
Kediaman Alex.
Serra membaringkan Thomas di atas tempat tidurnya. sementara kamar Thomas sedang dibersihkan dan dibereskan oleh beberapa pelayan di rumahnya.
Serra menghubungi Adam untuk mengecek kondisi Thomas. Serra tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak lelakinya.
" Istirahat lah Bang!, Mommy sudah minta Adam untuk mengecek kondisi Abang"Serra merapikan selimut di tubuh Thomas.
Kemudian Serra menyuapi Thomas makan supaya bisa cepat minum obat.
" Abang hanya demam biasa Mom. nanti setelah minum obat penurun panas Abang kembali sehat "Tolak Thomas yang tidak mau melihat Mommy nya khawatir.
" Minum obat harus, plus di cek sama Adam.Dia sudah dalam perjalanan kemari" Serra tidak mau dibantah keinginan saat ini untuk mengetahui kondisi anaknya.
Serra memasukkan satu butir obat kedalam mulut Thomas dan langsung memberikannya air minum hangat.
" Mom, kenapa Mommy tidak bertanya pada Abang tentang semua yang mommy sudah ketahui?" Thomas merasa heran, karena belum ada satu pertanyaan pun yang keluar dari mulut Mommy nya.
" Abang sehat dulu, baru Mommy mau bertanya banyak pada Abang?" Serra tidak ingin menambah beban pikiran anaknya kalau semua dipertanyakan saat kondisi Thomas yang kurang baik.
" Mom percayakan sama Abang? Abang bisa ceritakan semuanya sekarang Mom.Abang ingin terlepas dari semua ini Mom. tolong Abang Mom" Thomas mengiba pada Serra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Serra masih menimbang apa yang jadi permintaannya Thomas. terlalu takut bagi Serra melihat anaknya terluka dan tidak siap untuk menerimanya.
" Fisik Abang sehat Mom, tapi psikis Abang Mom yang sangat terganggu dengan kejadian waktu itu Mom" Thomas masih kekeuh ingin menceritakannya sekarang. karena mau kapanpun tetap tidak bisa mengubah yang sudah dilakukannya.
Serra hanya mengangguk mengiyakan dan menatap wajah Thomas dengan sendu.
Thomas mulia menceritakan semuanya pada Serra dengan sangat detail tidak ada yang terlewati. termasuk kabar terakhir yang diketahuinya tentang Nora dari Alex.
" Mimpi itu selalu datang mengganggu tidurku Mom. aku tidak pernah dibuatnya tenang walau sedetikpun " Ucap Thomas.
" Mommy bisa bantu aku untuk keluar dari rasa ketakutan aku Mom?" Tanya Thomas menggenggam kedua tangan Mommy nya.
" Iya Mommy bisa bantu Abang" Jawab Serra menyanggupinya.
" Abang akan dengar dan lakukan apa yang Mommy bilang serta perintahkan ke Abang"Thomas menatap kedua tangan Mommy nya yang dia pegang erat.
__ADS_1
" Kita akan ke Surabaya bertemu dengan keluarga korban, bertemu Tante Nora dan siap menjalani apapun untuk konsekuensi atas apa yang sudah Abang perbuat"Serra mempertegas secara halus setiap kalimatnya.
Serra tidak ingin menjadikannya anak yang lepas dari tanggung jawab atau membuatnya jadi buronan siapapun dan sampai kapanpun Walaupun nanti akan sangat berat hukuman yang akan didapatkan Thomas.
" Iya Mom Abang akan ikuti perintah Mommy"Thomas merasa punya keberanian kembali ketika mendapatkan dukungan dari Mommy nya untuk mengakui semua perbuatannya.
Serra mencium kening Thomas untuk beberapa saat dan memeluknya erat.
" Permisi " Adam masuk ketika pintu kamar Serra tidak tertutup.
" Adam masuk, tolong periksa kesehatan Thomas. tadi pagi dia demam cukup tinggi,tapi tadi sudah saya kasih obat penurun panasnya" Ucap Serra panjang lebar.
" Baik - baik, coba kita cek sebentar ya jagoan"Adam menempelkan alatnya dibeberapa titik tubuh Thomas.
Tidak kurang dari sepuluh menit semuanya sudah selesai.
" Tidak ada yang berbahaya untuk kondisi Thomas. mungkin hanya kelelahan saja" Ucap Adam menjelaskan hasil pemeriksaannya.
