Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 64


__ADS_3

Walau dengan berat hati keluarga Bapak Suster Nur menerimanya kalau anak sulung mereka sudah meninggalkan mereka untuk selamanya. tetapi mereka belum mengetahui apa penyebabnya.


Setelah Beberapa jam acara pemakaman sudah selesai. kerabat dan tetangga sudah mulai pada pulang.


Nora masih di sini di depan pusara Nurly. "Maaf kan aku, karena aku juga kamu tiada dengan sia - sia ". ucapnya dalam hati.


Rumah Sakit.


" Mom " ucap Thalia meraba punggung Serra yang tertidur sambil duduk di sampingnya.


" Maaf kan Thalia, Kita tak bisa bersama Daddy lagi " ucapnya lirih dengan wajah sendunya.


Serra yang tertidur cukup pulas walau hanya sambil duduk hanya mendengar samar-samar, orang memangil dan meraba punggungnya.


" Mom " panggil Thalia lagi mengusap wajah cantik Serra.


" Eugh sayang " Serra memiringkan tubuhnya untuk melihat anak tercintanya.


" Mom, Maaf aku sudah bikin mommy susah "


" Sssssttt... jangan bicara seperti itu kamu ataupun Thomas tak pernah membuat Mommy susah, Ok !" ucap Serra berdiri dan memeluk erat Thalia.


" Abang Mana Mom " tanya Thalia yang tak melihat Thomas di kamarnya.


" Mungkin lagi sama Paman Yoda dan Bima " ucap Serra.


" Daddy ??" tanya nya lagi penuh harap.


Serra hanya menggelengkan kepalanya.


" Apa kita sudah tak berharga lagi buat Daddy. Sampai aku masuk rumah sakit saja Daddy tak ada " ucap nya Thalia.


" Ada Mommy yang akan selalu bahagiakan kamu sama Abang. jangan pernah merasa sendiri ". ucap Serra menghapus air mata Thalia.


Setelah selesai mereka sarapan di cafetaria rumah sakit, Bima pamit pulang karena harus masuk kantor.


" Tuan Thom, Pak Yoda, Saya harus kembali lagi ke kantor " Ucap Bima.


" Iya Bim, terima kasih sudah menjaga Thalia"


Ucap Paman Yoda.


" Permisi " ucap Bima pada keduanya dan langsung meniggalkan cafetaria.

__ADS_1


Bima merasa heran kenapa tak ada kabar berita dari Bosnya. mungkin karena tidak ada meeting hari ini jadi si Bos tidak memegang ponselnya. Pikir Bima.


Paman Yoda dan Thomas berjalan menuju ke kamar rawat Thalia. tak lupa Thomas membawakan sarapan untuk mereka.


" Paman " Panggil Thalia merentangkan kedua tangannya yang masih ada selang infusnya.


Paman Yoda mendekat dan langsung memeluk Thalia dalam pelukan hangatnya.


Paman Yoda mengusap rambut Thalia dan mencium pucuk kepalanya.


" Opa tak bisa ikut, lagi kurang sehat juga. jadi Thalia harus cepat sembuh " ucap Paman Yoda memberi semangat.


Serra membuka makana yang di bawakan Thomas dan memakannya dengan tidak bernafsu dan hanya mengaduk - aduk nya saja.


" Dimakan Mom " ucap Thomas karena melihat Mommy nya tak berselera makan.


Berbeda dengan di tempat rumah duka. semua keluarga sudah berkumpul di ruang tengah dengan lesehan karena kalau duduk di atas kursi semuanya tidak cukup. ada dua orang dari team medis, Wandi teman satu kerja Suster Nur serta Alex dan Nora. dan tentunya kedua orang tua Suster Nur.


Saya akan menceritakan kenapa Suster Nur tiada.


" Iya saya sangat ingin tahu kenapa anak saya bisa meninggal. padahal berangkat dari rumah baik dan sehat ". tanya Bapak Suster Nur.


Alex mulai menceritakan sesuai dengan apa yang di lihatnya. dan masih berharap dan berdoa supaya keluarga korban tidak membawa ke jalur hukum.


" Perkenalkan saya, Alexander dan ini Nora istri saya " ucap Alex memperkenal dirinya dan Nora.


