Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 89


__ADS_3

Kediaman Alex.


Paman Yoda dan Ano baru saja pulang dari berbelanja. dengan beberapa paper bag yang dibawanya.dan itu semua milik Paman Yoda.


Kini mereka sedang berada diruang tengah duduk santai dengan menikmati acara televisi yang baru dinyalakan menampilkan acara masak memasak.


Melihat kaki Ano yang berselonjor dengan cepat Paman Yoda merebahkan kepalnya di atas pangkuan Ano. dan Ano hanya menatapnya sekilas karena fokus ke layar televisi.


Paman Yoda meraba punggung Ano dengan gerakan halus dan sangat lembut. Ano hanya diam saja sesekali menepis tangan Paman Yoda.


" Sayang " Paman Yoda mengelus leher Ano.


" Hem " Jawab Ano masih fokus dengan tontonannya.


Paman Yoda masih saja mengelus - elusnya lembut bahkan sekarang turun berada di daerah dadanya.


" Emmm, Paman " Ano merasakan geli yang luar biasa akibat elusan Paman Yoda.


Cup


Paman Yoda menundukkan kepalanya Ano sehingga bersentuhan dengan bibirnya. beberapa saat permainan bibir mereka cukup berimbang. karena Ano sudah bisa mengimbangi permainan bibir Paman Yoda.


Sementara Bima dan Thalia yang sudah sampai dari tadi hanya diam mematung ditempatnya untuk beberapa saat ketika melihat adegan didepan mata mereka, No sensor - sensor.


Bima merasakan hawa panas mengalir ke seluruh tubuhnya melihat perempuan yang disukainya melakukan adegan dewasa bersama kekasihnya. Tapi sebisa mungkin Bima bersikap biasa saja.


Ekhem


Bima berdeham dengan sengaja karena untuk menetralisir keadaan hatinya.


Kedua insan yang sedang saling bertukar Saliva itu begitu kaget dan langsung melepaskan ciuman mereka saat mendengar ada suara orang lain disekitar mereka.


Betapa terkejutnya Ano menoleh kearah suara sudah ada Bima dan Thalia yang sedang berdiri dengan kopernya. sedangkan Paman Yoda biasa saja tidak ada raut wajah yang menunjukkan khawatir, kaget atau apapun itu malah dia sengaja mengusap bibir Ano dengan jemarinya.


Bima begitu terbakar api cemburu melihat adegan slow motion didepannya itu. Ano pun seperti terhipnotis dia membiarkan Paman Yoda menyentuh bibirnya dihadapan mereka.


Sementara Thalia hanya bisa melongo saja dengan adegan drama plus - plus nya.


" Non, saya langsung balik lagi ke kantor.karena sudah tidak ada lagi barang bawaannya " Ucap Bima pamit.


Kemudian menundukkan kepalanya didepan Anora dan Paman Yoda. Dengan langkah yang sangat lebar Bima sudah berada didalam mobilnya dan langsung berkendara membawa mobilnya membelah jalanan dengan hati yang masih membara.


" Tha " Ano menghampiri Thalia ikut berdiri disampingnya.


" Aku ganggu ya Kak, kenapa tadi pintunya tidak dikunci jadi kami bisa masuk ?"Tanya Thalia melihat perasaan tidak enak dari Ano.


" Tidak Tha, tidak sama .." Ucapan Ano terhenti.


" Kamu datang diwaktu yang kurang tepat Tha sayang " Ucap Paman Yoda mencubit gemas hidung Thalia.

__ADS_1


" Ish Paman " Ucap Ano dan Thalia bersamaan lalu keduanya tertawa geli dibuatnya.


" Kalian bisa lanjut lagi kok, aku masuk kamar Kak Ano saja" Ucap Thalia santai dan Thalia hanya menebak saja kamar Ano yang sebelah mana karena sempat sebelumnya melihat Ano keluar dari kamar yang ada didepannya.


" Tha " Ano memasang wajah cemberutnya dan mengekor Thalia dari belakang.


Tapi tiba - tiba saja tubuhnya terasa melayang karena Paman Yoda sudah menggendong dan membawa masuk kedalam kamarnya.


" Paman tidak, ini bukan kamarku" Ano menggerakkan kedua kakinya supaya diturunkan Paman Yoda. tapi sia - sia saja karena Paman Yoda sudah menjatuhkan tubuhnya Ano di atas kasur empuknya.


" Ini kamar kita sayang " Ucapnya horor dan sejurus kemudian kedua bibir mereka pun bertemu saling mengirimkan sinyal kuat yang ada pada tubuh inti keduanya.


Sementara Bima masih saja belum reda dari kobaran abi cemburunya.


