Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 77


__ADS_3

" Kenapa kamu menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah " Tanya Alex geram dengan tingkah Thomas yang seakan bersikap tidak terjadi apa - apa.


" Iya memang Dadd, seharusnya perempuan itu yang kehilangan nyawanya. Susternya saja yang tidak tau perempuan apa yang sudah di belanya? perempuan yang sudah menyakiti banyak orang dengan keegoisannya " Ucap Thomas tidak merasa takut akan Daddy nya.


Hufffhhh


Alex menghela nafas panjang karena tidak mengerti dengan jalan pikiran Thomas. kenapa harus membabi buta begini untuk kesalahan yang dilakukannya?.


" Baiklah kalau kamu sudah tau dengan kesalahan mu. sebaiknya kamu bersiap, Daddy akan membawa mu pada keluarga Suster Nur, Suster yang sudah kamu hilangkan nyawanya " Ucap Alex pasti dengan apa yang akan dilakukannya pada Thomas.


" Asal Daddy tau aku tidak pernah meminta perempuan itu untuk mengakui kesalahanku. Dia nya saja yang ingin menjadi pelindungku, tapi sayang aku sudah tau akan kebusukkan nya supaya Daddy lebih bersimpati lagi padanya " Ucap Thomas dengan kesal karena Daddy nya masih saja membela perempuan itu.


" Perempuan yang kamu sebut itu punya Nama dan itu istri Daddy, camkan itu " Ucap Alex sudah menahan emosinya agar tidak lepas kendali.


Perdebatan keduanya sudah tidak bisa di hindari lagi. semua merasa benar sendiri dengan pendapat dan cara pandangnya masing-masing. Apalagi Thomas yang merasa orang paling di sakiti terlebih dahulu dan apa yang dilakukannya hanya sekedar untuk pembelaan dirinya saja.


Merasa tak akan ada habisnya perbincangan Mereka, Thomas memutuskan untuk keluar dari kamar Thalia.


" Lakukanlah Dadd apa yang mau Daddy lakukan, tapi ingat semua yang aku lakukan itu kalian yang terlebih dahulu sudah menyakiti kami " Ucap Thomas membuka pintunya yang terkunci dan pergi meninggalkan Alex sendiri.


Alex duduk di tepi tempat tidurnya sambil memegang dadanya yang terasa nyeri. dia mengambil ponsel yang sejak tadi merekam semua adegan percakapan dirinya dan Thomas yang ada di samping bantalnya. kemudian mengetik sesuatu dan langsung mengirimkan pesannya pada Bima untuk memesankan tiket kepulangannya ke Surabaya hari ini juga.


Tapi sebelum itu Alex berencana ingin menemui Riza di kantornya.


Sedangkan Thomas setelah berbicara dengan Alex langsung masuk lagi ke dalam kamarnya. dia tidak takut dengan apa yang akan Daddy nya lakukan padanya. karena semua ini berawal dari Daddy dan perempuan sialan itu.

__ADS_1


" Sialan, Bahkan kalian pun pantas bila mendapatkan yang lebih daripada yang sekarang " Umpat Thomas di dalam kamarnya karena masih saja Daddy nya membela perempuan itu.


Surabaya, Kediaman Alex.


Ano dan Paman Yoda sudah berada di rumah yang di tempati oleh Alex dan Nora atas permintaan Bima.


Bima sudah mengisi kulkas nya penuh dengan banyak bahan makanan, beberapa potong daging, minuman kaleng, makanan ringan dan buah - buah yang segar.


Karena sayang juga rumahnya jadi tidak terurus. kalau ada orang yang mengisinya kan setidaknya ada kehidupan di rumah itu dan akan terasa hangat.


" Jadi Paman kapan akan balik ke Jakarta lagi?" Tanya Ano yang sedang mengganti pot-pot bunga yang sudah rusak dengan yang baru dan tanaman yang baru juga.


" Mungkin Paman akan masih tinggal untuk menemani mu disini " Jawab Paman Yoda membantu Ano memasukan tanah dan pupuknya kedalam pot.


" Aku bisa sendiri Paman, Bima kan nanti akan sering mengunjungi ku dan mengantarkan ke tempat Mama " Ucap Ano menoleh ke arah Paman Yoda.


