Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 50


__ADS_3

Apartemen Arthur.


Hari - hati yang di lewati Nora cukup lumayan tenang. tanpa ada gangguan dari siapa pun. Dia berada di kamar sedang memilih pakaian yang akan di bawanya ke Surabaya. sayang kalau harus beli lagi beli lagi. karena pakaian - pakaian yang sekarang pun masih sangat layak pakai.


Tok


Tok


Terdengar beberapa kali seseorang mengetuk pintu. pikirannya mulai bekerja dengan hal - hal yang buruk. Apa itu Alex ??? atau Riza ???.


Perlahan Nora berjalan ke arah pintu. dan menempelkan sebelah telinganya ke daun pintu. tak terdengar suara apa - apa dari luar.


Tok


Terdengar lagi suara ketukan pintu dari luar.


" Siapa " tanya Nora memberanikan diri.


" Aku Serra " balas Serra cepat.


Setelah mendengar nama Serra dengan cepat Nora membukakan pintunya.


" Maaf Serra, aku harus bertanya terlebih dahulu. karena pernah ada orang yang nggak jelas ketuk pintu " ucap Nora beralasan.


" Iya tidak apa - apa. Aku paham " ucap Serra.


" Ayo silahkan masuk " ajak Nora.


Nora mempersilahkan Serra untuk duduk di sofa. sementara dia membuat minum untuk mereka.


Setelah selesai Nora duduk di samping Serra. Dan meletakkan gelas yang berisi minuman yang berwarna.


" Maaf aku kesini tidak mengabari mu terlebih dahulu. Aku hanya butuh teman untuk sharing. Aku harap kamu tidak keberatan dengan itu " ucap Serra menjelaskan.


" Iya tidak apa - apa. pintu rumah ku selalu terbuka untuk mu " ucap Nora.


Terselip rasa tak nyaman dalam hati Nora mengenai apa yang baru dikatakannya. Namun dia juga tak bisa menolak Serra untuk tidak bicara padanya.


" Hubungan ku dengan Alex mulai ada jarak akhir - akhir ini. kami sudah jarang melakukan hal - hal intim. tapi aku tak pernah melihatnya dekat dengan perempuan lain. bahkan dia sanggup menolak para sekertarisnya terdahulu atau para kliennya ada banyak yang lebih cantik dan menarik dari ku. tapi dia tak pernah seperti ini sikap nya pada ku. tapi untuk anak - anak Alex masih memprioritaskan nya ". Serra mengeluarkan unek - unek yang ada di hatinya dengan mata yang sudah berair.


Nora menatap intens wajah Serra, Dia sungguh sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam rumah tangga Serra. Dia sudah menjadi perempuan jahat untuk perempuan lainnya.

__ADS_1


" Maaf bila aku tak membuat mu nyaman dengan cerita ku " Ucap Serra mengusap air matanya.


" Akh tidak, aku senang bisa jadi pendengar yang baik untuk mu " ucap Nora sambil mengusap punggung Serra.


" Aku tak menyadari perubahan sikap Alex ini. Tapi Saat Paman Yoda bertanya tentang rumah tangga ku. Aku baru menyadari nya sudah banyak yang berubah dari Alex bahkan sikapnya tak sehangat dulu ". lanjut Serra lagi


dengan masih berurai air mata.


" Bagaiman dengan kedua anak ku bila suatu hal buruk dalam pernikahan kami ??? aku sungguh tak sanggup membayangkan itu ??? Ucap Serra menangis sejadi - jadinya di hadapan Nora. dia melupakan rasa malunya, dia meluapkan rasa sakit di hatinya, dia hanya seorang ibu yang akan melakukan apapun untuk kedua anaknya.


Nora ikut meneteskan air mata. dia juga dapat merasakan yang Serra rasakan saat ini. maka dari itu dia sudah memantapkan diri untuk mengakui anak yang dikandungnya adalah anak Arthur. walaupun ini bukan satu solusi tapi setidaknya dia bisa mengembalikan Alek pada keluarganya.


Nora memegang wajah Serra dan mengusap air matanya.


" Aku tidak bisa membantu atau memberikan saran apapun dalam hal ini. Aku hanya akan menjadi pendengar mu saja. kamu dan Alex sama - sama orang biak. aku yakin kalian akan bisa melewati ini " ucap Nora memeluk erat tubuh serra.


