
" Tidak sayang kamu tidak salah apapun dalam masalah orang tuamu. kamu tidak harus menangung semua kesalahan mereka, biarlah itu menjadi tanggung jawab keduanya".
" Biarlah itu menjadi masalah orang tuamu".
" Iya Kak bukan salah Kakak, itu hanya kesalahan Daddy ku dan Mamamu Kak".
" Jangan larang aku lagi untuk memberitahu mereka kalau aku akan melamarmu sayang,aku ingin selalu bisa melindungimu".
" Apa?" Thalia membuka mulut dan matanya dengan lebar.
Ano tidak mempedulikan apa yang dikatakan Paman Yoda dan apa yang didengar Thalia. kalau memang sudah jalannya seperti itu mau bagaimana lagi? maka dia akan belajar menghadapinya".
" Tha, aku ketempat Papa ku ajah ya. biar aku bisa lama disana,aku juga tidak ingin memperburuk suasana disini.Aku juga tidak tau apa yang akan terjadi lagi jika aku masih berada disini Tha. biarkan Mommy mu tenang dulu,siapa tau tanpa melihat aku Mommy mu tidak akan marah lagi".
" Aku bagaimana Kak Ano? Mommy lagi seperti ini keadaannya. nanti aku nggak ada temannya Kak".
" Benar Tha apa yang dikatakan Ano, Paman akan mengantarkan dan sekalian meminta restu Papa Arthur Tha".
" Baiklah tapi Paman harus selalu menemani aku ya selama disini dan aku ikut mengantar Kak Ano".
" Tapi.... "
" Tidak masalah sayang, nanti aku akan bicara dengan Opa dan Mama Ina tentang kepergianmu, mereka pasti mengerti".
Ano hanya mengangguk mengiyakan.
Opa keluar dari dalam kamar Serra ketika Serra sudah tertidur. namun Mama Ina dengan setia masih menemaninya.
Opa membuka pintu kamar Thalia tanpa mengetuk terlebih dahulu dan melihat ketiganya sedang duduk disofa.
" Opa " Thalia menghambur kepelukan Opanya.
" Bagaimana kalian sudah lebih tenang?Opa harap jangan kalian ambil hati dengan ucapan Serra".
" Iya Opa ".
" Anora bagaimana? ".
" Iya Opa tidak apa-apa. tapi saya minta izin Opa mau ketempat Papa,tempatnya tidak jauh dari sini. sebelum ada kejadian ini pun saya sudah pernah bilang sama Thalia Opa"
" Tidak masalah pergilah tapi diantarkan Yoda".
" Aku ikut juga Opa, aku ingin melihat Paman meminta restu Om Arthur".
__ADS_1
Opa mengerutkan dahinya atas apa yang baru saja didengarnya.
" Maksudnya apa Tha?".
" Emm, Biar Paman saja yang bilang.Maaf Paman aku keceplosan saking senangnya".
Kini Opa mengarahkan tatapannya pada Paman Yoda dan Anora.
" Bisa jelaskan ada apa Yoda".
" Iya Opa aku akan melamar Anora. tadinya Anora tidak ingin membuka hubungan kami sekarang, tapi berhubung situasinya lagi tidak baik ya sudah aku buka saja sekalian.
Opa memijit pelipisnya, belum selesai masalah Serra.kini Yoda sudah akan melamar Anora perempuan yang kata Serra lebih pantas jadi anaknya.
" Apa yang dimaksud Serra itu Yoda"Gumamnya dalam hati sambil menatapnya intens.
" Ada restu atau tidaknya dari kalian tidak masalah bagiku. aku tetap akan melamarnya"Karena Paman Yoda melihat wajah Opa yang kurang menyukai berita tentang rencananya.
Anora tidak terlalu ambil pusing jika mereka tidak menyetujinya. kalaupun tidak jadi Paman Yoda melamarnya tidak jadi masalah, mungkin itu lebih baik untuk semuanya.
" Kita bicarakan lagi nanti, kita tunggu Serra tenang dulu".
" Aku tidak bisa menunggu lama"
" Opa keluar dulu".
Semua mata tertuju pada punggung Opa yang perlahan mulai hilang dibalik pintu.
Serra sudah bangun dari tidurnya walaupun tidak lama tapi cukup menghilangkan rasa perih dimatanya. dan melihat Mama Ina yang duduk membelakanginya.
" Mama Ina "
" Apa kamu mau diambilkan makanan atau apa?"Mama Ina berbalik menoleh kearah Serra yang sudah dalam posisi duduk.
