
Memasuki acara inti dari pertemuan dua keluarga. Nora sengaja mengajak ke tiga anak remaja yang usianya hampir sama untuk ke meja makan. sementara Nora meminta tolong pada Arthur untuk mengajak orang - orang dewasanya.
Mereka sudah duduk manis di tempatnya masing - masing. Arthur sebagai tuan rumah sudah mempersilahkan mereka untuk mengambil makanan yang sesuai dengan seleranya. tapi meminta mereka juga untuk mencoba semuanya . karena pasti rasanya sangat enak.
Dan mereka mulai mengisi penuh piringnya dengan makanan.
Sudah berada di meja makan pun Thalia tak henti - hentinya bercerita banyak hal pada Ano. sampai Thomas menirukan apa yang di ucapkan Thalia dengan menggerakkan bibirnya komat - kamit. tingkah lucu Thomas tak luput dari para orang tua yang sedang menikmati makanannya dan mereka tersenyum tipis.
" Udah Bang, nggak apa - apa !. perempuan seperti itu ". ucap Serra tersenyum seraya mengelus tangan Thomas yang sedang memegang sendok.
Semua pasang mata menatap ke arah Thomas.
Thomas hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arah Serra.
Sesekali Alex masih melihat ke arah Nora di sela - sela obrolan yang terjadi antara Serra dan kedua anaknya. dengan senyum dan tatapan yang tak bisa di artikan.
" Iya Bang, syirik ajah nih sama aku. Abang nunggu giliran dong !! "
Thomas menatap Thalia dengan tatapan mata yang sangat tajam, sampai menusuk ke jantung.
Thalia membalas tatapan tajam Thomas dengan menjulurkan lidahnya untuk meledek.
" Maaf ya Om, Tante kalau aku berisik ". ucap Thalia dengan tulus.
" Iya Tha, nggak apa - apa ". bales Nora sambil tersenyum.
Thalia dengan cepat menghaabiskan sisa makanannya dengan bersih. tak menyisakan apapun di piringnya.
" Kak, udah selesaikan kita makannya ? Ayo !!
" Maaf ya semuanya, Kita ke sebelah dulu"
Pamit Thalia tertawa cekikikan sambil berdiri agak sedikit menarik tangan Ano. supaya mengikutinya.
" Maaf semuanya " ucap Ano mengikuti Thalia.
" Aku juga udah selesai, Pe - "
" Abang mau nyusul mereka ya ? " ucap Serra memotong ucapan Thomas dan menunjuk ke arah Ano dan Thalia dengan dagu oval nya. kemudian menghampirinya.
" Mom...." panggilnya dengan sangat tegas.
" Tolong belikan kami Wine, cari di lobi pasti ada " bisik Serra biar tak ada yang mendengarnya selain Thomas.
" Permisi " ucap Thomas.
Setelah di tinggal ketiga anak remajanya. mereka masih duduk dengan santai di meja makan dengan menikmati hidangan penutupnya.
Serra berinisiatif untuk membantu Nora membereskan piring - piring bekas makan mereka. Tapi Nora menolaknya.
" Biarkan seperti ini, bisa kami kerjakan nanti "
Nora menghentikan pergerakkan tangannya Serra.
" Kita gabung saja dengan anak - anak " ajak Nora dan berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
" Hem, Baik lah " ucap Serra, sekaligus mengajak Alex dan Arthur.
" Ayo ikut gabung juga " Serra menarik tangan Alex dan Arthur bersamaan.
" Anak - anak mana ? " tanya Serra pada Nora yang sudah berada diruang keluarga sambil duduk di sofa.
" Thalia di kamar Ano, Thomas izin keluar mau ke lobi " jawab Nora.
" Ok "
Mereka bertiga pun ikut duduk di sofa yang sama dengan Nora.
Tak berapa lama Thomas sudah masuk ke dalam apartemen lagi dengan membawa apa yang di minta Serra. dan menyerahkannya langsung ke tangan sang Mommy.
" Apa kita bisa minum " tanya Serra, Mengeluarkan isi paper bag yang yang baru saja di terimanya dan melihat mereka bergantian dan belum mendapatkan respon dari ketiganya.
" Mom, Dadd, Om,.Tante, Aku ke lobi lagi ya. cari udara segar, kalian lanjut saja " Pamit Thomas meninggalkan mereka tanpa menunggu Mommy atau Deddy nya memberi izin.
" Bagaiman " tanya Serra lagi.
" Astaga, Serra " ucap Alex.
Sebelum berangkat ke sini, Serra meminta pada Alex untuk membawa satu botol wine yang ada di rumah nya. namun Alex tak mengizinkan nya. karena tak leluasa kalau bukan tuan rumah yang menyediakan nya.
" Baik lah " Nora menerima ajakan dari Serra. Pergi ke arah dapur untuk mengambil gelas.