" Aku tak ingin mempengaruhi pikiran mu dengan saran atau pendapatku. Pasti akan berbeda . maka dari itu pakailah hati untuk menyelesaikannya " ucap Nora lagi.


" Iya terima kasih kamu sudah mau mendengar kan keluh kesah ku. aku sudah senang seperti ini " ucap Serra memeluk Nora.


Sudah merasa lega dari beban hati dan pikirannya Serra pamit pulang karena sebentar lagi Alex dan anak - anaknya pulang.


" Terima kasih banyak " ucap Serra yang sudah berada di lobby dan memegang erat kedua tangan Nora.


" Hati - hati " ucap Nora ketika Serra sudah masuk kedalam mobilnya.


Beberapa saat berlalu. Nora sudah berada di dalam kamarnya. Untung saja di kehamilan ke dua nya ini tidak rewel dan belum ada yang menyadarinya.


" Maaf kan Mama harus seperti ini. tapi Mama dapat Pastikan kamu tak akan merasakan kekurangan kasih sayang dan terima kasih sudah sangat membantu mama" Nora mengelus - elus perutnya dan mengajak bayinya berbicara dengan sangat melow tapi berusaha tegar dan kuat.


Kediaman Alex.


" Mom " panggil Thalia dan langsung masuk ke kamarnya Serra karena pintu nya tidak tertutup.


" Iya Tha " jawab Serra merapikan riasan di wajahnya untuk menutupi matanya yang sembab karena habis nangis tadi di tempat Nora.


" Ayo makan Mom. sudah ada Abang dan Daddy ". ajak Thalia.


" Iya Ayo " ucap Serra bersemangat dengan menggandeng tangan Thalia


Makanan yang biasanya terasa sangat lezat pun sangat terasa biasa saja bahkan sulit sekali untuk di telan. bila sedang berada dalam suasana seperti yang sedang mereka hadapi.

__ADS_1


" Sayang " ucap Serra menatap Alex saat melihat nya sudah selesai dengan makannya.


" Iya sayang " Ucap Alex menatap wajah Serra.


" Ada pekerjaan yang ingin aku tanyakan. bisa kita ke ruang kerja ?? " tanya Serra sambil berdiri mendekat ke arah Alex.


" Hem.. Baiklah Ayo " jawab Alex.


" Kami ke atas ya " ucap Serra pada anak - anaknya.


" Iya Mom, Dad " sahut Thalia melambaikan tangannya.


Alex dan Serra memasuki lift dan menutupnya. mereka tak berbicara sedikitnya.


Ting


Pintu lift terbuka. Alex mempersilahkan Serra untuk keluar terlebih dahulu. setalah sampai di depan ruang kerja Alex. Serra langsung mendorong pintu dan mereka duduk di sofa saling berhadapan.


" Kamu pasti tau, bukan hal pekerjaan yang ingin aku bicarakan. tapi tentang kita ".


ucap Serra sedikit bergetar.


" Iya aku paham. Apa yang ingin di bicarakan " Tanya Alex menatap Serra.


" Sekarang kamu ada dimana ??? Apa kamu tau jalan untuk pulang ??? " tanya Serra mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya.


" Aku minta maaf " ucap Alex.


Serra tau dengan kata maaf yang di ucapkan Alex pada nya.


" Lalu anak - anak bagaiman ??? " tanya Serra yang sudah tak bisa menahan rasa sedihnya.


Walaupun anak - anak sudah besar tapi tetap mereka membutuhkan figur Ayah yang baik dan kelurga yang utuh.


" Anak - anak akan tetap jadi anakku. Aku akan bicara juga dengan mereka tentang keadaan kita dan pasti mereka bisa mengerti karena pikiran mereka juga sangat terbuka selama ini " ucap Alex.


" Apa tak bisa kita memperbaiki keadaan ini ??" ucap Serra seperti memohon.


" Bisa di perbaiki tapi dengan rasa yang berbeda ".


Hik ... Hik ... Hik...

__ADS_1


Serra sudah tak bisa menahan apapun lagi. dia menangis menumpahkan semuanya di ruangan Alex.


Thomas yang mendengar percakapan kedua orang tuanya membuat dia begitu emosi dan sangat marah. dia mengepalkan kedua tangannya dan beranjak pergi dari depan ruang kerja Alex.


__ADS_2