Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 56


__ADS_3

Surabaya, Rumah Sakit Husada.


Hari ini Nora sudah di perbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan secara intensif salam tiga minggu. Untung saja tak mengganggu serta membahayakan kehamilannya.


Alex sudah menyiapkan satu rumah yang cukup sederhana tapi terkesan mewah untuk membawa pulang Nora bersamanya dan sudah di lengkapi dengan berbagai macam perabotan.


Selama Nora di rumah sakit dia yang menjaga dan ikut merawatnya. sudah seperti suami siaga pada umumnya padahal mereka tidak mempunyai ikatan itu.


Dia menyuruh Ano untuk kembali ke Jakarta untuk melanjutkan magang. Dengan berat hati Anak pun menyetujuinya.


Sementara Arthur masih butuh banyak waktu lagi untuk menenangkan semuanya.


Nora tak pernah berinteraksi dengan siapapun. dia menutup diri dari orang - orang yang ada di sekelilingnya, termasuk Alex sekalipun.


" Baik Pak untuk semua administrasinya sudah selesai. Bapak sudah bisa membawa Ibu Nora pulang dan Jagan lupa untuk terus meminum obat dan vitaminnya " Jelas Suster.


" Baik Sus, terima kasih banyak "


Alex menggendong Nora untuk masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah baru mereka lebih tepatnya yang Alex beli untuk mereka.


Setelah beberapa menit perjalanan mobil yang di kendarai Alex sudah berhenti tepat di sebuah rumah. Alex membawa masuk Nora dan mendudukkannya di atas kursi roda.


" Selamat datang di rumah kita " ucap Alex sambil mendorong kursi rodanya untuk melihat apa saja yang ada di dalam rumah.

__ADS_1


Meski selalu tak ada jawaban ataupun respon dari Nora dia tak pernah berhenti untuk selalu mengajaknya berbicara.


" Ini kamar kita " tunjuk nya pada ruangan terakhir yang di lihatnya. di sini tempat box untuk bayi kita nanti.


Alex mengunci kursi rodanya. dia menekuk kedua kakinya. berlutut di hadapan Nora. dia meletakkan kedua tangan di atas wajahnya.


" Sembuh lah untuk anak kita, untuk buah hati kita, untuk cinta kita "


" Jangan hukum aku seperti ini. Lihat lah aku !"


" Aku mohon !! "


Dengan berurai air mata Alex mengajak Nora berbicara. tapi tetap saja dia tak meresponnya.


Jakarta, Kantor Arthur.


" Ku kira kau di telan bumi " ucap Riza melihat penampakan Arthur yang jauh lebih kurus dan rambut yang mulai panjang. untuk kali pertama dia menginjakkan kakinya lagi di sini.


" Tapi sayang bumi menolak ku " balas Arthur tersenyum masih penuh dengan luka.


" Bagaiman Nora ??? " Arthur masih peduli pada Nora, karena bagaimana pun Nora masih bersemayam dalam hati terdalamnya.


" Mungkin sekarang sudah baik - baik saja "

__ADS_1


" Ku dengar dari Bima, Alex mengurus surat perpisahan kau dan Nora. mungkin besok atau lusa akan sampai atau mungkin hari ini " ucap Riza menjelaskan memang seperti itu.


" Asalkan dia bahagia, aku akan menandatangani nya langsung tanpa berpikir dua kali " ucap Arthur berusaha tegar.


" Bagaimana Pekerjaan "


" Aman terkendali "


Mereka saling memandang dengan tatapan yang sulit di artikan. Riza adalah sahabat yang begitu tau banyak dan mengerti Arthur begitu juga sebaliknya Arthur orang terpenting bagi Riza.


Tok


Tok


" Masuk "


" Iya Pak, ada surat buat Pak Arthur baru saja diantar kurir "


" Baik, terima kasih "


Dengan perlahan Arthur membuka amplop coklat itu dan membacanya dengan seksama dengan hati yang bergemuruh terbakar tanpa api yang terlihat.


Arthur melihat di paling bawah di atas nama Nora Alicia Josephin ada cap ibu jari yang mewakili tanda tangannya.

__ADS_1


Dengan mata yang berkaca - kaca tanpa untuk berpikir sedetikpun dia langsung menandatangi suratnya.


__ADS_2