
" Apa Thalia dan Ano ada didalam juga?" Tanya Nora penuh harap bisa bertemu dengan anak gadisnya.
" Iya, mereka berdua ada didalam sana"Jawab Alex berbohong karena alasan inilah pasti Nora akan mau untuk diajak masuk kedalam ruangannya.
" Tidak bisakah bertemu disini saja dengan mereka " Nora berusaha bernegosiasi dengan Alex dan Ibu Penjaga tentunya.
" Hanya sebentar cinta, nanti waktu kita habis hanya untuk perdebatan kita. Ayolah calon bayi kita kasihan dibawa berdiri terus dari tadi" Pinta Alex dengan segala cara supaya bisa meyakinkan Nora.
" Baiklah aku akan menemui mereka. benar katamu waktu kita habis hanya untuk berdebat saja " Ucap Nora sambil tertawa menertawakan kebodohannya.
" Saya akan menunggu disini " Ucap Ibu Penjaga.
" Iya tunggu saya " Balas Nora sambil tersenyum.
Alex memapah Nora sampai masuk kedalam ruangannya.
Deg
Pandangan matanya beradu pandang langsung dengan Serra yang berada lurus dari arah pintu.
Keduanya saling mengunci tatapannya.
Mungkin Serra tidak akan bisa bila harus seperti Nora bila dalam kondisi biasa saja.
Perasaan bersalah yang sempat berkurang dirasakan Nora kita kembali utuh setelah melihat Serra yang berada dihadapannya kini.
Tanpa terasa kedua lutut Nora menyentuh lantai dengan tangan berpegangan pada kepala kursi yang ada disampingnya.
Team pengacara yang sudah merasakan bahwa akan ada badai air mata yang terjadi diruangan ini lebih baik mereka seperti Bima menunggunya diluar saja tapi tetap bisa memantau apa saja yang terjadi didalam.
" Serra Thomas tolong maafkan aku" Ucap Nora menundukkan kepalanya.
Kemarahan yang dari awal sudah sangat menguasai hati dan pikiran Thomas seolah menguap begitu saja entah kemana setelah bertemu dengan Nora ditempat ini dengan tampilan yang sangat memprihatikan.
" Tidak cinta, bukan kamu yang bersalah tapi aku. aku yang bersalah " Ucap Alex sembari mengangkat tubuh Nora untuk duduk dikursi.
__ADS_1
Serra menghambur kearah Nora dengan memegang kedua lututnya.
Alex memperhatikan kedua wanita yang sudah jadi mantan istri dan istrinya yang sekarang dengan tatapan yang sulit diartikan.
luka dan bahagia bersamaan yang dia berikan pada kedua wanita yang sedang terisak pilu.
" Berilah aku dan Thomas kesempatan untuk menebus kesalahan kami " Ucap Serra memegang kedua tangan Nora yang berada diatas lututnya.
Nora hanya menggelengkan kepalanya.
" Aku pantas mendapatkan hukuman lebih daripada apa yang sudah kalian lakukan. aku pantas untuk mendapatkan hukuman apapun karena aku sudah begitu jahat pada kalian" Nora tetap menyalahkan dirinya sendiri.
" Tidak Nora, kamu tidak seburuk dan sejahat itu. aku akui memang kamu dan Alex sudah begitu teramat menyakiti hatiku dan kedua anakku. tapi apa daya kami jika Alex sendiri lebih memilihmu"Kerongkongan Serra terasa begitu sangat kering apalagi harus mengatakan perempuan yang sudah akan memiliki anak dengan mantan suami tercintanya adalah pilihan suaminya kala itu.
" Tidak seharusnya mereka melampiaskan semuanya padamu. karena ada Alex yang harus bertanggung jawab. tapi kedua anakku lebih tega menyakitimu daripada Daddy nya.pun aku yang sudah membuatmu masuk rumah sakit karena ulah dan kemarahan ku" Ucap Serra sambil terisak pilu. tetap dia punya hati tidak tega dengan Nora yang sudah dibuat anaknya sampai begini.
" Kasihanilah anakmu jangan sampai dia merasakan dinginnya tempat seperti ini. lakukanlah demi anak - anakmu. bukan hanya ada calon bayi mu dan Anora. tapi Thalia dan juga Thomas. tapi sekarang Thomas harus menjalani apa yang seharusnya dia jalani saat ini. Thomas laki-laki yang baik dan penuh tangung jawab" Ucap Serra melihat ke arah Thomas yang sudah menangis pula.