Nora hanya meletakkan tiga gelas saja di atas meja.
" Kenapa hanya tiga ?" tanya Serra.
" Belajar saja minum wine nya, sedikit ?! " tawar Serra dengan memperagakan tangannya untuk ukuran sedikit menurutnya.
" Tidak Serra, Terima kasih " tolak Nora lagi.
" Sudah sayang, jangan di paksa " ucap Alex menengahi.
" Iya, dari dulu Nora tidak pernah minum wine. jadi biarkan saja, Ayo kita minum " Atrhur juga berusaha memberitahukan pada Serra dan Alex.
" Baik lah, Baik lah. Aku tak akan memaksa " ucap Serra yang masih memegang botol wine nya.
Nora mengambil alih wine yang ada di tangan Serra dengan pelan. dan membuka botol wine nya.
" Aku bantu tuangkan " ucap Serra.
Mereka bertiga memegang gelasnya masing - masing. dan Nora pun mulai menuangkan wine, kemudian Nora meletakkan botol wine nya di atas meja.
Serra sudah meminum wine yang pertama di tuang Nora. sekarang sudah menuangnya sendiri.
Malam ini Serra sangat agresif dan dominan sekali untuk sikap dan ucapannya. Nora pun sangat menyadari itu.
Alex dan Arthur duduk mengapit dua perempuan cantik yang sudah memberikannya mereka keturunan.
" Apa kau kuat minum banyak ?" tanya Nora pada Serra yang terlihat sudah menuangkan wine nya lagi.
" Hem... " Kami, Aku dan Alex kuat minum wine banyak " Jelas Serra menatap ke arah Alex yang masih memegang gelasnya.
__ADS_1
" Iya " ucap Nora.
Menyadari ada yang kurang dengan rasa wine yang sudah beberapa kali di teguk nya. Serra meminta Arthur untuk menyalakan musik untuk menemani mereka minum.
Alex hanya menggeleng kan kepalanya, mendengar ucapan Serra seperti itu. Karena sudah terbiasa di Mini bar yang ada di rumahnya Serra selalu minum wine dengan di temani iringan musik.
" Kau mau mendengar kan lagu apa ? tanya Arthur yang sedang memilih jenis musik pada layar besar yang ada di depan mereka.
" Yang romantis " ucap Serra Sambil meletakkan gelas Alex dan gelasnya di atas meja. kemudian mengajak Alex berdiri dan mengalungkan kedua tangannya di leher Alex.
Perlahan mulai terdengar suara musik mengalun indah. memberikan efek ingin berduaan dan saling mencumbu.
Serra mengajak Alex untuk agak menjauh dari Sofa. dan mulai menggerakkan tubuhnya untuk mengikuti irama musiknya.
Hanya bertahan kurang dari lima menit Serra sudah berhenti. dan berjalan ke arah Arthur dan Nora yang sedang duduk bersebelahan.
Serra menarik tangan keduanya bersamaan. untuk ikut bergabung dengannya. Tapi seperti biasa Nora menolaknya.
" Kalian saja berdua "
" Kalian pasangan romantis " ucap Nora menatap Alex dan Serra.
" Tidak ... tidak ... "
" Kali ini jangan nolak. Please demi aku " Serra menunjuk dirinya sendiri dan agak memohon pada Arthur dan Nora untuk ikut bergabung dengannya.
Karena merasa tak enak hati dengan Nora yang beberapa kali sudah menolak ajakan atau tawaran Serra. Akhirnya Arthur mengajak Nora untuk maju bergabung.
" Ayo " Arthur menarik kedua tangan Nora dan meletakkan di pundaknya.
Kalau sudah seperti ini, Nora pun sudah tak bisa menghindar apalagi untuk menolak.
Anggap saja mereka sedang berdansa di ballroom yang sangat besar. meski kenyataan nya tak seperti itu. hi hi hi hi.
Dua pasang suami istri yang sedang melantai dengan romantis dan dengan di dukung penerangan yang tak begitu terang di ruangannya.
" Ayo kita berganti pasangan " ucap Serra melepaskan tubuh Alex dan dengan cepat mengambil alih tangan Arthur yang sedang berada di tangan Nora.
Deg
Deg
Deg
Deg
Alex dan Nora saling menatap mata masing - masing. menyelami kembali apa yang tertinggal di dalam rasa dan asa.
Serra dan Arthur layaknya pasangan dansa. biasa saja mereka melakukan itu. tapi tidak dengan Alex dan Nora.
Alex sudah mengulurkan tangannya pada Nora.
Sesekali Serra menoleh ke arah Nora seperti menyuruhnya menerima uluran tangan Alex.
Walaupun dengan ragu - ragu, Nora menerima uluran tangan Alex. dan dengan cepat tubuh keduanya sudah sangat intim.
__ADS_1