Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp3


__ADS_3

" Biar saya saja Nona yang menggendong Nona Ale".Ucap Bima sudah berdiri didepan Thalia dan mengulurkan tangannya meminta Thalia meletakkan Ale pada kedua tangannya.


" Iya Bim boleh "Thalia memberikan Ale dalam gendongan Bima.


Ale yang tidur pulas pun tidak terganggu dengan pergerakkan kedua orang tersebut.


Bima dan Thalia berjalan meninggalkan wahana permainan. sudah seperti pasangan suami istri yang baru dikaruniai anak satu saja jika melihat mereka saat ini. tapi sayang tidak pada kenyataannya.


" Kalau sekalian gendong aku, kamu kuat nggak Bim? ".


" Hah ". Bima menghentikan langkahnya.


" Iya gendong aku? "Mata genit Thalia bermain menggoda Bima. tapi sayang Bima tidak menanggapinya malah kembali berjalan.


Mereka sudah sampai diparkiran mobil. Thalia masuk terlebih dahulu setelah pintunya di buka oleh Bima. Kemudian Bima memberikan Ale pada Thalia, dan menutup pintunya.


Mobil yang dikendarai Bima sudah berada dijalanan, bergabung dengan pengendara yang lainnya. dengan kecepatan sedang.


" Bim "


" Iya Nona "


" Kamu pernah mencintai seseorang? "


" Pernah Nona "


" Terus...."


Bima masih tetap fokus pada kemudi dan jalanan.


" Apa nya yang terus Nona? "


" Apa sampai sekarang kamu mencintai orang yang sama atau berbeda?"


" Yang sama Nona "


Thalia menatap Bima dari kaca spion yang berada di depan yang hanya memperlihatkan bagian mata bulatnya saja.


" Pasti wanita itu sangat beruntung bisa dicintai oleh mu"


" Tidak juga Nona. bahkan wanita itu tidak mengetahui jika saya sangat mencintanya sampai sekarang".


" Bagaimana bisa Bim? "


" Iya itu lah cinta Nona, kita tidak bisa memilih pada siapa cinta itu akan berlabuh".


Hening


Hening


Perjalanan ini sungguh sangat terasa lama bagi Thalia, saat dia mengetahui jika Bima sudah mencintai wanita lain.


Thalia menyandarkan kepalanya pasa badan kursi,tetesan air matanya sudah keluar saat matanya berkedip.


Sungguh terasa sesak dadanya sehingga Thalia mengambil nafas dengan dalam. dan mencoba jujur memberanikan diri mengungkapkannya pada Bima.

__ADS_1


" Aku sudah jatuh cinta pada mu Bim!"Pernyataan Thalian memecah keheningan diantara keduanya.


" Saya tidak bisa melarang anda untuk mencintai saya, tapi tadi anda sudah tahu jika saya masih mencintai orang lain".


" Itu lah cinta Bim, jika cinta ku bisa memilih. aku tidak ingin jatuh cinta pada orang yang sudah mencintai wanita lain".


" Maafkan saya Nona ".


" Tidak masalah Bim, aku sudah merasa lega karena sudah jujur pada mu".


Keduanya tidak bersuara lagi setelah ucapan terakhir dari Thalia. Mereka larut dalam kesunyian yang mereka ciptakan, padahal waktu masih sore.


Beberapa menit sudah terlewati, kini mobil yang mambawa Thalia dan Ale sudah berada tepat di depan pintu utama.


" Kita sudah sampai Nona!"


Thalia mengangguk lemah.


" Tolong kamu bawa Ale kedalam Bim, aku akan membawa perlengkapan Ale".


" Baik Nona "


Bima pun keluar dari mobil dan membuka pintu belakang. Bima akan mengambil Ale yang masih tertidur pulas pada pangkuan Thalia.


" Permisi Nona "


" Iya Bim, ambillah! "


Karena posisi tubuh Ale yang begitu rapat pada Thalia sehingga Bima harus meminta izin untuk mengambil Ale. karena takut mengenai sesuatu yang ada tubuh Thalia.


Cup


Thalia mendaratkan bibirnya pada bibir pada Bima.


Bima diam mematung tanpa bergerak. Dia melihat perlahan Thalia memejamkan kedua matanya tanpa menggerakkan bibirnya untuk beberapa detik saja.


" Nona "


Bima melepaskan bibirnya, sontak saja Thalia membuka kedua matanya. menatap wajah tampan dan tegas Bima yang sudah berhasil membuatnya terpesona dan memiliki perasaan lebih yang baru beberapa menit lalu dipatahkan oleh sang pria.


