
Semua orang yang ada dimeja makan dibuat terkejut dengan sikap Serra yang baru pertama kali ditunjukkannya.
" Mom " Thalia mengeluarkan air matanya karena untuk pertama kalinya dia dimarahi dan dibentak untuk hal sepele seperti ini oleh Serra,pikirnya.tapi dia pun sungguh sangat menyesal sudah membuatnya Mommy nya marah.
" Sabar Serra, bukannya hal ini sudah biasa terjadi padamu dan Thalia serta Thomas tapi kenapa kali ini kamu sangat merah sekali"Mama Ina mencoba menenangkan Serra sambil mengusap punggungnya.
Ano tidak tau harus bersikap seperti apa pada mereka yang ada disini. dia pun sama begitu terluka ketika namanya ikut terseret dalam kemarahan Serra pada Thalia.
" Maafkan saya Tante Serra"Ucap Ano menundukkan kepalanya ketika kedua pipinya sudah basah.
" Tidak Ano. tidak seperti itu. mungkin Tante Serra sedang banyak pikiran. jadi seperti ini"Paman Yoda berusaha menengahi.
" Iya Anora tidak apa-apa, bukan salah mu atau siapapun"Mama Ina menambahkan.
" Sebaiknya kamu bawa Serra kekamarnya"Pinta Opa pada Mama Ina.
Thalia menghampiri Mommy nya yang masih menatapnya tajam kearah Thalia.
" Maaf aku Mom, aku sudah membuatmu marah, aku tidak mengikuti kata-katamu Mom, aku sudah membantahmu Mom, Tolong maafkan aku Mom. aku berjanji akan selalu menuruti apa yang Mommy katakan"Thalia memeluk erat Serra dengan permohonan maafnya.
" Mommy tidak bermaksud seperti itu. maaf Mommy juga sudah membentakmu. maafkan Mommy!"Serra membalas pelukan Thalia dengan tidak kalah eratnya dibarengi menciumi wajah Thalia.
" Maafkan aku sudah membuat tidak nyaman kalian"Ucap Serra seraya meninggalkan meja makan.
" Mom " Panggil Thalia. tapi Serra tidak meresponnya malah dia agak sedikit berlari ke kamarnya.
" Tidak apa-apa Tha, biarkan saja Mommy mu menenangkan dirinya.jangan diganggu ya. nanti juga baikkan lagi. percaya sama Mama Ina"Ucapnya sambil memeluk Thalia.
" Bawalah Anora jalan-jalan Yoda. Thalia biar bersama Opa dan Kakak"Mama Ina meminta Paman Yoda untuk mengajaknya keluar.
" Ayo Anora " Paman Yoda menarik tangan Anora dan meninggalkan mereka.
__ADS_1
Di tempat yang berbeda, Arthur sudah sangat sibuk. tapi kali ini bukan karena pekerjaannya. tapi dengan kehidupan pribadinya. karena Mr.Smith meminta pada Arthur untuk menemani Anya pergi ke pesta nanti malam. sekarang Arthur dan Anya sedang di butik ternama untuk mencoba beberapa pakaian yang akan dipakainya nanti malam.
Salah satu pegawai sudah menyiapkannya untuk mereka dan menempati fitting room yang berbeda.
Sudah ada tiga pilihan yang menurut Anya sangat cocok untuk tema pestanya. namun dia tidak cukup percaya diri sampai meminta bantuan Arthur.
" Aku mau minta tolong dari ketiga pakaian ini mana yang lebih cocok untukku?"Tanya Anya sambil menunjukkan ketiganya.
Arthur buka type pemerhati fashion jadi agak susah untuk dimintai pendapatnya.
" Ketiga pakaian ini bagus semua, jika menurut saya. tapi saya tidak tau dari ketiganya ini yang terasa membuatmu nyaman yang mana?. nah itu yang bagus dan cocok untuk mu. itu hanya menurut saya"Ucap Arthur.
" Baiklah kalau begitu aku ambil ketiganya. kamu bagaimana sudah ada pakaian yang kamu pilih?Tanya Anya.
