
" Iya Ma " Jawab Ano singkat. Tidak ingin Nora menaruh curiga apapun padanya. dia belum siap untuk hal apapun dengan Paman Yoda atau memberitahukan Nora dan Arthur tentang kedekatannya dengan Paman Yoda. dia hanya merasa nyaman dan aman saat bersamanya.
Ano melihat jam yang melingkar ditangannya ketika melihat Ibu penjaga menghampiri mereka.
" Maaf Nora sudah habis waktu untuk mengunjungimu. silahkan bereskan semuanya. besok bisa datang lagi untuk berkunjung " Ucap Ibu Penjaga memberitahu sekaligus memperingatkan mereka yang berdiri di depannya.
" Iya Ibu Penjaga " Nora melihat kearah Ibu Penjaga sembari tersenyum.
"Ano sayang terima kasih sudah mengunjungi Mama. Hati - hati ya. Sekali lagi terima kasih banyak " Ucap Nora memeluk dan menciumi wajah Ano.
" Iya Mama sayang aku akan selalu hati-hati"Ucap Ano balik menciumi seluruh wajah Nora dengan penuh kasih sayang.
" Terima Kasih Ibu Penjaga. Saya pulang. Dah Ma " Ano berterima kasih atas kebaikan yang diberikan Ibu Penjaga kepada Mamanya dan sudah sangat membantunya dan pergi meninggalkan ruangan kunjungan.
Ibu Penjaga membantu Nora membawakan tas - tasnya masuk ke dalam selnya. sekaligus ikut membantu memapah Nora.
" Terima kasih banyak atas kebaikan Ibu Penjaga selama ini pada saya " Ucap Nora sungguh terharu sembari memegang erat kedua tangan Ibu Penjaga.
Masih ada orang - orang baik yang selalu mengelilingi dan peduli padanya.
Ibu Penjaga hanya mengangguk sembari tersenyum menatap Nora. dengan genggaman yang erat pula pada kedua tangan Nora.
Kediaman Alex.
Alex mengajak Bima untuk ikut ke rumahnya. Mengunjungi Paman Yoda dan Ano. tapi Bima menolaknya, dengan alasan banyak pekerjaan padahal dia merasa takut kalau Alex akan mengetahui perasaannya pada Ano.
" Saya bisa mengantarkan Pak Bos tapi tidak ikut masuk kali ini " Ucap Bima serius supaya terlihat meyakinkan ditambah dia menunjuk beberapa tumpuk map yang ada disebelah kanannya.
Serta Bima memberikan beberapa kantong plastik yang kemarin Bima bawa tapi tidak sempat diberikan pada Ano.
" Ini ada beberapa makanan siap saji yang bisa dimasak langsung Pak Bos " Ucap Bima menatap mata Alex.
__ADS_1
" Cukup untuk dimakan rame - rame Bos " Tambahnya lagi.
" Baiklah Bim, aku tidak akan memaksa. Aku naik taksi online saja, biar kamu bisa segera melanjutkan pekerjaan lagi " Balas Alex menolak niat Bima yang akan mengantarnya.
Sedangkan di rumah Alex. Paman Yoda tidak ada henti - hentinya menggoda Ano yang akan memasak untuk makan mereka. Meski tidak seenak dan selezat masakan Nora tapi dia cukup bisa diandalkan untuk memasak dengan hasil yang bisa dibilang enak juga.
Dengan posisi yang sangat banyak menguntungkan Paman Yoda. Anora yang sudah dibuat terduduk di atas meja yang terbuat dari kayu dan Paman Yoda yang sudah duduk di kursi menghadap Ano dengan kedua siku tangannya berada di atas paha Ano sebagai tumpuannya.
" Paman sudah hentikan, Geli " Rengek Ano yang sudah tidak tahan dengan tangan nakal Paman Yoda yang terus saja bermain di kedua gunung kembarnya.
Tapi bukannya melepaskan tangan kekarnya mendengar permohonan Ano. justru dia dengan sangat lembut menambah kuat serta lembut remas@n - remas@nya.