Bima akan menggerakkan tangannya lagi tapi sayang Thalia dengan gerakan cepat memegang tengkuk Bima dan mengangkat wajahnya.


Kemudian Thalia mencium bibir Bima untuk yang kedua kalinya. dengan membaranikan diri memainkan bibir nya pada bibir Bima dengan asal berdasarkan nalurinya saja.


Bima berusaha memgang wajah Thalia untuk menghentikan ciumannya. tapi sayang Bima tidak bisa melakukannya dengan leluasa karena posisinya yang kurang menguntungkan, tubuh kekarnya sebagian menghimpit tubuh kecil mungil Ale yang berada tepat dibawahnya.


Bima membiarkan Thalia melakukan keinginannya, tanpa Bima membalas sedikit pun ciuman itu. karena memang Bima merasa tidak nyaman dan aman dalam posisinya sekarang.


Ciuman Thalia pun terlepas saat dia sudah merasa tidak bisa bernafas kehabisan oksigen. dengan cepat Bima mengeluarkan tubuhnya dari dalam mobil dan berdiri disamping pintu.


" Bima "Panggil Alex yang sudah berdiri di depan teras dengan menggandeng tangan Nora.


" Dari tadi aku mendengar mobil mu berhenti, tapi lama sekali kalian masuk. kenapa? ada apa?"Tanya Alex penuh selidik.


" Tidak Bos, hanya saja Ale tertidur pulas di pangkuan Nona Thalia. saya hanya menunggu Nona Ale bangun saja baru membawanya masuk"Jawab Bima beralasan.

__ADS_1


Sedangkan Thalia yang merasa dag dig dug jika Alex akan mengetahui apa yang baru saja di lakukannya. Dengan cepat Thalia menepis jauh pikiran itu. karena tidak mungkin terlihat oleh mereka karena terhalang tubuh kekar Bima.


" Dadd, tolong aku bawakan Ale "Ucap Thalia menundukkan kepalanya supaya melihat Alex.


" Akh iya sayang tunggu ".


" Cinta duduk disini!"Alex membawa Nora duduk dikursi teras.


Kemudian Alex turun menghampiri mobil dan mengambil putri kecil kesayangannya dari pangkuan Thalia.


Alex mengecup pipi yang masih embul sambil membawanya masuk kedalam, meletakkannya di sofa yang biasa digunakan Ale jika tidur di ruang keluarga.


Thalia pun keluar setelah merapikan rambut, polesan dan pakaiannya.


" Terima kasih Bim, hari yang melelahkan kan tapi sangat menyenangkan".


Thalia pergi dari hadapan Bima tanpa menunggu Bima berbicara.


" Ma, Ayo masuk!"


Thalia menghampiri Nora dan membantu memapahnya berjalan.


" Terima kasih banyak Bim, maaf merepotkan mu".


" Tidak masalah Ibu Nora, sudah menjadi tugas saya".


Lantas Bima memasuki mobilnya lagi, dan menyalakan mesin dan membawanya keluar dari rumah Bos nya.


" Kakak Tha pasti sangat capek ya ngajak jalan Ale ke Mall? ".


" Justru Aku senang Ma bisa ngajak Ale jalan-jalan, biar Ale tahu Mall itu seperti itu. jadi tidak kaget Ma".


Nora mencebikkan bibirnya mendengar alasan Thalia yang harus memperkenalkan Mall sejak usia dini pada Ale.


" Senang kali karena ada Bima yang menemani kalian? ".


" Itu salah satu Ma, tapi benar aku senang juga jalan sama Ale".


Andaikan Nora tahu apa yang membuatnya lebih bahagia lagi pasti akan menggodanya terus menerus.


" Kenapa Cinta? "


" Ini Dadd, Kakak Tha lagi cerita kalau Kakak Tha senang ngajak jalan Ale. apalagi ada Bima, iya gitu kan Kakak Tha?".Ucap Nora penuh penekanan.


Alex tersenyum melihat wajah Thalia yang bersemu merah. karena Nora berhasil menggodanya.


Thalia hanya tersenyum kecut. karena kenyataan nya hari ini, hati nya dibuat sakit oleh kejujuran Bima yang mencintai wanita lain.


" Kenapa sekarang melamun? ".


" Kak Ano belum tahu kapan ya kesini "Thalia sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


" Iya belum tahu Kakak Tha".


" Aku sudah sangat merindukannya Ma, Dadd".

__ADS_1


__ADS_2