
Nora memutuskan untuk mengangkat telpon yang masuk ke ponsel nya. meski hanya menampilkan nomer saja, Namun Nora bisa menebak kalau yang menelponnya sekarang adalah Alex.
" Iya " ucap Nora dari sebrang sana.
" Aku merindukan Mu " Alex mengakui apa yang di rasakannya saat ini.
Hening
Hening
Alex menatap layar ponselnya, " masih tersambung " batin nya. tak mendapatkan rasa yang sama tak membuat nya patah semangat.
" Kau masih di sana "
" Iya "
" Kalau tidak ada hal penting yang ingin kau sampaikan. Aku akan matikan telpon nya " ucap Nora dengan tegas dari sebrang sana.
" Aku merindukan mu " Alex mengatakan kalimat yang sama.
Tut ... Tut...Tut...Tut...
Sambungan telpon pun terputus.
Alex kembali menatap layar ponselnya dan tak berselang lama memasukan ponsel ke dalam saku jaketnya.
Alex mengambil kunci mobil yang berada di kamarnya. terlihat Serra baru selesai dari kamar mandi.
" Kenapa sayang "
Serra merasa aneh dengan sikap Alex malam ini.
" Maaf sayang aku ada kerjaan malam ini dan mungkin Aku akan tidur di hotel " Alex mencium pipi Serra.
" Iya hati - hati sayang "
" Iya "
Tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun pada Alex. karena Alex juga sering seperti ini. tidur di hotel milik nya.
__ADS_1
Alex menjalankan mobil nya membelah jalanan kota.
Banyak yang Alex pikirkan. tentang perasaannya, tentang rindunya, tentang hatinya dan tentang Nora.
" Kenapa " gumam nya sambil memukul udara.
Restoran PY.
Seperti yang sudah di perkirakan oleh Arthur. pekerjaan nya akan selesai pagi nanti. Arthur bisa secepatnya pulang ke Surabaya.
Ting
Ponsel nya berbunyi. Arthur membuka satu pesan yang baru masuk
( Paman Yoda : " baik lah menginap saja malam ini di sana. tapi besok pagi kalian harus ke kantor Paman, karena ada rekan bisnis Paman yang akan memakai jasa kalian juga. besok kita bicarakan dengan pihak mereka untuk penawarannya. kalian akan di jemput oleh supir Paman ".)
( Arthur : " Baik lah Paman besok pagi kami akan datang ke kantor Paman. Terima kasih".)
" Ada hal penting apa " tebak Riza melihat muka tegang Arthur.
" Besok pagi kita ke kantor Paman Yoda. tidur lah kalau kau bisa tidur "
Surabaya, Kediaman Arthur.
Setelah mandi Nora melihat ponselnya. siapa tau ada kabar dari Arthur. dan benar saja ada tiga pesan masuk darinya.
( Arthur : " Nora, Aku belum bisa pulang cepat. karena ada rekan bisnis Paman Yoda yang ingin bertemu dengan ku dan Riza ".)
( Arthur : " Aku sudah mentransfer uang untuk kau dan Ano shopping ".)
( Arthur : " Jaga diri kalian baik - baik ya Selama tidak ada aku disana. hubungi aku kalau ada apa - apa ".)
Ketiga isi pesan Arthur yang Nora baca. Nora tersenyum senang dengan bisnis yang di jalani Arthur dan di apresiasi dengan baik oleh pebisnis yang lainnya.
( Nora : " Iya Mas nggak apa - apa. aku dan Ano akan baik - baik ajah. terima kasih untuk transferan nya ".)
Setalah membalas pesan Arthur, Nora menyimpan ponselnya di dalam tas. kemudian Nora berjalan ke dapur. untuk menyiapkan sarapan nya dengan Ano
" Selamat pagi, Ma " Ano memegang ke dua bahu Nora dari belakang.
__ADS_1
" Selamat pagi sayang " Nora mengusap salah satu tangan Ano yang masih di bahunya.
" Ayo duduk " Nora mengambilkan segelas susu hangat dan sereal lalu meletakkannya di depan Ano.
" Ayo di makan " pinta nya lembut.
Nora duduk di depan Ano dan terus melihat nya.
" Dulu kamu sekecil ini " Nora memperagakan dengan tangannya.
" Sekarang sudah gadis " Nora menggenggam tangan Ano yang berada di atas meja makan.
" Mama " manja Ano, berdiri dan mengitari meja makan kemudian memeluk Nora.
Nora mengelus - elus kepala Ano dengan seluruh perasaannya.
' Oia, Ma. Ano mau ke kampus pagi ini. karena mau setor tugas yang kemarin dan nyari buku bentar di Toko A**gung. katanya di sana lengkap " Nora mengangguk memberikan izin pada Ano.
Ano kembali mengitari meja makan dan duduk kembali di tempatnya semula.
" Hati - hati ".
" Nggak apa - apa kan Ano tinggal Mama sendiri. Ano nggak lama ko Ma ".
" Iya sayang ".
" Habiskan dulu sarapannya ya " pinta Nora.
" Iya Ma ".
Sudah tiga puluh menit Ano pergi untuk ke kampusnya. Nora menyibukkan kan dirinya di dapur. Mencoba membuat sesuatu yang bisa di makan Ano setelah pulang dari kampus.
Ketika sedang sibuk di dapur. samar - samar terdengar ketukan pintu dari luar, " Apa Ano sudah kembali ?" tanyanya pada diri sendiri.
Berjalan mendekati pintu dan semakin terdengar jelas suara ketukannya.
Kemudian Nora membuka daun pintu dan terlihat lah sosok yang sangat tampan meski usianya tak lagi muda. wajah nya di tumbuhi bulu - bulu halus karena habis di cukur. sosok yang beberapa kali mengirim pesan pada nya.
" Alex "
__ADS_1