Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 128


__ADS_3

" Baiklah "Paman Yoda menyanggupinya.


Mereka berjalan beriringan sampai diruang keluarga. yang membuat semua pasang mata tertuju pada keduanya dengan tatapan mata yang penuh dengan tanda tanya.


" Kenapa, apa ada yang aneh dengan kami?"Tanya Paman Yoda ikut duduk bergabung dengan Mama Ina yang sedang menggendong Alesya.


" Cantik Ale belum bobo sayang,nunggu Paman ya, mau bercanda juga dengan Paman Iya. ih lucunya gemes banget"Paman Yoda mengelus pipi embulnya.


" Iya gemes banget sih adik kecilnya Abang, nanti jangan bawel seperti Kakak Thalia ya. ih gemes banget"Thomas berkali-kali menciumi wajah Aleysa sampai-sampai Mama Ina, Paman Yoda dan Opa menepuk punggung Thomas bersamaan karena takut Ale manangis atau pengap dengan tubuh Thomas.


" Menikahlah Paman jika senang dengan anak kecil. diusia Paman ini masih bisa kan untuk membuahi istrinya nanti?"Tanya Thomas dengan wajah serius karena melihat Pamannya begitu antusias berbicara dengan Aleysa.


" Kalau tidak Tante Nora hamil saja lagi. nanti anaknya kasih Paman"Dengan entengnya Thomas berbicara seperti itu pada mereka.


Mereka tertawa mendengar apa yang dikatakan Thomas.


" Kamu kira Daddy mu mau menyerahkannya pada Paman setelah dia berusaha membuatnya?"Balas Paman Yoda memandang Alex dan Nora bergantian.


" Apa aku boleh bergabung dengan kalian?"Tanya Serra sambil mendengarkan obrolan mereka dan merasa tidak hati setelah kejadian kemarin.


" Kamu seperti sama orang lain saja Serra meminta izin segala. duduklah! justru kami senang kamu bisa berbaur dengan yang lain"Jawab Opa.


Serra hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Opa yang seperti itu.


" Kami sudah selesai dengan makan malamnya. jika kalian mau makan Mama Ina akan meminta pelayan untuk menghangatkannya"Ucap Mama menoleh kearah Paman Yoda dan Serra bergantian.


" Iya Mama Ina terima kasih nanti aku bisa hangatkan sendiri jika kami mau makan"Balas Serra sambil menatap Paman Yoda yang masih asik mengelus pipi embul Ale.


" Ada kabar baik apa yang bisa kamu bagi pada kami?"Tanya Opa pada Paman Yoda.


" Apa? "Paman Yoda malah bertanya balik.

__ADS_1


" Ok kita akan tunggu sampai kamu mau membaginya dengan kami. Opa sudah harus masuk kamar.Selamat malam semuanya."Opa pun undur diri dari hadapan mereka dan tidak lupa mencium Ale yang sudah tertidur dalam pangkuan Mama Ina.


Pun dengan mereka yang sudah meninggalkan Serra dan Paman Yoda.mereka saling pandang dan sama-sama langsung memalingkan wajahnya kearah lain karena tiba-tiba mereka merasa canggung.


" Em Paman mau makan sekarang?"Tanya Serra mencoba bersikap biasa saja.


" Boleh, Ayo "Paman Yoda langsung berjalan didepan Serra menuju ruang makan.


Paman Yoda duduk sambil menunggu makanannya dipanaskan oleh Serra dengan bermain ponsel.


Tidak lama kemudian semua makananny sudah tersaji di atas meja makan. tanpa bertanya pada Paman Yoda,Serra mengambil piring kosong dan meletakkan dua potong daging dan satu mangkuk sayur bening serta beberapa potong buah yang diletakkan dalam piring kecil.Karena Serra tau apa yang setiap malam Paman Yoda makan.jadi bukan hal yang sulit bagi dirinya mengambilkan makanan apa yang biasa Paman Yoda makan.


" Terima kasih"Ucap Paman Yoda dengan tulus saat Serra sudah meletakkan makanannya dihadapannya. kemudian Paman Yoda meletakkan ponselnya diatas meja makan sebelah kanan.


Kemudian Serra duduk berada tepat dihadapan Paman Yoda.


Paman Yoda tidak melihat Serra mengisi piringnya dengan makanan apapun."Kenapa kamu tidak makan?."


Paman Yoda menautkan kedua alisnya mendengar kebiasaan Serra."Apa takut gemuk atau lagi diet?"Tanyanya lagi.


" Akh tidak hanya saja tidak tau kenapa aku kurang berselera makan malam"Jawab Serra.


Paman Yoda hanya mengangguk mengiyakan.


