lama mereka sudah sampai dirumah Mama Ina. dimana Mama Ina dan Opa sedang menikmati makan malam mereka hanya berdua.
Suasan ramai yang terjadi hampir dua minggu kebelakang kini hanya meninggalkan kenangan manis untuk Mama Ina dan Opa.
" Kakak, Opa besok aku akan menikahi Serra"Ucap Paman Yoda setelah sampai dihadapan Mama Ina dan Opa Kedua orang yang dianggapnya sebagai walinya, orang tuanya. dengan langsung tanpa basa basi. atau pembukaan terlebih dahulu. dengan menggandeng tangan Serra yang berdiri disampingnya.
Mama Ina dan Opa tidak terlalu terkejut dengan kabar ini. karena sebelum pergi Yoda sudah memberitahukan semuanya pada mereka.
" Berikan kami waktu tiga hari saja untuk mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk kita di Jakarta. Opa akan mengundang keluarga inti kita saja.hanya tiga hari, jadi bersabarlah!"
" Pesankan tiket untuk kita besok terbang ke Jakarta. Kamu hanya perlu mempersiapkan diri saja. kenapa kalian masih berdiri disitu. tidak inginkah kalian memeluk kami?"Ucap Opa lagi dengan merentangkan kedua tangnnya sambil berdiri dan berjalan kerah Paman Yoda dan Serra.
Yang diikuti Mama Ina dari sampingnya.
__ADS_1
Opa memeluk Paman Yoda sambil menepuk punggungnya."Berbahagialah, kami akan selalu mendoakan dan mendukung kalian."
" Terima kasih Opa"Balas Paman Yoda dalam pelukan Opa.
Mama Ina dan Serra pun saling memeluk erat dengan mata yang sudah berkaca-kaca."Semoga lebih bahagia lagi untuk kalian."
" Terima kasih Mama Ina "Serra begitu terharu dengan keadaan yang sekarang terbalik dengen beberapa jam yang lalu saat dirinya selalu ditemani kesedihan kini berganti dengan kebahagiaan yang berlipat.
" Ikut makanlah bergabung dengan kami"Ajak Mama Ina memegang tangan Serra untuk duduk dekat disampingnga. Paman Yoda pun sama duduk disamping Opa.
Seperti biasa sekarang Serra selalu melayani Paman Yoda bukan hanya ditempat tidur saja melainkan dimeja makan juga.
" Terima kasih sayang "
" Sayang " Gumam Serra dalam hati sambil tersenyum menatap Paman Yoda dan mengangguk mengiyakan.
Mama Ina dan Opa pun ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
Setelah mereka menghabiskan makan malamnya, Paman Yoda dan Serra berpamitan untuk beristirahat. kini mereka sudah berada didalam kamar Paman Yoda.
" Kamu merasa kehilangan sesuatu nggak?"Tanya Paman Yoda memeluk Serra dari belakang.
" Apa?" Tanya balik Serra.
Serra menautkan kedua alisnya sambil berpikir apa yang tertinggal disini." Astaga "
" Apa Paman menemukannya?"Tanya Serra mendongakkan kepalanya kebelakang menatap wajah Paman Yoda.
" Hem " Jawab singkat Paman Yoda.
" Aromanya masih sama seperti kita melakukannya pertama kali"
" Ish Paman " Serra memukul pelan tangan Paman Yoda yang berada diatas perutnya.
" Aww "Teriak Paman Yoda sambil tertawa dan mencium pipi Serra.
Kemudian Paman Yoda membalikkan tubuh Serra sehingga berhadapan dengannya.meraih tangan Serra membawanya duduk ditempat tidur.
" Terima kasih sudah menjadikan ku calon orang tua.Terima kasih sudah sangat mencintaiku. Terima kasih sudah mengisi kekosonganku. Terima kasih sudah bersabar selama satu bulan ini. Terima kasih untuk semuanya".
" Kita akan memberitahukan mereka tentang kehamilanmu saat kita sudah resmi menikah. bagaimana menurutmu?".
__ADS_1
Serra hanya mengangguk. karena ini masih terasa seperti mimpi disiang bolong. sampai dia mencubit pipinya sendiri dan ternyata memang sakit, karena ini memang nyata.
" Kamu belum percaya jika kamu hamil sekarang?!"
" Kamu memang benar sedang hamil sayang, anak kita. anak yang kita inginkan dan harapkan.buah dari cinta kita yang kembali bersemi".
Paman Yoda mencium kening Serra untuk beberapa saat untuk menyalurkan rasa sayang dan cinta yang mulai memenuhi hatinya untuk Serra dan calon anaknya.
" Terima kasih "Ucapnya lagi dengan menempelkan bibirnya pada bibir Serra yang sedari tadi belum bicara lagi.
" Aku mencintaimu dan anak kita serta kedua kakaknya".
Serra tidak bisa membendung lagi tangisan dan kebahagiaannya secara bersamaan. Serra memeluk Paman Yoda dan bersandar didada bidangnya.
" Maafkan sudah banyak menyakitimu baik dulu dan sekarang. Maafkan aku yang sudah memaksamu tapi akhirnya aku berterima kasih padamu karena mau berusaha mencintai dan menerimaku, Terima ka... "
Cup
Paman Yoda mengangkat wajahnya Serra hingga sejajar dengan wajahnya.dan tanpa aba-aba Paman Yoda mencium bibir Serra dengan sangat lembut dan dalam.
Surabaya, Kediaman Alex.
Thalia sudah sampai dirumah sekitar pukul 17.15 setelah berbelanja ditemani dengan Bima karena dirinya yang memaksa. kini Thalia sedang berada dikamar Daddy dan Mamanya.
Thalia dengan sedih menceritakan perpisahannya dengan Mommynya di Bandara. Tidak pernah bermimpi sekalipun tentang berpisah dengan Mommynya tapi malah kenyataannya sekarang mereka berpisah. Nora mengusap punggung Thalia dan sesekali menghapus air matanya.
" Pasti tidak akan lama Mommy Kakak Tha sudah bisa berkumpul dengan kita lagi. Mommy Kakak Tha tidak mungkin bisa bertahan lama jauh dari Kakak Tha dan Abang Thom"Ucap Nora.
" Iya Ma semoga saja Ma. Kak Ano saja aku tidak tau bagaimana kabarnya sekarang? ini lagi Mommy pergi nanti susah untuk komunikasinya".
" Untuk masalah Kak Ano tenang saja Kakak Tha.Kak Ano baik-baik saja. ini hanya masalah waktu. nanti kita bisa berkumpul lagi."Jawab Alex.
Alex dan Nora mengizinkan Aleysa untuk tidur bersama Thalia karena setelah sesi curhatnya Thalia merengak seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan saja. karena ingin bisa tidur bersama Aleysa dikamarnya.
" Iya Ma, Dadd. nanti kalau Ale nangis aku bangunkam Mama dan Daddy"
" Iya Kakak Tha" Alex meletakkan Ale diatas temlap tidur Thalia.
" Sekarang tidurlah,sudah larut malam. Mama dan Daddy balik kekamar ya Kakak Tha."
" Iya Ma, Dadd. Terima kasih "
__ADS_1
Nora dan Alex keluar dari dalam kamar Thalia setelah mencium kening keduanya. Tapi mereka masih berdiri didepan kamar Thalia. karena baik Alex atau Nora ingin memastikan keduanya baik-baik saja. walau jarak kamar mereka tidak terlalu jauh tetap saja Alex ingin memastikannya.