" Tuh kan Mom, aku sehat - sehat saja. Mommy yang sudah terlalu khawatir" Thomas menunjukan tubuhnya.
" Baiklah berhubung Thomas tidak apa-apa. Saya balik ke rumah sakit lagi" Pamit Adam pada Serra dan Thomas. lalu meninggalkan kamar Serra dan melajukan lagi kendaraanya.
" Mommy dengarkan apa kata Om Adam aku sehat. Tapi mental ku yang sakit Mom" Ucap Thomas sendu.
" Tidak akan lagi. kamu akan sembuh dan tidak akan mengalami mimpi buruk lagi.Mommy janji" Serra memeluk Thomas lagi untuk memberikan semangat dan dukungannya pada Thomas.
Dua hari kemudian, tanpa memberitahukan pada Alex atau Thalia Thomas dan Serra akan terbang ke Surabaya. setelah dirasa kesehatan Thomas sudah pulih seratus persen.
Tidak banyak barang atau persiapan yang Serra lakukan hanya membawa beberapa pakaian saja. begitu pun dengan Thomas. yang harus lebih disiapkan adalah mental Thomas bagaimana pun tidak akan mudah untuk mengakui kesalahan yang akan berujung tahanan yang akan cukup lama.
Serra sudah memesan tiket pesawat dan satu kamar Hotel X selama berada di Surabaya.
Surabaya, Hotel X.
" Dadd, aku mau tinggal bersama Kak Ano"Pinta Thalia pada Alex.
" Iya nanti akan Daddy antar" Balas Alex sembari memeriksa ponselnya siapa tau sudah ada informasi dari team pengacara kapan Nora akan dibebaskan.
__ADS_1
" Tidak Dadd, diantar Bima saja. sepertinya Daddy sibuk" Tolak Thalia.
" Baiklah Daddy akan meminta Bima untuk mengantarkan mu" Akhirnya Alex meminta Bima untuk mengantarkan Thalia ke rumahnya.
Ingin menolak tapi tidak enak, kalau dia yang mengantarkan pasti nanti akan bertemu dengan Anora dan Paman Yoda. tapi sudah tidak punya alasan karena pekerjaannya hari ini sudah dihandle Alex semuanya.
Jadi Bima hanya berharap semoga tidak bertemu dengan Keduanya walaupun sangat mustahil.
Bima dan Thalia sudah berada didalam mobil menuju ke rumah Alex. Thalia begitu menikmati perjalannya tapi tidak dengan Bima. apa masih ada alasan untuk tidak membantu Nona nya membawakan koper? Pikirnya.
" Arrghh " Tanpa sadar Bima memukul stir mobilnya cukup keras.
" Kenapa Bim, Kenapa stir nya dipukul? ada salah apa dia pada mu?" Tanya Thalia menoleh kearah Bima yang ada disampingnya.
" Eemmm, tidak Non " Ucap Bima singkat.
Dia fokus lagi dengan menyetirnya dan agar selalu bisa fokus supaya tidak terjadi seperti hal yang baru saja.
" Bim " Thalia menoleh kearah Bima.
" Iya Non " Jawab Bima dengan pandangan yang masih fokus pada jalanan.
" Kamu kan sudah lama ikut sama Daddy.pasti kamu juga sudah banyak tau hal yang sudah terjadi. menurut mu Bim, kenapa Daddy tidak melaporkan Mommy dan Abang Thomas ke pihak yang berwajib?" Tanya Thalia.
" Kenapa Non tidak tanyakan saja langsung pada Daddy Non?" Tanya Balik Bima yang tidak tau harus jawab apa. karena itu bukan kapasitasnya untuk memberikan jawaban.
" Ish Bima, bukannya dijawab malah balik tanya lagi" Thalia memasang wajah cemberutnya. tapi kenapa menggemaskan saat Bima tidak sengaja meliriknya.
" Akh tidak, mikir apa aku. Fokus Bima"Ucapnya dalam hati sembari menggelengkan kepala.
" Kenapa lagi Bim, sekarang kepalanya yang menggeleng?" Tanya Thalia yang melirik kearah Bima.
" Tidak ada Non " Jawab Bima singkat.
Hening
Tidak ada lagi obrolan atau pertanyaan yang terlontar dari bibir Thalia. keduanya fokus dengan perjalannya.
__ADS_1