Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 40.


__ADS_3

Kediaman Alex.


Satu hari kemudian sebelum ke Villa Paman Yoda.


" Tha " Serra masuk ke kamar Thalia yang terbuka.


" Mom " Thalia menoleh ke belakang melihat mommy nya.


" Kenapa ? " Serra mengusap - usap punggung Thalia.


" Abang pasti sudah cerita kan ?, makanya Mommy kesini " Thalia bertanya balik pada Serra.


" Iya, tapi mommy mau denger langsung dari kamu " Serra dengan sabar menunggu Thalia bercerita.


Bukannya menceritakan kejadian yang sebenarnya Thalia malah mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya.


Thalia langsung membuka pesan masuk di ponsel nya dan menunjukan pada Serra.


( Ivana : " Pulang kampus kita ngobrol santai di kafe sebrang " ).


( Ivana : " Aku mau menunjukkan sesuatu langsung ke kamu, Tha.)


Ada beberapa gambar yang memperlihatkan kedekatan Alex dengan Windy.


" Aku sudah di larang sama Abang, tapi nggak bisa Ma aku begitu takut untuk kehilangan Daddy, makanya aku pergi tanpa Abang tau ".


" Aku nggak mau Mom, ada yang ambil Daddy dari kita. begitu juga sebaliknya Mom ".


Serra langsung memeluk tubuh Thalia yang bergetar karena mulai menangis.


" Aku takut kita akan pisah "


" Aku akan lakukan apapun Mom "


" Maaf kan Thalia, Mom


Thalia menangis sejadi - jadi di pelukan Mommy nya.


Serra belum mengeluarkan sepatah kata pun. dia hanya memeluk dan membiarkan Thalia menumpahkan rasa sesak di dadanya.


Thalia sudah mulai terlihat tenang dan sudah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Dengar kan Mama, Tha " pinta Serra


" Windy pegawai kepercayaan Mama. dia sudah lama ikut Mama dari awal butik mau di buka "


" Daddy tak ada mempunyai hubungan di luar sana dengan perempuan mana pun "


" Buang jauh - jauh pikiran mu untuk melakukan tindakan bodoh lagi "


" Mommy bisa pastikan, Daddy hanya milik Kita "


Serra mengusap sisa - sisa air mata yang masih membasahi pipi anaknya. Merapikan rambut yang dan menyisirnya menggunakan jari.


" Terus tante Windy gimana " ucap Thalia panik.


" Daddy sudah mengurus semuanya dan Tante Windy tiga hari lagi sudah boleh pulang "


Ya. Setelah Thalia menerima pesan dari Ivana, teman kampusnya. Dengan emosi yang sudah menguasai dirinya, Thalia mendatangi Windy di butik Serra.


Thalia secara membabi buta menyerang Windy tanpa ampun. sampai Windy di larikan ke rumah sakit karena luka yang cukup serius.


Meski banyak pegawai di butik Serra tapi mereka tak ada yang berani melerai Thalia karena mereka tau siapa Thalia.


Thomas yang menyadari keberadaan Thalia langsung datang ke butik. dan benar saja Thalia ada di sana.


" Aku mah minta maaf " pinta Thalia.


" Iya nanti kita kesana bareng Daddy juga ya "


Serra masih di kamar menemani Thalia. Melihat wajah tenang Thalia yang sudah tertidur karena terlalu banyak menangis.


Serra tidak menyangka anak periang, penurut dan tak pernah mempunyai masalah dengan siapapun atau apapun tapi bisa begitu sangat emosi melihat hal - hal yang berhubungan dengan keluarganya.


Bagaiman bisa hanya dengan melihat beberapa gambar saja yang belum tentu pasti


kebenarannya.


Kantor Alex


Hufh


Alex menerawang jauh entah kemana dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Dia juga begitu shock dengan kejadian yang di lakukan Thalia pada Windy.


" Apa yang akan Thalia lakukan pada Nora pasti akan lebih bahaya lagi dari pada ini "


" Aku harus lebih berhati - hati lagi supaya Nora terlindungi "


" Sampai kapan ???" Alex masih membatin dengan pertanyaan - pertanyaan nya. sampai ketukan pintu terdengar begitu nyaring.


Tok


Tok


" Masuk "


Bima mendorong pintu dan melihat wajah kusut Bos nya dan mengeluarkan senyum mengejek nya.


" Ini Bos saya bawa kopi spesial " Bima meletakkannya di atas meja.


" Terima kasih, Bim "


Sruuuuupppp


Alex menyeruput kopi dengan memejamkan matanya.


" Mba Windy sudah clear ya Bos "


" Iya, Bim. keberuntungan masih berpihak pada keluarga ku "


" Tapi tidak dengan lain kali Bos " ucap Bima mengingatkan.


" Kamu benar "


Alex meminta Bima mewakili dirinya untuk meeting dengan kliennya di luar. Begitu banyak yang terjadi hari ini dan sedikit menguras pikirannya.


Alex masih menikmati sisa - sisa kopinya sambil berdiri memandang dinding kaca yang menghadap ke beberapa gedung - gedung tinggi.


" Dadd " panggil Thalia dan mendekat ke arah nya setelah mendorong pintu ruang kerja Alex.


" Thalia " Alex membalikan badannya menghadap anaknya.


Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. "Dadd, Maaf kan Aku, Maaf. Aku sungguh sangat menyesal"

__ADS_1


Alex langsung memeluk Thalia dan mengusap punggungnya untuk menenangkan dan memberi rasa aman dan nyaman nya. "It's Ok sayang "


Serra yang dari tadi berdiri di dekat pintu langsung memeluk mereka berdua dan meneteskan air mata. " Kalian harta berharga Mommy " ucap Serra terisak - Isak.


__ADS_2