Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 8


__ADS_3

Jakarta, Hotoel Z.


Hari yang di nanti Anora pun tiba. Anora begitu antusias untuk mengikuti seminarnya.


Anora termasuk mahasiswi yang pintar di kampusnya maka tak heran Anora mendapatkan beasiswa meski tak penuh.


Setelah sampai di hotel tempat seminar. Anora langsung menuju kamar yang sudah di tentukan.


Bersama satu orang dosen pembimbing dan dua orang mahasiswi lainnya yang akan menempati kamar hotel nya.


Anora merebahkan tubuh nya di kasur yang sangat empuk setelah di rasa cukup untuk menghilangkan rasa capeknya Anora memberekan semua keperluan yang akan di bawanya. kemudian menghubungi Sang Mama.


Tut... Tut..Tut...


Di deringan ke tiga Anora dapat mendengar suara sang Mama.


" Hallo Ano Sayang " sapa sang Mama di sebrang sana.


" Iya Ma, Ano sudah sampe ya. sekarang Ano lagi istirahat di kamar hotel bersama Bu dosen dan teman yang lainnya " ucap Ano panjang lebar.


" Iya Ano sayang, baik - baik ya di sana.jangan lupa makannya jangan sampe telat, jaga kesehatan juga " pesan Nora pada sang Anak.


" Baik lah, Ano akan selalu ingat pesan Mama.


Oia Ma bilang juga sama Papa ya Ano sudah sampai. Ano tutup dulu ya Ma telponnya " ucap Ano.


" Iya Sayang nanti Mama sampaikan sama Papa. Iya Ano. " balas Nora.

__ADS_1


Sambungan telpon pun terputus. Anora melanjutkan waktu istrhatnya. karena masih ada waktu tiga jam lagi sebelum seminar di mulai.


Masih di Hotel X di kamar yang berbeda.


Thalia hanya berdua saja dengan teman kampusnya menempati kamar hotel.


"Hebat ya Tha, kamu yang punya hotel Ini"ucap Teman kampus Thalia.


" Daddy Aku yang punya. Aku nggak punya apa - apa " Ucap Thalia setalah merapikan bawaanya.


" Sama saja Tha, kamu kan anaknya berarti ini punya kamu Juga " ucap Teman Kampus Thalia lagi.


Thalia hanya mengangkat ke dua bahunya. menanggapi ucapan teman kampusnya itu.


Sang Dosen ada keperluan yang sangat mendesak dan kebetulan rumah nya dekat dengan Hotel Z tempat seminarnya maka Dosennya berangkat langsung dari rumah.


Waktu yang di nanti telah tiba. dimana seminar akan segera di mulai. semua anggota dan Pantia seminar sudah mulai ber datangan memenuhi ruang aula hotel Z.


Dari arah yang berbeda juga Thalia berjalan sangat tergesa - gesa bahkan setengah berlalu dengan pengambilan cantiknya.


Brakk....


Ke dua orang yang bertabrakan itu jatuh di lantai.


Anora meringis kesakitan karena posisinya yang tak siap membuatnya lumayan keras terbentur ke lantai.


Anora sedang dalam posisi berbalik badan ke belakang masih menikmati keindahan dan ke megahan hotel Z.

__ADS_1


Tak jauh berbeda dengan Thalia yang meringis kesakitan juga.


" Maaf kan aku Kak, aku berjalan terburu - buru sehingga tak memperhatikan keselamatan sekitar saya " ucap Thalia yang mencoba untuk berdiri dan di bantu dengan ukuran tangan teman Anora dan mengulurkan tangannya pada Anora.


" Akh tidak - tidak, Aku yang seharusnya meminta maaf. karena berjalan nya tidak fokus ke depan " jawab Anora setelah berhasil berdiri dan Anora menerima uluran tangan Thalia.


Setibanya Mereka di dalam Aula, mereka menempati kursi yang sudah di sediakan Panitia.


Anora dan teman - temannya langsung mempersiapkan diri.


Thalia yang datang terakhir ke aula karena tadi Thalia harus bertemu dulu dengan Thomas makanya Thalia berjalan setengah berlari.


Thalia mendaratkan bokongnya duduk di kursi yang tersisa. tanpa di sadari nya yang mengisi kursi sebelahnya Anora.


Acara seminar sudah dimulai. mereka fokus mendengarkan pembicara yang berdiri di podium.


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Acara seminar di hari pertama pun sudah selese.


Terdengar riuh tepuk tangan sebagai penutup acara.


Di saat Anora merapikan tas nya. tiba - tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya. dan seketika Anora menoleh ke arah belakang.


" Haiiiii.....Kak " Sapa Thalia setelah berdiri di depan Anora.


" Haaaaiii...juga " kamu ikut seminar ini juga ?". tanya Anora


" Hemm... " jawab Thalia singkat.

__ADS_1


" Oia kenalin Kak, Aku Thalia. Kakak bisa panggil aku apa ajh " sambil mengulurkan tangan lagi dan memperlihatkan gigi rapihnya.


" Aku Anora, Panggil ajah Ano " seperti orang tua dan teman - teman ku biasa memanggil " tak kalah memperlihatkan senyum manis nya sambil menerima uluran tangan Thalia.


__ADS_2