Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp 8


__ADS_3

Setelah selesai dengan sesi curhatnya, mereka tertidur saling memungungi. Namun Thalia yang masih belum benar-benar tidur membayangkan jika sampai terjadi dia sakit hati, kecewa pada akhirnya terhadap Bima. tapi sekarang juga dia sudah merasakan itu. apa salah nya jika dia mencoba, siapa tahu ada keajaiban yang akan mengubah semuanya.


Karena terlalu serius fokus pada Bima, akhirnya Thalia bisa tidur juga dengan nyenyak.


Keesokan paginya, Mereka sudah melakukan aktivitasnya masing-masing. rencananya sore hari ini Nora sudah ada jadwal untuk melakukan operasi sesar, melahirkan anak keempat nya.


Anora dan Thalia berada dikamarnya bersama-sama sedang mengurus si kecil Ale yang sudah bawel sekali. minta ini, minta itu banyak sekali keinginannya.


Sedangkan Alex dan Nora sudah menerima tamu se-pagi ini.


" Ada hal penting apa Bim, yang ingin kamu sampai kan?"Tanya Alex di ruang tamu.


" Iya Pak Bos, maaf kalau saya datang disaat yang tidak tepat. tapi saya harus segera mengatakannya pada Pak Bos dan Ibu Nora".


Bima menarik nafas sebelum lanjut keintinya.


" Saya ingin menikahi putri Pak Bos dan Ibu Nora".


Deg


Alex dan Nora saling pandang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Bima dengan penuh kesungguhan dan keseriusan.Alex juga harus bisa mencerna setiap ucapan Bima dengan baik.jangan sampai salah sasaran.


Ternyata masih ada orang lain yang ikut mendengar permintaan Bima pada orang tua nya.


Ya, Thalia yang mendengarnya. karena Thalia keluar dari dalam kamar, akan mengambil pakaian ganti untuk Aleysa. Namun diurungkannya lebih memilih untuk melihat dan mendengar ada apa Bima datang se-pagi ini.


" Ulangi Bim permintaan mu? "Titah Alex dengan tegas.


" Saya ingin menikahi putri Pak Bos dan Ibu Anora"Ucap Bima dengan tegas.


Thalia merasakan pipi nya yang memerah karena malu, ternyata Bima sudah bergerak secepat ini. Apa karena pernyataan yang kemarin itu disaat dia menyerahkan ciuman pertamanya?. Tapi bukannya dia masih mencintai wanita lain?, jadi bagaimana ini?. Apa terima saja?, siapa tahu menurut Bima aku pantas mendapatkan cinta nya jadi dia benar-benar bicara langsung dengan orang tuanya.


" Tunggu Bim, Aku tidak ingin salah paham dan salah menebak. Putri ku dan Nora ada tiga, ada Anora, Thalia dan Aleysa. jadi yang mana yang ingin kamu nikahi?.


Deg


Hati Thalia dibuat tidak karuan dengan pertanyaan yang dilontarkan Daddy Alex pada Bima. karena memang benar sekarang Daddy Alex mempunyai tiga anak perempuan. Ale tidak mungkin karena masih kecil. Anora kecil kemungkinan karena selama dua tahun ini tinggal di Malaysia. dan dugaan kuat sementara dirinya, pikir Thalia dengan perasaan berbunga-bunga.


Bima tersenyum kikuk, karena baru menyadarinya.untung saja Bos nya bertanya. kalau tidak bisa bahaya dan merugikan diri sendiri karena kecerobohannya dalam berucap.


" Nona Anora Pak Bos ".


Deg

__ADS_1


Alex dan Nora sudah kalah start oleh Bima yang sudah meminta Anora dari mereka. padahal mereka sendiri yang ingin berbicara dengan Bima mengenai Thalia. tapi sekarang keadaannya terbalik. semoga saja Alex bisa berlaku adil untuk kedua putri kesayangannya.


Thalia langsung kekamar Daddy nya mengambil pakaian Ale dan kembali lagi ke kamarnya.


" Kakak Tha lama sekali? Ale sudah kedinginan ini"Ucap Ano sambil mengangkat Ale dari bathtub dan menyelimutinya dengan handuk besar.


Thalia diam berdiri dihadapan Ano dan menatap intens wajah cantik yang terlihat semakin dewasa, yang sedang memakaikan pakaian pada tubuh kecil Ale.