" Saya yang mempekerjakan Suster Nur di rumah saya untuk membantu merawat, menjaga dan menemani istri saya. karena sedang hamil dan dalam masa pemulihan setelah di rawat di rumah sakit " lanjutnya lagi.


" Sudah beberapa bulan ini, Suster Nur kerjanya sangat rajin, baik dan bertanggung jawab. kami sangat puas dengan kinerjanya.


Dia pribadi yang cerita, baik dan ramah "


" Kemarin Pagi pun Suster Nur sangat terlihat baik dan sehat seperti biasanya. saya ada meeting dan harus langsung ke rumah sakit "


" Setalah pulang dari sana saya sudah menemukan Suster Nur sudah tidak bernyawa dengan bersimbah darah " Ucap Alex terhenti karena genggaman tangan Nora yang mulai lepas dari tangannya.


" Lanjutan Pak Alex " pinta Ibu Suster Nur karena Alek berhenti bercerita nya.


Hening


Hening


" Baik Pak Bu, izinkan kami yang akan melanjutkan cerita nya " Salah satu Bapak dari team medis meminta izin pada Alex dan Nora.

__ADS_1


" Iya Pak silahkan " Jawab Alex.


" Jadi begini Pak, Bu. Salah satu Bapak dari team medis menjelaskan dari awal mendapatkan telpon dari Alex dan mintanya datang ke rumahnya untuk mengecek dan membantu mengkremasi Suster Nur. dengan ada dua tusukkan di daerah perutnya "


" Maksud Bapak Anak saya di bunuh " Tanya Bapak Suster Nur.


Hening


" Begi... "


" Saya yang menyebabkan Suster Nur meninggal " ucap Nora memotong perkataan Alex dan ini sungguh di luar kendalinya.


Mereka menatap ke arah Nora dengan penuh kebencian dan amarah.


" Kakak saya salah apa ? apa yang sudah dilakukannya ? sampai ibu menghakiminya dengan menghilangkan nyawa Kakak saya "


Ucap Adik perempuan Suster Nur yang sedang duduk di bangku SMA dengan lantang karena mendengar Bos perempuannya yang menghilangkan nyawa kakaknya.


" Katakan Bu! katakan " Ucapnya lagi dan langsung bergerak dengan cepat memegang rambut Nora.


Semua terdiam melihat kepala plontos Nora karena wig nya terlepas akibat di tarik ada beberapa luka di atas kulit kepalanya.


Hening


"Bukannya saya ingin membela Istri saya, tapi saya yakin istri saya tidak melakukan itu pada Suster Nur ". ucap Alex memecah keheningan.


" Kalau bukan istri bapak lantas siapa " Tanya Ibu Suster Nur yang mulai emosi yang mendengar pembelaan Alex.


" Saya pelakunya Bu, saya siap menerima hukumannya " ucap Nora tegas biar cepat selesai urusannya dan dia segera pergi dari Alex dan keluarganya.


" Tidak Cinta, bukan kamu. bicaralah yang jujur. kalaupun kamu ada masalah dengan Suster Nur tak mungkin kamu sejauh ini " Alex menolak pengakuan dari Nora.


" Kenapa Ibu melakukannya " tanya Ibu Suster Nur.


Nora hanya diam, karena dia tak mempunyai alasan apapun untuk melakukan itu atau kebohongan apa yang harus di katakan nya.


Alex memegang erat tangan Nora dan menggelengkan kepalanya supaya Nora tidak bersuara lagi.


" Bukannya saya mau membayar rasa kehilangan Ibu dan Bapak atas meninggalnya Suster Nora. tetapi ini bentuk tanggung jawab saya pada kalian. saya akan membiayai semua kebutuhan dan keperluan kalian semua " ucap Alex menyampaikan niat baiknya.


" Baik saya akan menerima bentuk tanggung jawab Bapak terhadap kami ".


" Tetapi Saya akan tetap membawa Ibu Nora ke jalur hukum. Saya ingin Ibu Nora mengakui perbuatannya kepada pihak yang berwajib " Ucap Adik perempuan Suster Nur.

__ADS_1


" Baik saya bersedia " ucap Nora dengan yakin.


" Boleh saya meminta wig nya lagi "


__ADS_2