
Tok
Tok
Ketukan pintu berhasil membuat aktivitas Paman Yoda dan Ano terhenti. Paman Yoda membantu Ano merapikan pakaian yang berantakan karena ulah kedua tangan kekarnya.
Ano langsung duduk di kursi kerjanya dengan tatapan mata yang tidak pernah lepas dari Paman Yoda karena apa yang baru saja mereka lakukan di atas meja kerjanya.
" Masuk " Perintah Paman Yoda ketika sudah duduk di kursi kebesarannya.
" Permisi Pak, ini Berkas yang sudah selesai di tandatangi oleh para klien " Ucap Asisten Paman Yoda setelah membuka pintu dan menyerahkan berkasnya dalam map.
" Iya terima kasih " Ucap Paman Yoda.
Setelah selesai Asistennya pergi dari ruangan Paman Yoda.
Dan kembali membuat suasana terasa panas kembali. Apalagi Paman Yoda berjalan mendekat ke arah meja kerjanya.
" Tadi kamu belum bilang hal penting apa yang tidak bisa kamu tinggalkan?" Tanya Paman Yoda yang sudah bersandar pada pinggiran meja kerjanya.
" Aku ingin selalu bisa menjenguk Mama di Rutan Surabaya " Ucap Ano dengan cepat karena takut kejadian tadi terulang lagi yang akan membuatnya terlena.
" Rutan Surabaya, Rumah Tahanan maksudnya ? " Paman Yoda mempertegas nya.
" Iya " Jawab Ano singkat.
Paman Yoda menarik kursi Ano agak jauh dari meja kerjanya dan menekuk lututnya di hadapan Ano.
Kemudian dia meraih kedua tangan Ano dan menggenggamnya erat.
" Apa yang sudah membuat Nora tinggal disana? " Tanya Arthur merasa tidak percaya juga kalau Nora bisa berbuat hal yang bisa membuatnya seperti ini.
Ano menceritakan yang diketahuinya dari Arthur. dia juga menceritakan kenapa dia tidak masuk kerja beberapa hari yang lalu.
" Lalu Alex? " Tanya Paman Yoda hati - hati.
Ano hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
" Aku turut prihatin mendengarnya " Ucap Paman Yoda bersimpati pada keadaan Nora.
" Iya Paman terima kasih " Ucap Nora lirih.
__ADS_1
" Baiklah karena hari ini terakhir mu magang, bisa kah nanti aku mengantarmu ke Surabaya?" Tanya Paman Yoda.
" Em biak lah Paman " Jawab Ano.
" Baiklah waktu pulang kantor sebentar lagi, bersiaplah! aku akan mengajak mu ke suatu tempat ?" Perintah Paman Yoda. dan mengecup singkat bibir Ano yang beberapa menit lalu memberinya sensasi yang luar biasa kemudian dia berdiri berjalan ke meja kerjanya.
" Paman " Ucapnya lirih.
" Mau lagi ?" Tanya Paman Yoda menggoda.
" Tidak " Ucap Ano tapi kepalanya mengangguk.
" Tidak Paman " Ralat Ano dan menepuk pelan kepalanya.
Kediaman Alex.
Selama Alex tinggal di rumah kedua anaknya. Serra selalu menyibukkan dirinya di butik. bahkan pernah satu kali dirinya menginap di sana. untuk menghindari bertamu atau bertatap muka dengan Alex.
Begitu pun dengan Alex belum pernah bertegur sapa baik Serra atupun Opa.
Bahkan tujuan utamanya datang ke rumah ini pun belum membuahkan hasil. karena saat Thomas sudah berangkat ke kantor. Alex pernah masuk ke dalam kamar yang di tidak dikuncinya. tapi tidak menemukan apapun hal yang mencurigakan. Jadi selama ini Thomas hanya mengunci kamarnya saat pada malam hari ketika dirinya sedang tertidur.
Padahal rasanya ingin cepat sekali dia bisa menemukan bukti tentang Thomas. Agar dia bisa dengan cepat membebaskan Nora dan bisa menemuinya.
" Dadd " Panggil Thalia dari luar kamar.
" Iya Tha, masuklah! " Ajak Alex dari dalam kamar.
" Dadd, apa kita makan di luar ajah yuk ?" Ajak Thalia.
" Kalau Daddy menolak apa Thalia marah?" Tanya balik Alex.
