Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 112


__ADS_3

Surabaya, Kediaman Alex.


Setelah sesi di kamar mandinya selesai, Alex dan Nora kembali ketempat tidur. mereka tidur karena kelelahan habis berolah raga pagi. Alex yang tidak ada capeknya terus saja mencari kenikmatan dan kepuasan dari tubuh putih mulus istrinya.


"Oek... " Alex mendekat ke arah tempat tidur Ale. kemudian mengeceknya.


" Sssttt...sssttt" Alex menepuk-nepuk kakinya dan Ale kembali tertidur. lalu Alex mendekati Nora dan mencium pipinya.


" Ale bangun? "Tanya Nora sambil menggeliatkan tubuhnya.


" Sudah tidur lagi"Jawab Alex memeluk tubuh Nora yang masih polos.


" Kita tidur lagi sampe makan siang ya, masih ada setengah jam lagi"Alex mulai memejamkan matanya kembali.


Terdengar sudah suara nafas Alex yang beraturan dan Nora pun ikut tertidur di dada bidang suaminya.


Malaysia, Kediaman Opa.


Thalia cukup terpukul melihat Serra yag sekarang. tapi dia juga tidak habis pikir untuk hal sepele seperti itu bisa memarahinya. kini Thalia berada di dalam kamar Mama Ina untuk mendinginkan hatinya.


" Mama Ina, sebenarnya Mommy kenapa? aku baru pertama dimarahi Mommy"Thalia menghapus air matany.


" Mungkin ada sesuatu yang merubah keadaan hati pikirannya?"Mama Ina menenangkan Thalia.


Thalia mengingat percakapannya tadi didalam kamar sebelum ke meja makan dan Serra sempat tiba-tiba berubah karena ingat Thomas, Ya betul karena Thomas, pikirnya Thalia.


" Iya Mama Ina mungkin karena Mommy lagi mengkhawatirkan Abang yang di Jakarta sendiri mengurus perusahaan"Ya alasan yang masuk akal karena ini Mommy bisa marah padanya.


" Iya Mama Ina kan sudah bilang pasti Mommy ada sesuatu yang mengganggu pikirannya"Jawab Mama Ina.


Mama Ina dan Thalia sudah tidak ada yang lagi yang bersuara.


Tok


" Mama Ina, Thalia "Panggil Serra dari luar.


Thalia langsung terperangah mendengar suara Serra memanggil dirinya. dengan cepat Thalia membukakan pintu kamarnya dan memeluk tubuh Mommynya.


" Mommy"Ucap Thalia disela-sela pelukan dan tangisnya.


" Maafkan Mommy Tha"Serra membawa masuk Merek kedalam kamar Mama Ina dan duduk di sofa.


Mama Ina pun ikut duduk disana.

__ADS_1


" Sudah merasa tenang sekarang?"


Serra menggangguk mengiyakan.


" Mommy sudah tidak marah padaku lagi?"


" Tidak sayang, Mommy sebenarnya tidak marah sama kamu. hanya saja Mommy menjadi sedih saat kamu terus saja membantah Mommy ditambah lagi Mommy rindu sama Abang. tapi sekarang Mommy merasa lega karena sudah menelpon abang dan sekarang lagi meminta maaf padamu".


" Iya Mommy tidak perlu meminta maaf padaku. aku yang salah jadi aku yang harus meminta maaf, apa Mommy sudah memaafkan aku Mom?"


" Iya sayang"


Akhirnya Mama Ina bisa bernafas lega untuk masalah Serra da Thalia sudah selesai. dia bisa meminta Paman Yoda untuk pulang karena sebentar lagi waktunya makan siang.


" Kalian lanjutkan lagi saja mengobrolnya, Mama Ina mau menyiapkan makan siang untuk kita"


" Tidak Mama Ina, kami ikut saja membantu Mama Ina didapur"


" Baiklah Ayo kita masak"


Ketiganya keluar berjalan berdampingan dan menuju ke dapur.


" Yoda belum pulang?"Mama Ina bertanya pada Opa yang sedang duduk di ruang keluarga.


" Oia tadi kan Paman dan Kak Ano pergi ya?"


" Ano lagi "Gumam Serra dalam hati.


Setelahnya mereka didapur Mama Ina langsung beraksi dengan perabotan dapur dan beberapa bahan makanan serta bumbu dapur dengan dibantu Thalia dan Serra.


Hampir satu jam mereka berkutat didapur kini akhirnya selesai juga. Serra dan Thalia membawa dalam nampan beberapa menu makanan yang sudah selesai dimasaknya ke ruang makan. bersamaan dengan kedatangan Paman Yoda dan Anora.