" Saya masih mempunyai pakaian yang masih baru jadi saya tak harus membelinya lagi"Jawab Arthur.
" Ok " Balas Anya.
" Apa kamu akan mencoba berumah tangga lagi?"Tanya Anya membuka obrolan.
Arthur membalas tatapan Anya yang menatap ke arahnya.
" Tidak untuk saat ini, selain karena saya sendiri belum ingin memulai dengan hubungan yang baru. saya juga harus bertanya pada anak gadis saya,karena saya ingin dia memiliki hubungan yang baru dengan pasangan saya nanti tentunya yang harus saling memahami dan mengerti"Jawab Arthur.
" Karena kamu masih mencintai mantan istrimu?"Tebak Anya.
" Salah satunya "Jawab Arthur cepat.
" Baiklah, kalau begitu tolong biarkan aku berada terus disisimu dan menjadi orang pertama yang mengetahui bahwa cinta untuk mantan istrimu sudah terganti dengan cinta yang baru.Aku tidak akan meminta ataupun memaksa tapi aku hanya minta kesempatan untuk terus berada disampingmu melalui hari bersama dan mengenal putrimu"Ucap Anya to the point.
Arthur hanya diam dengan tatapan yang tidak dimengertinya.
__ADS_1
Tidak berselang lama mereka sudah sampai dikantor.
" Sebelum aku bicara seperti tadi padamu, aku memberitahu Papa. dan Papa tidak keberatan semuanya terserah pada kita"Ucap Anya yang mengekor dibelakang Arthur karena tidak bisa mengimbangi langkahnya yang panjang.
Brak
" Aww " Teriak Anya karena tubuhnya menabrak tubuh kokoh yang berhenti secara mendadak dengan posisi sudah saling berhadapan.
" Lakukan sesuka hatimu asalkan kamu tau batasannya. saya tidak akan mengiyakan atau melarangmu. dan untuk anak saya mungkin kalian bisa berteman baik karena anak gadis saya sangat menyenangkan" Ucap Arthur melnjutkan lagi langkah kakinya.
Anya menatap punggung Arthur yang semakin menjauh dari pandangannya.
Paman Yoda dan Ano sudah berada disebuah Mall yang sangat terkenal di sini. Paman Yoda sengaja masuk kesalah satu restoran milik temannya yang cukup nyaman untuk mengobrol.
Pelayan sudah menghidangkan beberapa makanan ringan dan dua gelas jus Mangga.
" Udah sayang jangan kamu ambil hati. karena aku yakin Serra tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu dan Thalia.mungkin dia lagi banyak tekanan dari pekerjaanya"Paman Yoda menyandarkan kepala Ano dilengannya.
" Aku tidak tau, tapi aku sangat sedih Thalia dibentak dan dimarahi karena Aku"Balas Ano dengan wajah sendunya.
" Oia, bagaimana jika kita ketempat Papa mu saja? kamu menyimpan alamatnya kan?Tanya Paman Yoda.
Ano hanya mengangguk mengiyakan.
" Jangan sekarang, aku tidak ingin Papa melihatku dalam keadaan sedih begini. karena mau bohong dengan alasan apapau. Papa akan dengan mudah mengetahuinya"Pinta Ano
" Baiklah kita disini saja dulu, jika kamu tidak ingin kemanapun"Balas Paman Yoda.
Serra berada didalam kamarnya sedang menenangkan hati dan pikirannya. tapi sayang sudah sangat terlambat karena dia sudah mengetahui kebenarannya Paman Yoda begitu mencintai Anora. Apa yang dimiliki kedua perempuan itu sehingga ketiga lelaki yang berharga dalam hidupnya harus bertekut lutut dan tunduk pada cintanya?.
" Aku tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kalinya. sekarang aku akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan Paman Yoda. cukup sekali aku menyerah dan mengalah untuk urusan cinta tapi tidak kali ini dengan anak ingusan seperti Anora.aku akan pastikan Paman Yoda akan menjadi milikku seutuhnya,sudah bosan dengan rasa sakit hati dan kecewa yang mendalam"Gumam Serra dalam hatinya. dengan mengibarkan bendera perlawanannya.
__ADS_1