" Maafkan aku Tante Nora,maafkan! " Thomas berlari bersimpuh dikedua kaki Nora.
" Tidak Thom, kamu tidak pernah salah apapun pada Tante, justru Tante yang sudah begitu dalam menorehkan luka padamu, Mommy dan Serra " Ucap Nora seraya mengangkat dagu Thomas dan mengusap air matanya.
" Bagaimana bisa seorang ibu akan bisa sanggup untuk melihat anaknya susah ataupun menderita di tempat yang tidak layak baginya. Kamu harus tetap berada ditempat mu semula untuk bisa membahagiakan orang-orang yang sangat menyayangimu"Tambahnya lagi dengan memegang kedua bahu Thomas.
" Maafkan Tante Thom" Ucapnya lagi.
Thomas memeluk tubuh kurus perut buncitnya dengan erat. wanita yang memang sudah menyakitinya tapi mampu mengorbankan dirinya dan bayinya untuk melindungi dirinya.
Setelah melalui drama yang sangat menguras emosi. kini mereka duduk bersampingan dengan masuknya team pengacara kedalam ruangan.
Mereka menjelaskan dan memberitahukannya pada Alex, Nora, Serra dan Thomas dengan sangat detail dan terperinci. Dan hanya menyampaikan secara garis besarnya saja.
" Untuk Ibu Nora perhari ini anda sudah bebas, sudah tidak akan tinggal disini lagi"
" Dan Untuk Thomas pihak keluarga Suster Nur tidak akan membawa kasusnya ke jalur hukum. dengan pertimbangan dan alasannya karena Ibu Nora "
__ADS_1
Ucap salah satu pengacara yang mewakilinya dengan membacakan hasil keputusannya.
Begitu lega perasaan yang menghinggapi pada semuanya. terutama bagi Nora, Serra dan Thomas. karena Alex sendiri sudah mengetahui itu dari jauh - jauh hari karena dia turun tangan sendiri untuk kebebasan semuanya.
Sementara Bima yang berada didalam mobil sedang melakukan panggilan telpon dengan Riza. Banyak hal yang mereka ceritakan baik Bosnya Bima yang sekarang sedang di Rutan begitu juga Riza yang bercerita Arthur yang berniat akan bekerja di Negara tetangga.
" Jadi bebas ya semuanya " Ucap Riza.
" Iya itu harapan si Bos. yang satu istrinya yang satunya lagi putranya. bagai makan buah simalakama. makanya dia berusaha keras untuk keluarganya " Bima menimpali.
"Bim "
" Hem "
" Kau tau Pak Yoda masih ada di Surabaya ?"
" Hem "
" Apa Ano dan Pak Yoda ada hubungan spesial?"
" Hem "
" Tapi aku heran, Arthur bersikap biasa saja saat Pak Yoda mengantarkan Ano ke Surabaya. apa Arthur sudah memberikan restunya untuk meraka?"
" Mungkin "
" Tapi Aneh tidak seh Bim, jika Pak Yoda dan Anora..." Riza menjeda ucapannya beberapa saat karena dia merasa tidak enak dengan apa yang akan dikatakannya. dan Bima pun dari sebrang telpon sana tidak berniat untuk melanjutkan perkataan Riza.
Mengetahui sambungan telponnya masih berlangsung Riza melanjutkan lagi ucapnya.
" Ya kita kan tau Bim, Pak Yoda sudah sangat berumur, walau ya dia masih terlihat sangat tampan dan yang lebih pentingnya lagi sudah sangat mapan jika dilihat dari segi apapun juga. sedangkan Anora anak baru kemarin sore. apa itu tidak timpang?, Pasti banyak perempuan diluar sana yang sudah dewasa dan mapan berebut untuk mendapatkan Pak Yoda. Kenapa tidak dengan salah satu dari mereka saja?"
" Hem "
" Kau kenapa lagi Bim?, dari tadi aku bertanya dan bercerita panjang lebar jawaban kau hanya Hem dan mungkin " Tanya Riza mulai merasa jengkel.
__ADS_1
" Kita ganti topik saja Ri. biarlah itu urusan Pak Yoda dan Ano " Usul Bima bijak. karena sesungguhnya dia tidak ingin terusik lagi dengan Pak Yoda maupun Anora.