Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp 9


__ADS_3

"Anora duduklah!"


Anora ikut duduk bergabung dengan Bima dan orang tuanya.


Sedangkan Thalia masih berdiri, menatap Bima dengan cukup intens dan sesekali melirik ke arah Daddy Alex dan Mama Nora.


" Tha, tolong bawa Ale bermain. ada yang ingin kami bicara kan dengan Kak Ano".


Thalia menatap ke arah Anora dengan sorot mata seperti memohon sesuatu, tapi entah apa?, dia tidak tahu.


Thalia pun meninggalkan mereka dengan membawa Ale dan menuju ke kamarnya lagi. karena pergi ke tempat mana pun akan sama rasanya patah hati.


Setelah Thalia tidak bersama mereka. Alex langsung mengatakan pada Anora maksud dan tujuan Bima datang ke rumah mereka.


" Iya Dadd, Ma, Aku yang mengatakan pada Bima untuk meminta ku langsung pada kalian. dan aku akan mengikuti apa yang akan kalian katakan padaku nantinya".


Daddy Alex dan Mama Nora saling menatap, jawaban apa pun yang akan berikannya tetap akan membuat salah satu dari anak gadisnya terluka. walau Daddy Alex tidak ingin ini terjadi tapi dia juga tidak ingin membiarkan Bima dalam ketidakpastian.


" Kenapa Kak Ano menyerahkan semua nya pada Daddy dan Mama? bukannya Kak Ano juga mempunyai hak untuk memilih dan dipilih?".


" Iya betul Dadd, tapi kadang apa yang kita pikir baik, belum tentu yang terbaik. aku sudah pernah mengalami dan melihat dari kegagalan jadi aku berharap dengan melibatkan Daddy dan Mama akan memperkecil kegagalan itu sendiri. Apalagi Daddy sudah tahu sosok Bima seperti apa. jadi aku yakin akan pilihan kalian ".


Bima cukup senang karena masih memiliki peluang untuk berharap bahwa dirinya akan diterima dan bisa menjadikan Anora pasangannya.


" Tapi ada yang harus Daddy sampai kan disini...".


Daddy Alex menggenggam tangan Mama Nora setelah menjeda ucapannya.


Anora dan Bima pun menatap intens pada Daddy Alex dan Mama Nora.


" Daddy merestui Kak Ano dan Bima. tapi Daddy juga harus bilang kalau Thalia sudah jatuh hati pada Bima. jadi Daddy mohon pengertiannya dari kalian berdua dalam menjalani hubungan kalian kedepannya".


" Terima kasih Dadd, Ma, sudah berkata jujur padaku mengenai Thalia. dan sepertinya akan sulit Dadd, Ma. karena secara tidak langsung aku yang sudah masuk diantara Thalia dan Bima".


Bima lupa untuk menceritakannya Thalia pada Anora. malah dia mendengar langsung dari Daddy nya disaat yang tidak tepat pula menurutnya.Tapi udah nasib mau bagaimana lagi?.


" Walau aku tidak tahu sejauh mana hubungan Bima dan Thalia disini. tapi aku ingin kita sama-sama terbuka. Aku ingin memberikan kesempatan pada Thalia untuk memperjuangkan Bima. karena aku tahu Thalia sangat mencintai Bima selama ini. dan kamu Bim, berusaha untuk menerima Thalia karena Thalia memang pantas untuk mendapatkan kesempatan dan bahkan sangat pantas untuk diperjuangkan. Kalau memang jodoh mu Thalia, aku dengan senang hati akan ikut berbahagia dengan kalian. tapi kalau ternyata kita memang berjodoh aku yakin Thalia akan menemukan kebahagiaannya sendiri. Kamu masih harus bersabar ya Bim. maaf jika kamu merasa ini tidak adil, tapi aku hanya berusaha untuk berdiri ditengah sambil menunggu waktu akan membawa kita kemana dan pada siapa?".


Bima menunduk lesu untuk beberapa detik, namun pada akhirnya Bima menyadari jika dia masih harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa mendapatkan Anora.


" Baik tidak masalah bagi saya, Karena semua orang berhak mendapatkan kesempatan ".

__ADS_1


" Dan kamu akan memberikan kesempatan pada kita bukan?".


" Iya Bim ".