" Tata No, Tata Ta"Oceh Ale memanggil nama Ano dan Thalia.


" Ada apa Tha ko jadi pendiam gitu. ada apa? ".


Ano tidak bisa membaca ekspresi wajah Thalia yang tiba-tiba saja berubah tidak menyenangkan seperti ini.


" Kak.... "


" Hem "


Anora menatap wajah Thalia sembari menyisir rambut Ale yang mulai panjang.


" Apa yang akan Kak Ano lakukan jika suatu saat nanti kita mencintai pria yang sama?".


Ano tertawa dengan renyah dan menaikkan satu alisnya.


" Jawab saya Kak, apa Kak Ano akan melepaskan pria itu untuk ku?".


" Bagaimana jika kamu saja Tha yang melepaskan untukku Tha?".


" Begitu menurut Kak Ano?".


Ano menghampiri Thalia yang sudah bersikap aneh di pagi ini.


" Asalkan kamu bahagia dan bisa membahagiakan pria itu maka aku akan melepaskannya untuk mu adik ku, kesayangan aku".


" Benarkah Kak, Kak Ano akan melepaskannya untuk ku? kenapa Kak Ano melakukannya?".


" Mungkin bisa saja aku bersaing dengan orang lain, tapi tidak bersaing dengan adik kesayangan aku. Kamu, Ale dan baby boy adalah hal terpenting untuk aku".


Thalia merasa senang dengan jawaban Anora. dan memeluknya dengan erat.


" Terima kasih Kak".


" Untuk Apa?".

__ADS_1


" Semuanya. Aku akan pegang ucapan Kak Ano".


" Ok ".


" Ayo kita keluar, Daddy dan Mama pasti sudah menunggu kita"Ajak Ano pada Thalia dan Ale.


Sedangkan di luar, Alex dan Nora masih berbicara dengan Bima.


Nora ingin sekali mengatakan tidak, jangan Anora. karena ada Thalia. bukannya lebih sayang pada Thalia. hanya saja dia takut jika Thalia tidak akan bisa menerima ini dan terjadi lebih parah lagi pada Thalia karena ini baru pertama kali untuknya. sedang kan Ano, dia mungkin sekarang lebih siap untuk hal sesakit apa pun karena pengalamannya yang kemarin.


Apa yang ditakutkannya kini berada dekat dengan pelipis matanya. yang dia takutkan terjadi juga lagi dan lagi.


Alex menggenggam tangan Nora dengan kedua tangannya sembari menatap nya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang berlimpah.


Alex mengerti dengan kekhawatiran yang dirasakan oleh Nora, sekarang peran Daddy untuk ketiga anak gadisnya sedang diuji dengan masalah yang datang dan bertepatan dengan Nora yang akan melahirkan hari ini.


" Baik aku mau pun Nora tidak berhak untuk menjawab pertanyaan mu. yang lebih berhak tetapnya Anora sendiri. karena Anora yang akan menjalani kehidupan rumah tangga bersama mu".


Bima mengangguk mengiyakan.


" Aku panggil kan Anora sebentar Bim".


" Iya Pak Bos, terima kasih ".


Saat Alex akan berjalan meninggalkan Bima dan Nora, ketiga anak gadisnya keluar kamar dan menghampiri ke arah mereka.


" Sini sayang "Panggil Alex pada ketiganya.


" Dad.... "Sapa si cantik Ale.


" Iya sayang, sudah wangi banget".


" Ndi ma Tata No.. Tata ta" Ucap Ale berceloteh.


Anora melihat ke arah Bima dan menyapanya. Ano sudah bisa memperkirakan apa yang Bima lakukan pagi ini di rumah orang tuanya.


" Hai Bim... "


" Hai Anora... "


Thalia melihat interaksi keduanya, membuat awan hitam mengelilingi hatinya. rasa sakit yang sudah diperkirakan tidak dapat dihalaunya dengan baik, karena tetap saja sakit dan lebih sakit. melihat pria yang kita cintai malah mencintai saudara sendiri.


" Kak Ano beruntung selalu dikelilingi dengan banyak cinta. Paman Yoda, Abang Thomas dan sekarang Bima".

__ADS_1


__ADS_2