" Aku akan meminta Paman Yoda untuk menikahi ku,Tolong bantu aku Mama Ina untuk meyakinkan Paman Yoda".
" Apa kamu mencintainya atau jadi pelarian mu saja".
" Aku mencintainya, dan anak-anak tidak akan ada masalah karena mereka sudah menganggap Paman Yoda orang tuanya sendiri bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan Alex".
" Baiklah Mama Ina akan mencoba berbicara dengan Yoda. seharusnya bukan hal sulit karena dia sudah mengenal mu lama dan sangat menyayangi Thomas dan Thalia.Mama Ina juga akan bicara sama Opa untuk bisa lebih meyakinkan Yoda".
" Terima kasih Mama Ina"
__ADS_1
Karena Serra sudah mengatakan keinginannya untuk bisa hidup bersama Yoda. maka Mama Ina sudah tidak mengetahui lagi siapa orang yang dimaksud Serra dalam pembicaraannya tadi. yang terpenting sekarang bagaimana memimta Yoda untuk menikahi Serra.
" Jika tidak ada yang kamu perlukan, Mama Ina akan keluar untuk mencari Yoda dan Opa dan membicarakan hal ini secepatnya".
" Tidak Mama Ina, Terima kasih ".
Mama Ina pergi meninggalkan Serra yang terlihat sudah mulai tenang.
" Aku ingin lihat apa kamu bisa untuk menolak Opa dan Kakakmu sendiri Paman?.Aku akan mendapatkan sendiri kebahagiaanku dengan caraku,Aku bukan Serra lagi yang akan mengalah, Aku Serra perempuan kuat yang bisa mendapatkan apa yang diinginkannya dengan cara apapun".Guman Serra pada dirinya sendiri sebagai penyemangatnya.
Saat berjalan menuju ke arah kamarnya, Mama Ina bertemu Opa yang berada di ruang tengah dan langsung memintanya masuk kedalam kamar karena ada yang mau disampaikannya.
Mereka duduk di tepi tempat tidur setelah berada didalam kamarnya dengan tatapan yang saling mengunci.
Mama Ina menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membuka obrolannya bersama Opa.
" Serra akan meminta Yoda untuk menikahinya. dan aku pun yakin Yoda tidak akan menolaknya, karena kita tau Yoda belum pernah membawa perempuan mana pun yang akan dibawanya serius. Kita sudah tau babat, bebet dan bobotnya Serra dan kedua anaknya pasti tidak masalah".
Sekarang giliran Opa yang menarik nafasnya dalam-dalam terasa ada beban dalam hatinya yang tidak bisa diucapkannya. dia akan mendengarkan terlebih dahulu apa yang diinginkan Mama Ina dari obrolannya mereka ini.
" Aku yakin kamu akan membantuku untuk meyakinkan Yoda karena kamu sangat berpengaruh padanya, Tolonglah Serra untuk bisa menikah dan membina rumah tangganya. keduanya pernah mengalami kegagalan jadi mereka bisa memperbaikinya dalam menjalani pernikahannya yang sekarang".
" Sepertinya hanya Yoda yang bisa menjadi pegangan kuat bagi Serra dan kedua anaknya. Aku tidak tega terus melihatnya menderita dan terus bersedih menatap masa depannya. Berilah sedikit dia kebahagiaan,bukannya kamu sudah menganggapnya sebagai putrimu? " Ucap Mama Ina lagi dengan panjang lebar tanpa sanggahan ataupun bantahan dari Opa selama dia menyampaikan maksudnya.
Surabaya, Kediaman Alex.
Setelah mereka selesai dengan makan siangnya. mereka kini berada diruang tengah sambil membawa Aleysa dalam gendongan Alex.
" Dalam waktu dekat ini aku akan mendaftarkan pernikahan kita, untuk mempermudah semua administrasi kita nanti. karena Serra sudah menandatangani suratnya. dan aku akan minta tolong pada Bima untuk mengurusnya dengan cepat".
" Kenapa? kamu tidak senang hidup dengan ku"
" Tidak, Justru aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu tua bersamamu dan anak-anak kita"
" Apa anak-anak ada menelponmu Cinta?"
" Belum kalau nelpon, kalau kirim pesan iya sering. bahkan anak-anak minta dikirimkan gambar Aleysa yang terbaru"
" Iya mungkin mereka lagi sibuk disana, Oia apa Ano tahu jika Arthur ada di Malaysia?".
" Iya Ano tahu, dia sudah meminta izin padaku untuk bertemu dengan Papa nya disana".
" Aku juga tau dari Anora saat dia meminta izin".
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya.