Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 103


__ADS_3

Paman Yoda memejamkan matanya saat mendengar nama Anora disebut oleh Mia. Anora masih menjadi pemilik hatinya sampai saat ini.


"Permisi Pak ini pesanan Anda " Asistennya meletakkan makanannya di atas meja kerja Paman Yoda.


"Satu kau letakkan di meja kerja Mia" Paman Yoda menunjuk satu makanan yang bukan kesukaannya.


Asistennya pun lansung mengambil dan memberikannya pada Mia.


" Terima kasih "Ucap Mia pada Asisten Paman Yoda.


Asistenya hanya menganguk sambil tersenyum lalu meninggalkan ruangan Pak Yoda dengan tetap membiarkan pintu ruangannya terbuka.


" Pak, terima kasih makanannya" Ucap Mia sambil berdiri dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


" Hem " Balas Paman Yoda dengan singkat.


Malaysia, Kediaman Opa.


" Opa rasa kamu harus balik ke Jakarta. bagaimana pun kamu harus menjalankan perusahaan yang sudah dibangun oleh Alex"Ucap Opa memberikan pengerian pada Thomas.


" Iya Opa aku mengerti. tapi aku tunggu Mommy saja"Balas Thomas karena dia tidak ingin meninggalkan Mommy nya sendiri disini.


" Memangnya kenapa dengan Mommy mu harus ditunggu? Kami tidak akan menyakitinya bahkan Opa rela kehilangan Alex buat kalian. Mama Ina juga sayang sama kalian. jadi tidak ada alasan apapun lagi untuk mu kembali ke Jakarta dan memimpin perusahaan mu"Ucap Opa panjang lebar.


" Iya besok aku balik ke Jakarta,asalkan Mommy ku aman dan bahagia disini "Thomas menimpali.


Mama Ina dan Serra datang bersamaan dari arah dapur ikut bergabung dengan Opa dan Thomas.dengan membawakan beberapa potong kue dan teh manis hangat.


" Abang cicipi kuenya, ini buatan Mama Ina"Serra menyodorkan piring berisi kuenya kemudian ke arah Opa tapi Opa menolaknya.


" Sudah setiap hari Opa memakannya " Ucap Opa dengan senyum jahilnya ke arah Mama Ina.

__ADS_1


Tapi Mama Ina tidah marah atau kesal sedikitpun dengan apa yang baru saja dikatakan Opa.


" Momm, besok aku balik ke Jakarta. Opa tidak ingin aku berlama-lama disini"Thomas mengambil teh manis yang diatas meja.


" Aku juga akan mengecek butik Mommy yang dipegang Windy sekarang" Tambahnya lagi.


" Terus Mommy gimana? "Tanya Serra pada Thomas dengan memasukkan potongan kue terakhir kedalam mulutnya.


" Bagaimana apanya Serra? "Tanya balik Opa dan Mama Ina berbarengan karena bagi mereka Serra sudah dianggap anaknya sendiri.


" Bukan begitu Ma, Opa. aku... " Serra menjeda ucapannya.


" Kami memangnya bukan orang tuamu Serra, tapi apa tak cukup bagi mu aku rela kehilangan Alex. kamu sudah aku anggap putri ku sendiri. kalau memang kamu sudah resmi berpisah dengan Alex, carilah kebahagian mu sendiri,cari lah pendamping yang akan menemani dan mengisi hari tuamu. Alex saja sudah bahagia dengan kehidupannya.sekarang giliran kamu. kami akan selalu mendukungmu"Opa memotong perkataan Serra dan menyemangatinya untuk bisa meraih kebahagiaannya sendiri.


Serra hanya diam menatap setiap wajah yang ada dihadapannya.


" Iya Opa aku yakin, aku bisa bahagia dengan hidupku sendiri dan kedua anakku. tapi aku juga minta sama Opa untuk berbaikan dengan Alex. lihatlah cucu Opa,sangat cantik seperti Mamanya. aku sendiri sudah berdamai dengan keadaan ini dan mereka. aku ingin Opa bisa menjalin lagi hubungan Ayah dan anak bersama Alex"Ucap Serra penuh harap.


Mama Ina memeluk Opa dan mengelus kedua pundaknya dengan tulus.


Surabaya, Kediaman Alex.


Alex sudah berada di rumah saat jarum menunjukkan pukul 21.20. Dia sudah berada didalam kamar bersama Nora dan Aleysa. sedangkan Thalia dan Anora sudah berada dikamarnya juga.


" Alex " Panggil Nora sembari mengayunkan pelan box Aleysa.


" Iya cinta " Jawab Alex menghampiri Nora setelah memakai celana santainya tanpa mengenekan koasnya lalu memeluk Nora dari belakang dan mendaratkan kecupan di leher Nora.


" Thalia ingin mengajak Ano untuk ikut bersamanya ke rumah Opanya menyusul Serra dan Thomas"Tanya Nora membalikan tubuhnya jadi berhadapan dengan Alex kemudian mengelus disepanjang garis rahangnya.


"Biarkan saja Ano pergi bersama Thalia. Papaku bukan tipe orang pendendam pada hal apapun dan siapa pun. dia orang yang sangat baik. jadi kamu jangan khawatir terhadap mereka"Jawab Alex menenangkan Nora yang merasa khawatir jika Ano bertemu dengan keluarganya disana.

__ADS_1


Nora meneruskan penjelajahannya pada tubuh Alex sehingga membangkitkan gairah sang pemburu.


"Apa kamu tidak ingin menemui Papamu dan memperbaiki semunya?,bagaimana jika keadaan kita menimpa pada Aleysia. Apa bisa kamu berdiaman selama ini?"Tanya Nora menghentikan tangannya di pusar Alex sambil mengelus pelan bulu halus yang banyak tumbuh disana.


"Pasti kita akan memperbaiki semuanya. tapi mungkin tidak sekarang karena ada beberapa proyek yang harus aku selesaikan terlebih dahulu baru menemui Papaku"Jawab Alex memegang tangan Nora dan mengajaknya untuk berbaring.


Kemudian Alex melepaskan pakaian atas Nora yang memperlihatkan dua aset kembar yang terisi penuh. dan mengusapnya pelan karena takut akan mengeluarkan air susunya.


" Iya aku harap tidak akan lama lagi"Balas Nora dengan melepaskan pengait branya.


"Apa ini sakit? "Tanya Alex yang menusukkan jarinya diatas permukaan daging kenyal nan putih mulus.


"Tidak, karena tadi sudah di hisap Aleysa sebelum tidur. cukup lama juga Ale tadi menyusunya hampir dua jam. aku sampai pegal dibuatnya "Jawab Nora sambil menempelkan dadanya pada tubuh kekar Alex dan memeluknya dengan satu tangan.


"Jangan seperti ini, aku jadi tidak bisa memandang puas mereka.dan aku ingin bisa menikmatinya walau hanya sebentar. semenjak ada Ale aku jadi tidak bisa menikmatinya karena aku mengalah pada Ale"Ucap Alex menegakkan kembali tubuh Nora dan menatap dengan intens dua buah pepaya yang menggantung didadanya.


"Aku janji akan pelan "Ucap Alex lagi dengan memasukan salah satu buah pepaya kedalam mulutnya. dengan meng-ulumnya beberapa menit sampai Nora merasakan ngilu pada buah pepayanya karena dibarengi dengan gigitan gemas yang dilakukan Alex.


"Tadi bilangnya pelan, ini apa?" Tanya Nora merajuk dan melepaskan buah pepaya dari mulutnya Alex untuk melihat put-ingnya. ternyata agak sedikit lecet berwarna kemarahan.


" Maaf cinta " Dengan wajah memelasnya Alex menyesal tapi tidak berjanji tidak akan melakukannya lagi.


" Yang sebelah lagi nggak aku gigit deh ya"Ucapnya lagi tanpa menunggu Nora memberikan jawabannya. Alex langsung saja menghisap put-ingnya dengan pelan. sambil menyandarkan tubuh bagian atas Nora pada kepala tempat tidurnya. supaya dia dengan leluasa bisa mengekaplor buah pepayanya.


" Oek... Oek... Oek... "Keduanya langsung menatap kearah box bayi dan tidak terdengar lagi suara tangisan Ale. kemudian Alex melanjutkan kembali kegiatannya. namun tak berselang berapa lama terdengar suara tangisan Ale yang begitu nyaring sehingga membuat Nora langung terbangun dari posisinya dan mendekati boxnya Ale.


" Ssstttt .. Ssstttt"Nora menepuk-nepuk pelan tubuh Ale. tapi bukannya berhenti, Ale malah semakin menjadi-jadi dengan tangisannya.


" Cinta bersihkan dulu payudar@mu dan susui lah mungkin Ale sudah haus " Ucap Alex dan mengecup singkat bibir manis Nora.


" Aku akan bersabar sampai jatahku terpenuhi nantinya "Ucapnya lagi dengan mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


__ADS_2