" Kita bisa makan di luar atau kita bisa memesan makanannya " Ucap Paman Yoda disela kecupan pada bibirnya Nora.
" Bima sudah mengisi penuh kulkasnya Paman. sayang bila tidak di masak, nanti keburu tidak segar lagi ... " Paman Yoda langsung mencium kasar bibir Ano karena sudah menyebut nama Bima.
Tapi entah kenapa Ano begitu menyukai ciuman kasar yang dilakukan Paman Yoda. walaupun dia tidak membalasnya.Ciuman yang disertai dengan gigitan-gigitan kecil dan lum@t@n serta his@p@n kasar yang menimbulkan rasa perih dan nikmat secara bersamaan.
" Bagaimana bisa aku tidak menyebut namanya sementara kami akan sering bertemu Paman?" Balas Ano memberikan alasannya yang memang masuk akal.
Apalagi selama ini Bima sudah cukup banyak membantu keluarganya. tidak mungkin dia lupa hal itu.
" Iya tapi tidak saat berdua dengan ku apalagi kita dalam posisi seperti ini " Ucap Paman Yoda tetap tidak ingin Ano menyebut nama Bima diantara mereka.
" Iya Paman, Baiklah " Akhirnya Ano mengalah agar mereka menyudahi pembahasan nama Bima yang mengganggu Paman Yoda.
Paman Yoda dan Ano sudah menyudahi kegiatan mereka setelah beberapa saat. karena Ano beralasan ingin ke kamar mandi.
Kini mereka menuju ke ruang tamu dengan membuka lebar pintu utama supaya bisa mencium wangi aroma dari bunga - bunga bermekaran yang ada di halaman rumah dan beberapa pot yang sudah tergantung di teras rumah.
Ano mengambil beberapa minuman kaleng dan beberapa macam potongan buah untuk mengganjal rasa lapar mereka. sedangkan Paman Yoda sudah berada di ruang tamu berdiri diambang pintu menghadap ke luar dan sudah memesan banyak makana untuk makan mereka berdua.
__ADS_1
Paman Yoda mengerutkan dahinya melihat sosok laki-laki yang keluar dari dalam mobil yang berhenti tepat di depan gerbang rumah dan diberikan izin masuk oleh penjaga.
" Alex " Gumam Paman Yoda saat mengetahui Alex lah yang datang mendekat ke arahnya.
Alex sudah tersenyum lebar melihat penampilan Pamannya terlihat dua puluh tahun lebih muda dari usianya.
" Memang kekuatan cinta maha dahsyat" Gumam Alex dalam hati.
" Hei Paman " Ucap Alex menyapa terlebih dahulu Paman Yoda yang masih setia berdiri di tempatnya.
" Baru hari ini kau sampai ?" Tanya Paman Yoda menautkan kedua alisnya.
" Tidak Paman, Kemarin aku sudah sampai disini. tapi aku tidur di hotel karena aku tidak ingin mengganggu Paman dan Anora " Ucap Alex menggoda sembari berbisik di telinga Paman Yoda karena takut Anora mendengarnya.
Paman Yoda menyikut lengan Alex sambil tersenyum tipis.
" Anora " Panggil Alex yang melihat kedatangan Ano dari arah dapur dengan nampan ditangannya.
" Om Alex " Ucap Anora kaget dan menoleh ke arah Paman Yoda. karena Bima tidak memberinya kabar kalau Alex akan datang kesini.
" Baiklah aku ke dapur lagi membuat minum" Pamit Ano pada keduanya dan berbalik badan menuju dapur tapi suara Alex menghentikan langkahnya.
" Tidak perlu Ano, minuman ini saja sudah cukup " Tolak Alex dan menunjuk beberapa minuman yang sudah Ano bawa sebelumnya.
Ano berjalan perlahan duduk diantara dua laki-laki yang sangat tampan menurutnya.
Hening
Hening
" Aku ke kamar dulu, Om Alex, Paman Yoda " Pamit Ano langsung berdiri dan meniggalkan mereka.
__ADS_1
Paman Yoda dan Alex mengangguk sembari tersenyum hangat.