Serra membereskan semua peralatan makan yang bekas dipakai Paman Yoda kemudian langsung mencucinya. Serra juga merapikan makanan yang tersisa dan dimasukan kelemari khusus makanan.


" Aku sudah selesai, Ayo kita beristirahat"Ajak Nora pada Paman Yoda sambil berjalan meninggalkan ruang makan.


" Tunggu!"


Nora membalikkan tubuhnya menghadap Paman Yoda.

__ADS_1


" Ada apa? "


" Bisa kita berbicara dikamarku?"


Serra sekarang yang menautkan kedua alisnya mendengar apa yang baru saja dikatakan Paman Yoda.


" Kenapa harus dikamar Paman? disinikan bisa?"Tanya Serra sambil menunjuk keruang keluarga.


" Aku tidak ingin ada yang mendengar apa yang akan kita bicarakan"Paman Yoda beralasan.


" Baiklah! "Serra langsung menyetujuinya.


Paman Yoda berjalan didepan Serra dengan langkah panjangnya sehingga Serra harus agak sedikit berlari supaya bisa tetap berjalan beriringan.


Paman Yoda mempersilahkan Serra untuk masuk kedalam kamarnya kali ini Serra masuk setelah mendapatkan izin dari pimilik kamarnya.


" Duduklah!"Paman Yoda menarik kursi dan memberikannya pada Serra untuk diduduki.


" Aku langsung saja pada intinya. kamu tau aku begitu mencintai Anora. sampai aku akan menghabiskan sisa waktuku dengan kesendirian, bahkan aku juga pernah menolak menikah denganmu. sekarang aku akan belajar menerimamu sepenuhnya. tapi jika dalam perjalanannya nanti aku belum bisa mencintaimu balik bagaimana? apa kamu akan terus berjuang untuk tetap membuatku mencintaimu atau kamu akan melakukan kembali kegilaan dan kenekatanmu untuk menyakiti orang-orang terdekatku. aku tidak masalah jika kamu membuatku sakit atau celaka atau mati sekalipun. aku tak bisa melihat mereka terluka karena aku"Paman Yoda berbicara panjang lebar pada Serra dan mengajukan beberapa pertanyaan padanya.


Serra tidak langsung memberikan jawaban, keputasan atau tanggapannya. yang Serra lakukan hanya menatap kedalam mata Paman Yoda,mengamati wajah tampan yang ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar rahangnya. kemudian Serra menghembuskan nafasnya pelan dengan perlahan.


" Apa Paman Yoda menyukai anak kecil?"Serra malah balik bertanya pada Paman Yoda.


Sekarang kedua mata mareka saling mengunci, menyelami apa yang sebenarnya mereka inginkan. terlebih bagi Serra seperti dua mata uang yang saling bisa menguntungkan atau merugikan.


" Aku begitu bahagia bisa melihat Aleysia,hatiku merasa hangat dan seolah aku mempunyai semangat dan tujuan hidup lagi setelah aku tidak akan berjuang lagi mendapatkan Anora. Aku melihat ada banyak kedamaian dan ketenangan setiap menatap kedua matanya yang bulat. ada begitu banyak kebahagiaan yang aku rasakan ketika melihat senyum dibibirnya. aku meraskan getaran dihati yang ingin menjadikanku seorang Daddy saat aku menggendong tubuh kecilnya dan berada dalam pangkuanku. aku bisa meraskan kehangatan walau aku baru pertama kali ini melihatnya.kalau semua alasan itu disimpulkan Ya, aku menginginkan adanya seorang anak yang dapat melengkapi hidupku"Paman Yoda memberikan jawaban yang cukup membuat Serra menitikkan air matanya karena terharu terhadap apa yang dirasakan Paman Yoda pada sosok malaikat kecil yang disebutnya Baby Aleysa.


Bukan saja kehadirannya Aleysa ditengah mereka bisa menghipnotis Paman Yoda,melainkan banyak orang yang berada disekelilingnya. Mama Ina, Opa, Thalia bahkan Thomas yang baru pertama kali melihatnya dengan dekat setelah beberapa waktu tidak melihatnya langsung jatuh hati dan menyayanginya sebagai saudara perempuannya.


Setelah mempertimbangkan apa yang dikatakan Paman Yoda yang sangat menyentuhnya. Serra akhirnya membuat keputusan dan langsung menyampaikannya pada Paman Yoda.

__ADS_1


" Ayo kita mengulangi kejadian itu dalam kurun waktu satu bulan. jika aku hamil aku akan menagih janji Paman untuk menikahiku. tapi jika aku tidak hamil aku akan melepaskan Paman dan aku akan pergi jauh dari kalian"Ucap Serra penuh keyakinan.


__ADS_2