" Bisa-bisanya aku kesana hanya untuk melihat adegan dewasa mereka.Kenapa?"Tanyanya pada diri sendiri.


Sekelebat bayangan adegan Paman Yoda dan Anora yang terlihat begitu jelas dari posisinya berdiri. membuat jiwa lelakinya bangkit seketika.


" Akh Sial! Paman Yoda, Anora" Teriaknya dalam mobil.


Hotel X.


Serra dan Thomas baru saja menginjakkan kakinya di kota Surabaya. Meraka menggunakan taksi online menuju Hotel X.


Beberapa puluh menit berlalu, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Lobby Hotel X.


Mereka menuju resepsionis untuk cek in dan mengambil kunci kamar mereka.


Alex yang sedang berkeliling memeriksa keadaan Hotel kini menggunakan lift untuk bisa sampai di Lobby Hotel.


Serra dan Thomas sedang berjalan menuju Lift dengan beberapa pengunjung hotel yang lainya.


Ting


Pintu lift yang membawa mereka ke Lobby pun terbuka.


" Daddy "


" Thom "


Mereka bersamaan memanggil nama masing-masing.


Serra dan Alex berjabatan tangan sudah seperti orang lain saja. Padahal mereka sudah menghabiskan waktu dan membuat kenangan indah mereka bersama kurang dari lima belas tahun.


Alex membawa Thomas dan Serra ke Restoran yang ada di Lobby. Sementara Alex juga meminta kepada salah satu pegawainya untuk membawakan barang bawaan Thomas dan Serra ke kamar yang sudah dipesannya.


" Sebenarnya kami sudah makan Dadd" Thomas melihat beberapa menu makanan dan minumannya.


Alex masih belum bersuara apapun atau bertanya tentang keberadaan mereka disini.

__ADS_1


" Kau mungkin mau pesan?" Alex memberikan daftar menu makanannya pada Serra.


Thomas menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua orang yang berada di hadapannya kini.


" Aku pesan minum saja Dadd" Thomas meletakkan daftar menunya.


" Aku juga minuman saja " Timpal Serra cepat.


" Baiklah " Alex memanggil pelayan untuk memesan minuman Serra, Thomas dan dirinya.


Hening


" Dadd, Thalia dimana?" Tanya Thomas.


" Thalia bersama Anora dan Paman Yoda di rumah" Jawab Alex jujur.


Raut wajah Thomas langsung berubah saat mengetahui Anora bersama Pamannya. reaksi itupun tidak lepas dari pengawasan Serra dan Alex.


" Anora dan Paman Yoda?" Gumamnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Serra dan Alex.


" Kan ada Thalia, Thom" Serra menengahi mencoba membuat suasana Thomas tidak gelisah.


Disini Serra dan Alex menyadari kalau Thomas putra laki-lakinya menaruh rasa pada Anora.


" Anora mempunyai daya tarik tersendiri. bisa manarik tiga pria sekaligus" Gumam Alex dalam hati dengan senyum tipisnya.


" Iya Mom " Balas Thomas singkat.


Hening


Masih tidak ada yang bersuara ketika pelayan datang dan meletakkan minumannya di meja.


" Lex " Serra membuka obrolan terlebih dulu.


" Hem " Jawab Alex cepat.


Keduanya saling menatap, tapi Serra langsung memutusnya dengan melihat kearah Thomas yang masih sedikit murung.


" Pasti kau tau kedatangan kami kesini untuk apa?" Ucap Serra.


" Aku tidak bisa menebak apa yang ingin kau lakukan bersama Thomas. tapi aku harap kali ini tidak akan mencelakai orang lain lagi termasuk keluargaku" Ucap Alex tegas tanpa memikirkan perasaan kedua orang tersebut.


Thomas menatap Daddy nya dengan tatapan yang sulit diartikan dengan mengepalkan kedua tangannya.


Serra yang melihat Thomas seperti itu lalu memegang kedua kepalan tangannya dan menggelengkan kepalanya sembari menatap Thomas.


" Jangan lakukan apapun lagi, Mommy akan menemanimu " Serra mengelus telapak tangan Thomas yang sudah tidak mengepal lagi.


" Aku dan Thomas datang kesini untuk menyelesaikan semua masalah yang sudah dibuatnya, Tolong berikan kami akses untuk bertemu dengan semua pihak yang sudah disakiti putraku. dan kau bisa mengawasi kami untuk itu jika kau masih takut putra ku ataupun aku akan bertindak kejam lagi. Tapi dapat ku pastikan baik Thomas dan aku tidak akan melakukan apapun yang kau sebutkan tadi, mencelakai keluarga mu" Ucap Serra tegas dan panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2