" Tidak Dadd, hanya saja biar Daddy merasa nyaman. karena Daddy tau sendirilah sekarang di rumah ini seperti apa keadaannya" Ucap Thalia sambil duduk di tempat tidur Alex.
" Nggak apa - apa Tha, kita makan di rumah saja " Tolak Alex halus.
" Baik lah " Balas Thalia menyetujui.
Mereka berdua turun ke kebawah seperti biasa untuk menunggu Thomas atau pun Serra pulang kerja.
Berbeda halnya dengan Paman Yoda dan Anora. mereka sedang menikmati makanan Jepang di tempat yang private room,Setelah membeli beberapa pakaian bayi.
__ADS_1
" Kapan Nora melahirkan?" Tanya Paman Yoda membuka obrolan sambil menguyah makanannya.
" Mungkin bulan depan " Jawab Ano.
" Aku akan siapkan pengacara hebat untuk membantu Nora keluar dari sana sebelum melahirkan " Ucap Paman Yoda bersungguh - sungguh.
" Tidak Paman, Jangan !, terima kasih. tapi aku mohon jangan lakukan apapun yang nantinya akan membuat Mamaku untuk menutup dirinya lagi " Ucap Ano memelas.
" Biarlah itu menjadi urusan Mama ku saja. kalau mau membantu cukup jangan lakukan apapun " Ucap Ano dengan tegas.
Karena dia tidak ingin kehilangan momen indah yang baru saja terajut kembali.
" Iya baiklah sayang " Ucap Paman Yoda membuat hati Ano berbunga - bunga.
Mereka melanjutkan makannya lagi sampai selesai. Paman Yoda dan Ano keluar dari private room. dan hendak berjalan menuju tempat parkiran.
Terdapat sepasang mata yang dengan intens menatap keduanya dengan tatapan membunuhnya.
Dia baru menyelesaikan meeting terakhirnya hari ini di sini ditempat yang sama dengan dua sejoli itu. dua orang yang sangat membuatnya muak dan sangat merusak pikirannya.
Terlihat Paman Yoda melingkarkan tangannya di pinggang Anora tanpa mendapat penolakan malah di balas dengan senyuman.
Thomas begitu terbakar api cemburu melihat perempuan yang dicintainya berjalan mesra dengan Paman yang sudah dianggapnya sebagai Ayah.
" Tidak Ibu tidak anak senangnya dengan laki-laki dengan kantong tebal " Gumam Thomas mencibir keduanya.
" Ah Sial, brengsek " Thomas mengumpat merasakan sesak yang datang menyerang hatinya.
Beberapa menit dalam perjalanan, Thomas sudah sampai di rumah. dia hendak masuk langsung ke kamarnya tapi sayang dia melihat pemandangan yang membuatnya makin marah saat melewati ruang tengah dimana Thalia sedang tertawa bahagia bersama Daddy nya.
" Abang tunggu " panggil Thalia.
Tapi sayang Thomas langsung pergi meninggalkan mereka.
" Sudah biarkan, mungkin Thomas capek"Ucap Alex memberi pengertian pada Thalia.
" Iya Dadd " Thalia mengangguk dan melanjutkan obrolan mereka.
Setelah sampai di dalam kamarnya. emosi Thomas semakin menjadi - jadi. dia membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya. meninju dan menendang beberapa kali samsak yang tergantung. belum puas dengan itu semuanya. Thomas langsung masuk ke kamar mandi dan meninju kaca yang ada di depannya.
Begitu banyak darah yang keluar dari tangan Thomas yang terkena goresan kaca. apalagi di bawah guyuran air shower terlihat semakin banyak darah yang mengalir.
__ADS_1
Lima belas menit sudah Thomas di dalam kamar mandi. kemudian dia mengganti pakaian yang sudah basah semua tanpa mengguyurnya lagi dengan air shower.
Begitu sangat lelah hari ini, urusan kantor yang menyita waktu, tenaga dan pikirannya. ditambah dengan Paman Yoda dan Anora. dan ditambah lagi dengan Alex dan Thalia. dia merasa sendiri tidak punya teman atau tempat untuk berbagi. Serra juga demikian larut dalam pekerjaannya. sudah tidak ada waktu buat mereka berdua. dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya untuk merefresh ulang semua tenaga dan tubuh lelahnya.