
" Kenapa Dadd ??".
" Apa mereka berdua ???".
" Akh tidak!!, tidak. Daddy tak seperti itu dan Tante Nora tak mungkin juga "
Hufh
Thomas menarik nafas dalam - dalam untuk menenangkan hati dan pikirannya. bahwa yang di lihatnya pagi ini tak seperti apa yang ada di pikirannya.
" Thom " Panggil Nora membuyarkan lamunannya.
" Tan - te " ucap Thomas gugup.
" Apa aku tanya sekarang ajah sama Tante Nora ??" batinnya.
" Hei, Thom. kenapa melamun ?? "
" Akh tidak Tan "
" Permisi Tan "
Thomas menaiki anak tangga kembali ke kamarnya.
" Ma " Panggil Ano
" Iya sayang "
" Berenang ! "
" Nggak Mama di sini ajah "
Nora duduk di kursi panjang yang menghadap ke kolam.
" Kamu nggak turun "
" Nggak Mas "
" Aku baru selesai mandi "
" Ya udah, aku ambilkan teh hangat "
__ADS_1
" Tak perlu Mas, aku ambil sendiri nanti "
" Hem "
Arthur kembali lagi bergabung dengan para lelaki yang sedang bermain memasukkan bola basket ke dalam keranjangnya.
Wajah Alex terlihat begitu merah melihat Arthur dan Nora. dan itu tak luput dari perhatian Paman Yoda.
" Tha, Aku naik ya "
" Iya Kak, aku benar lagi "
Anora meninggalkan kolam dan masuk ke kamarnya.
" Thom " sapa Ano saat berpapasan dengan Thomas yang sudah menuruni anak tangga "
" Hem " jawab Thomas datar.
Ada sedikit rasa marah yang mengusik hatinya saat melihat Daddy nya keluar dari kamar tante Nora.
" Kau tak bergabung dengan yang lainnya ?" Tanya Nora melihat ke arah Thomas.
Thomas pergi begitu saja dari hadapan Anora. tanpa mengatakan apa pun.
Anora masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
Thomas memperhatikan semua orang yang ada di dalam kolam. semuanya begitu terlihat sangat senang.
Saat tatapannya bertemu dengan mata Nora yang meliriknya hendak meninggalkan kolam. dia pergi begitu saja.
" Ada apa sama Thomas ??" tanya Nora pada diri sendiri. sambil menatap ke arah Thomas yang menghampiri Paman Yoda.
Beberapa Jam sudah berlalu. Ada beberapa orang yang bersantai duduk di mini bar. Seperti biasa Serra sudah menghabiskan beberapa gelas wine, selain karena terbiasa minum tapi juga untuk menghangatkan tubuhnya. karena lumayan cukup lama berada di dalam kolam renang.
Alex dan Arthur hanya minum satu gelas kemudian mereka meninggalkan Serra.
" Kami mau ke atas menyusul yang lain. apa kamu mau ikut ??" tanya Alex mendekati kursi Serra.
" Tidak, aku masih ingin di sini. pergilah ! " Tolak Serra.
" Baiklah kami ke atas, kalau ada apa - apa hubungi aku "
__ADS_1
Mereka meninggalkan Serra dengan gelas wine nya.
Mereka yang berada di mini teater sedang menonton film yang lagi booming sekarang ini.
Tatapan Bima selalu gagal fokus kalau sudah melihat Anora. dia selalu terbayang Anora yang berada di kolam renang tadi pagi.
Tak selang berapa lama, Paman Yoda menghampirinya. Dan menuangkan lagi wine ke dalam gelas Sera dan duduk di sampingnya.
" Terima kasih "
" Hem "
" Apa kau baik - baik saja ??? "
" Hemm... " ucap Serra menganggukkan kepalanya.
" Dengan rumah tangga Mu ??? "
Serra melirik ke arah kanannya, terlihat wajah tampan Paman Yoda.
" Kenapa Paman tanyakan ???"
" Apa Paman tau sesuatu tentang kami ???"
" Tidak "
Hening
Hening
Keduanya terdiam beberapa saat, dan terdengar lagi Serra berbicara.
" Akhir - Akhir ini, Alex selalu menolak ku di tempat tidur "
" Apa itu artinya rumah tangga ku bermasalah???"
" Lelah dan capek kata yang selalu keluar menjadi alasan "
" Apa hubungan kami sedang tidak baik ???"
Serra menundukkan kepalanya, ingin meredam rasa yang begitu sangat menyesakkan dadanya. walaupun agak sedikit merasa lega dengan perasaannya karena sudah mengeluarkan unek - unek di dalam hatinya tapi tetap tak bisa membendung air matanya yang sudah menetes.
__ADS_1
Paman Yoda mengangkat tangannya menyentuh punggung Serra dan mengusapnya. memberikan kekuatan dan kenyamanan untuk nya.