Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp1


__ADS_3

Nora begitu bahagia melihat Serra akhirnya menikah dengan laki-laki yang dicintainya dan mencintainya juga. walau ya, tidak dapat dipungkiri dia harus melihat anak gadisnya terluka dengan orang yang sama. tapi dia berharap waktu bisa mengobati semua rasa sakit dihatinya.


Rasa bersalah yang selalu menempati hatinya kini perlahan mulai sirna, berganti dengan kebahagiaan dan harapan baru untuk semua keluarga besarnya.


" Ma ayo kita berdansa!"Thalia menarik tangan Nora supaya bergabung dengan kedua pasangan pengantin baru.


" Tidak Tha, Mama tidak bisa!"Tolak Nora menggeleng.


" Ma Ayo! Aleysa sudah berada ditangan Mama Ina dan Opa. Ayolah Mama bergabung dengan Mommy dan Paman Yoda".Kekeuh Thalia memegang tangan Nora.


" Tidak Tha "


Mereka yang melihat Thalia dan Nora tarik menarik pun hanya bisa mengulum senyumnya sambil mengelengkan kepalanya berukang kali.


" Biar Daddy Tha yang mengajak Mama mu melantai!"Alex meriah kedua tangan Nora dan membawanya bergabung dengan Serra dan Paman Yoda.


" Alex "Ucap Nora meletakkan kedua tangannya dipundak Alex.


" Hem " Dengan kedua tangan Alex sudah berada dipinggang Nora.


" Kamu bahagia sekarang Cinta?"Keduanya mulai menggerakkan kakinya.


" Heemm " Jawab Nora singkat sambil mengangguk pelan.


" Lihatlah Serra sudah menemukan kebahagiaan dengan Paman? apalagi yang kamu khawatirkan? sekarang kita nikmati kebersamaan kita, kebahagiaan kita tanpa merasa bersalah apapun pada siapa lagi. kamu tidak mesti selalu menyalahkan dirimu sendiri, Aku sangat mencintaimu, sangat"Alex mendaratkan kecupan yang lumayan lama diatas bibir merah Nora.


Begitu juga dengan pasangan pengantin yang sudah bebas berciuman didepan siapapun. mereka tidak menyiakan-nyiakan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga yang lainnya.


" Apa kamu senang? "


" Iya Paman sayang aku sangat senang!".


Paman Yoda dan Serra berciuman lagi dengan saling memagut lembut dan perlahan.


Terdengar riuh tepuk tangan dari mereka yang tertuju untuk mereka yang sedang berdansa.


Mereka melanjutkan dengan acara makan-makan.


Aleysa masih setia berada berada diatas pangkuan Mama Ina, selalu ditemani dengan Opa yang akan mengajaknya berbicara.


Nora menghampiri kursi Mama Ina dan Opa " Mama Ina, sudah waktunya Ale minum susu!".


Mama Ina tersenyum sambil mengecup pipi embul Ale serta menyerahkannya pada Nora." Mimi susu yang banyak ya, nanti Opa yang giliran mau gendong Ale".

__ADS_1


Nora pun membawa Ale yang masih terbangun dalam gendongannya masuk ke kamar yang dulu pernah ditempatinya.


Meninggakkan mereka yang sedang merayakan bersatunya Serra dan Paman Yoda.


" Cinta! "Panggil Alex ikut masuk.


" Ale mau mimi susu ya? Daddy juga mau dong. kita sebalahan ya!"


" Tidak boleh Daddy, itu punya Ale!".


" Harus berbagi Ale sayang, tidak boleh pelit ya!".


Alex mencuci kedua tangannya sebelum menggendong Ale.


Kemudian Nora masuk kekamar mandi untuk mengelap payu dara dan area pu ting nya sebelum dihisap oleh Ale, setelah Ale bersama Alex.


Nora duduk di sofa dan menggendong Ale lagi dalam pangkuannya. Lalu Nora mengeluarkan payu dara sebelah kirinya untuk dihisap oleh Ale.


Nora selalu memakai drass yang ada kacing depannya supaya mempermudah pekerjaannya.


Terlihat Ale begitu kuat menghisap pu ting Nora, seperti yang sangat kelaparan.


" Pelan-pelan sayang, Daddy tidak akan mengganggu dan memintanya sekarang!"


" Daddy hanya memegangnya saja, supaya tambah lancar Asi nya sayang ".


" Daddy jangan macam-macam!"Geram Nora.