Alex dan Nora begitu cukup tenang mendengar apa yang dikatakan oleh Anora dan Bima. Walau terselip rasa bersalah karena harus menunda kebahagiaan mereka yang sudah berada didepan mata.


Setelah selesai, Bima pamit langsung akan lanjut ke kantor. satu-satunya tempat yang biasa di tujunya kala merasakan kekalutan seperti sekarang ini. walau dia menerima apa yang dikatakan okeh Anora, namun tetap saja dia tidak bisa bermain dengan hatinya.


" Pak Bos, Ibu Nora, Anora, Saya permisi mau ke kantor lagi. Terima kasih sudah sangat baik menerima saya".


" Kami yang berterima kasih pada mu Bim, mau lebih bersabar lagi dalam menanti kebahagiaan kalian. Maaf jika harus tertunda".


" Tidak masalah Pas Bos, saya permisi ".


" Iya Bim hati-hati "Ucap Alex dan Nora bersama.


" Aku anter Bima ke depan, Dadd, Ma".


Alex dan Nora hanya mengangguk saja.


Ano melangkah kan kaki nya berjalan dibelakang Bima, namun pas saat mau akan sampai di mobilnya, Bima menghentikan langkahnya. karena sejauh ini Ano mengantarkan nya, bukan hanya sampai pintu utama.


" Anora... "


" Maaf Bim, karena aku sudah meminta hal yang terlihat dan terdengar konyol pada mu. tapi sungguh aku tidak ingin ada yang terluka disini. tapi yang pasti kamu bisa pegang kata-kataku, aku berharap bisa berjodoh dengan orang baik seperti mu dan aku akan menantikannya".


Bima menelan saliva nya dengan pelan.


" Saya akan menanti waktu itu, dan kamu memang sangat pantas dan layak untuk selamanya tetap saya cintai".


" Oia Anora, boleh saya meminta nomor ponsel mu?"


Bima menyodorkan ponselnya. dan dengan cepat Ano memasukkan deretan angka nomornya. dan melakakukan panggilan telepon.


" Sudah disave ya Bim "Ano menyerah kan kembali ponsel nya pada tangan Bima.


" Saya Permisi "


Bima undur diri dari hadapan Ano dan memasuki mobilnya. tidak lama Bima melajukannya meninggalkan Anora di depan gerbang.


" Kamu orang yang sangat baik Bim, tapi aku tidak bisa mengabaikan keluarga ku. aku berharap kamu masih memiliki keteguhan hati jika kita berjodoh nanti"Gumam Anora menatap mobil Bima yang semakin menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar, Thalia sedang meratapi nasib percintaannya. yang layu sebelum berkembang. Tapi bagaimana Anora bisa sangat dicintai Bima? sejak kapan?.


Untung saja si cantik Ale anteng tidak rewel, sehingga Thalia dengan leluasa berbicara pada hati dan pikirannya.


Bima pria pertama yang di nilai baik oleh Thalia. karena memang Thalia tidak mengenali sosok pria lain lagi selain Daddy Alex dan Thomas.Sedangkan pria kampus sekarang ini dia mulai memasuki nya lagi. tapi sayang hatinya keburu tertuju pada Bima, Asisten sang Daddy.


" Apa Kak Ano memegang ucapannya? ".


" Apa Kak Ano melupakan apa yang tadi dikatakannya ".


" Apa Kak Ano menerima Bima? ".


" Apa Kak Ano menolaknya? ".


" Apa aku akan ditinggalkan oleh mereka? ".


" Kenapa Daddy tidak mengatakan pada Kak Ano kalau aku sudah jatuh hati pada Bima?".


" Kenapa Daddy lakukan itu?".


Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan dan memenuhi isi kepala Thalia.


Saking karena fokus pada dirinya sendiri sampai tidak menyadari kehadiran Anora yang sudah sepuluh menit berdiri disana, mendengar ocehan Thalia.


" Tha... "


" Tha... " Anora menyentuh pundak Thalia.


Thalia menoleh kebelakang melihat tangan siapa yang sudah bertengger di pundaknya.


" Kak Ano... "Thalia memeluk tubuh Ano.


Hening


Hening


" Apa Kak Ano menerimanya? ".


" Menurut mu Tha? ".


" Bima orang baik, pasti Kak Ano mau menerimanya kan Kak?!".

__ADS_1


" Tepat sekali jawaban mu Tha".


__ADS_2