" Aku sungguh tidak ingin berjauhan dengan mu " Ucapnya lagi lembut berbisik di telinga Ano.


" Paman " Ucap Ano malu - malu.


Bima yang sudah sampai dari tadi hanya mampu berdiri di samping mobilnya saja melihat interaksi Paman Yoda dan Ano yang sangat membuat dada nya sesak. tapi dia sadar dan tau diri sekali tidak ada apa - apanya bila harus bersaing dengan Paman Yoda.


Terlihat jelas Paman Yoda begitu menyukai Ano. itu yang bisa dilihatnya jelas dan langsung dari perlakuan Paman Yoda pada Ano.


Antara ingin tetap masuk atau pulang saja karena dia sudah menenteng beberapa plastik lagi berupa makanan siap saji. dia berharap bisa makan bersama Ano. tapi dia malah mendapatkan hal seperti ini.

__ADS_1


" Ya sudah besok aku kembali lagi " Putus Bima memasukkan lagi kantong plastiknya di kursi Jok depan.


Perlahan dia meninggalkan kedua orang yang tidak menyadari kehadirannya dengan mengendarai mobilnya dan kembali ke kantor. mungkin itu lebih baik, bisa mengerjakan pekerjaannya yang sempat belum dikerjakan karena terlalu senang ingin bertemu dengan Anora.


Jakarta, Kantor Arthur.


Sesuai yang sudah dijanjikan, Riza mau menerima bertemu dengan Alex setelah mendapatkan persetujuan dari Arthur. bagaimana pun kantor ini kantor mereka bersama terlebih Riza tidak ingin ada masalah antara dirinya dan Arthur serta Alex.


Apalagi disaat seperti ini sepertinya Alex membutuhkan bantuan atas kasus yang menimpa Nora dan Thomas meski hanya sekedar bertukar info dan pikiran saja.


Arthur bukan tanpa alasan mau memberikan keleluasaan pada Alex untuk datang ke kantornya bertemu dengan Riza, dia hanya ingin memastikan Nora tidak salah dalam memilih Alex. dia ingin melihat kesungguhan Alex dalam menyelesaikan permasalahannya dengan keluarganya sendiri dan masalah mereka berdua.


Alex mempunyai nyali yang sangat besar untuk bisa bertemu dengan Arthur walaupun lewat perantara Riza. Dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa melindungi perempuan yang sangat dicintainya sekarang walaupun mendapatkan dengan cara yang salah. tapi menurutnya tidak ada yang salah dan benar dalam urusan cinta karena itu masih hati dan perasaan.


" Silahkan masuk Pak Alex " Ucap Riza setelah Alex sudah sampai dikantornya.


Mereka berjalan beriringan menuju sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh Riza untuk pertemuan mereka.


" Iya Ri, Terima kasih " Balas Alex mendaratkan bokongnya pada salah satu kursi yang dekat dengan hiasan dinding yang sangat mencuri perhatiannya saat masuk ke dalam ruangan ini.


" Ano sering datang kesini untuk mengunjungi Arthur dan dia sengaja memasangkannya di sana bila Ano sedang merindukan mereka " Ucap Riza yang mengerti akan apa yang ingin diketahui Alex melihat sebuah lukisan mereka bertiga dimana ada Arthur, Nora dan lahirlah Anora.


" Hem tidak masalah " Ucap Alex.


" Apa yang membawa Bapak datang kesini " Tanya Riza setelah duduk di kursi berhadapan dengan Alex.

__ADS_1


" Iya Ri, kamu dan Bima sudah membantu saya dalam kasus yang menimpa Nora. Thomas sudah mengakui kalau dia melakukan itu. dan lebih parahnya lagi Thomas berharap yang kehilangan nyawa itu istri saya yang sedang hamil besar " Ucap Alex panjang lebar menjelaskan.


Riza cukup terkejut dengan kata Istri yang Alex ucapkan dalam menyebutkan nama Nora. tapi dengan cepat dia bisa bersikap biasa saja. Karena hal itu pasti akan terjadi bila melihat Alex begitu sangat mencintai mantan istri Bos sekaligus sahabatnya.


__ADS_2