Karena kalau sudah dalam mode on seperti ini, pasti selalu berakhir dengan berbagi peluh.


" Daddy keluar saja, makan bersama yang lain. nanti aku menyusul Dadd! ".


" Tidak Cinta, aku hanya mau dsini melihat Ale yang sedang menyusu. setelahnya aku yang akan menyusu ".


" Ish Daddy "


Wajah Nora bersemu merah mendengar perkataan jujur Alex yang begitu sangat berani.


" Kenapa masih malu-malu, bahkan kita sampai punya Ale, Cinta!!"


Alex memberikan kecupan gemasnya dengan singkat pada pipi Nora.


.

__ADS_1


.


.


###


Dua Tahun Kemudian.


Sedangkan di tempat lain, Anora sedang melihat beberapa gambar yang memang sengaja dikirimkan Thalia melalui ponsel pintarnya dengan banyak untaian kata pada setiap gambarnya.


Anora sedang duduk dalam sebuah ruangan yang selama dua tahun terakhir menjadi tempat favoritenya untuk mencetak semua gambar yang diterima oleh ponsel canggih dan pintarnya.


Anora mempunyai hobi baru yang sangat senang untuk ditekuninya yaitu menjadi photographer.


Semenjak Anora sudah bisa membuka dirinya lagi terhadap semua orang. Dia memutuskan untuk menghubungi Thalia. dan meminta padanya semua moment yang sudah dilewatkannya selama dua tahun belakangan. Demi menyembuhkan luka hatinya dan belajar berdamai dengan bagian dari masa lalunya.


Setelah melewati berbagai konseling, pendampingan dari psikolog hingga dia mulai beradaptasi dengan tempat lingkungan baru yang jauh dari semua orang yang mengenal dan dikenalnya. Serta dukungan Arthur dan keluarga besar Anya.


Sampai Anya dan Arthur rela menunda kebahagiaan mereka hanya untuk membantunya melewati masa tersulit dalam hidupnya.


Sehingga kini Anora sudah bisa kembali tersenyum dan berdiri kuat dengan kedua kakinya dan bersiap meraih masa depannya sendiri.


" Semoga kalian selalu berbahagia"Anora mengusap wajah Paman Yoda dan Serra yang sedang memangku memperlihatkan wajah cantik putri kecilnya dengan senyum tipis dibibirnya.


" Oma, Opa kalian masih diberikan umur yang panjang untuk melihat kebahagiaan setiap orang yang selalu kalian sayangi dan begitu juga sebaliknya".


" Ale sayang makin cantik dan gemas saja. kamu perpaduan yang sangat sempurna sayang ".


" Mama, Daddy kalian lebih terlihat bahagia. aku tahu pasti banyak kesulitan dan kesakitan yang kalian lewati untuk bisa mencapai dititik ini ".


" Thomas, Aku berharap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu sendiri. Maaf jika aku sudah membuatmu terluka".


" Aku sangat merindukan kalian semuanya, Tunggu aku. aku akan datang pada kalian dan memeluk kalian dengan erat".


Sudah hampir dua jam Anora berada diruangan tersebut. hingga suara Anya menyapa ditelinganya.


" Ano " Anya membuka pintu ruangan Anora.


" Hem,sebentar lagi selesai. masuklah?!".


" Pasti mereka sangat merindukanmu!" Anya menunjuk pada gambar yang terdapat semua anggota keluarganya.


" Aku juga sangat merindukan mereka, terutama pada Ale ku yang sekarang sudah pintar berjalan.bisa aku ajak jalan ke Mall, nongkrong bareng" Ucap Anora menunjuk wajah gemas Ale dengan tawa yang sangat lebar yang diperlihatkan Anora.

__ADS_1


" Oia, Kak Anya dan Papa kapan kalian akan membawa hubungan seriusnya ke pernikahan. aku sudah sembuh seperti yang bisa Kak Anya lihat".


" Aku banyak berhutang pada Kak Anya. Kak Anya menjadi teman dan Mama sekaligus untuk ku. walau tidak mudah, tapi Kak Anya sangat bisa melewatinya. Kalau boleh aku meminta, jangan pernah tinggalkan Papa dan aku Kak, aku sangat menyayangi Kak Anya. menikahlah dengan Papaku, buatlah hidup Papaku kembali penuh bahagia dengan tawa yang sudah lama hilang dari bibir dan hidupnya. Aku ingin egois untuk kebahagiaa Papa ku Kak"Ucap Ano sambil memeluk erat tubuh Anya dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.


__ADS_2