" Kami sudah makan diluar, jadi mohon maaf aku dan Ano tidak ikut makan siang bersama kalian"Paman Yoda buka suara.


Serra mengepalkan kedua tangnnya karena tingkah Paman Yoda dan Anora yang menurutnya sangat menyebalkan dan membuatnya marah, tapi sayang dia harus menahan emosinya karena menghargai keberadaan Mama Ina dan Opa disana.


Mama Ina dan Opa yang mengertipun membiarkan mereka untuk beristirahat.


" Iya tidak masalah, kalian beristirahat saja"


" Kak Ano mau aku bawakan makanannya kedalam kamar?"


" Tidak Tha terima kasih banyak"

__ADS_1


" Selamat makan siang semuanya, dan mohon maaf jika saya tidak ikut bergabung"Ano sedikit membungkukkan badannya kemudian berlalu dari hadapan mereka yang diikuti Paman Yoda.


" Baik lah kita makan sekarang"


Semua orang sudah mengambil posisi, kemudian mereka mulai makan siangnya.


Sebelum Ano masuk kekamarnya, Paman Yoda terlebih dahulu sudah menarik tangan Ano masuk kedalam kamar.


" Paman, Jangan! aku tidak ingin membuat suasana semakin kacau karena aku"Ano hendak pergi dari sana.


" Tidak sayang, tidak ada hubungannya dengan kita. justru kalau itu terjadi ini kesempatan baik untuk ku bilang ke mereka jika aku akan melamarmu"


" Tidak Paman, sekarang kurang pas waktunya. biarkan aku sendiri dulu. dari tadikan kita sudah bersama"Ano mencoba lagi untuk tetap pergi.tapi sayang Paman Yoda masih menahannya.


" Sayang, tidak bisa kamu kasihan pada ku, aku ingin terus bisa selalu bersama mu, menghabiskan setiap harinya berdua dengan mu sayang"


Paman Yoda sudah berhasil mendaratkan ciumannya dibibir Ano yang sedari tadi menolaknya. tapi tidak kali ini ditempatnya dia bisa dengan cepat membangkitkan gairah Jiwa muda Anora yang mudah sekali terselut api gairahnya.


" Sudah Paman"


Tapi sayang Paman Yoda tidak menghiraukan lagi apa yang dikatakan Ano. dia hanya fokus untuk membawa diri mereka pada kenikmatan yang selalu berhasil mereka lakukan walau tanpa penyatuan.


" Akh Paman "


" Ini yang ingin aku dengar Anora sayang, keluarkan lagi sayang suara ******* mu itu, aku sangat menyukainya"


Sambil terus mencumbu tubuh Ano, memberikan sentuhan dan belaian dengan sangat lembut dan di barengi dengan his@pan dan lum@tan sehingga dia mengeluarkan lagi desehannya karena tidak mampu meredam hasrat dan nikmat datang bersamaan menghantam tubuhnya.


" Su-dah Paman, hentikan! akh Paman stop" Ano terus saja dibuat meracau oleh Paman Yoda.


Sampai pada akhir titik paling sensitivenya dari tubuh keduanya saling memberi dan menerima gelomabang kenikmatan yang rasanya tidak rela jika sampai harus berakhir.


" Akh " Lenguhan panjnag secara bersamaan dari Paman Yoda dan Ano menandakan kenikmatan yang besar sudah menghampiri mereka. kini mereka menikmati setiap momen terakhir seperti ini. melihat kilatan keringat yang menetes dan membasahi tubuh mereka seolah menjadi daya tarik tersendiri untuk mereka yang sangat menggilai jika sudah tau rasanya melayang tanpa sayap untuk terbang.


" Terima kasih sayang, I Love You Anora Patricia Jonshon"


" I Love you to Paman Yoda kesayangan"


" Paman aku harus segera balik kekamar, sebelum Thalia menyadari aku tidak ada dikamar"Ano mengambil pakaian yang diletakkan Paman Yoda di atas sofa kemudian dengan cepat memakainya. dan merapikan rambut yang sudah tidak karuan karena ulah Paman Yoda.


" Baiklah sayang, aku akan mengantarkanmu sampai kamar, karena aku tidak ingin Ano ku sayang mendapatkan kesusahan karena Aku"Paman Yoda pun memekai kembali pakaiannya.


Anora dan Paman Yoda keluar dari dalam kamar setelah dipastikan tidak ada orang luar sana. tapi sayang sepertinya keberuntungan tidak lagi berpihak pada mereka sehingga saat Paman Yoda munutup pintu kamarnya tiba-tiba saja Serra dan Thalia sudah berada dihadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2