Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 62


__ADS_3

Rumah Sakit Husada.


Dengan sigap Bima langsung mengikat pergelangan tangan Thalia yang mengeluarkan banyak darah dengan sapu tangan yang selalu ada di dalam saku celananya.


Kemudian dia mengangkat tubuh Thalia dalam gendongannya keluar dari kamar hotel.


Thomas begitu kaget dan terpukul atas apa yang Thalia lakukan. Dia hanya melihat Bima yang sibuk menolong Thalia.


" Tuan Thom, kau yang bawa mobil. saya duduk di belakang bersama Non Thalia.


Bima langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan Dokter dan segala perlengkapannya.


Sementara Alex sudah di kabari lewat pesan dengan mengirimkan alamat rumah sakit yang sama dengannya. karena tak ingin mengganggu meeting nya.


Beberapa saat setelah melalui perjalanan mereka sudah sampai di rumah sakit. dan langsung mendapatkan penanganan Dokter.


Bima yang ikut masuk dan menunggu di ruang IGD. tapi Thomas tak terlihat entah kemana.


Dokter sedang memeriksa keadaan Thalia yang sudah cukup banyak kehilangan darah setelah tadi sempat melakukan percobaan menghilangkan nyawanya sendiri.


" Sus, tolong siapkan beberapa kantong darah untuk pasiennya " suruh Dokter setelah menghentikan pendarahannya.


" Baik Dok akan saya cek terlebih dahulu dan akan segera saya siapkan" Ucap Suster keluar untuk mengecek persediaan darah yang sesuai untuk pasiennya. Golongan darah A atau O.


Di lain tempat, Nora yang sudah tau kalau Alex akan terlambat pulang karena ke rumah sakit terlebih dahulu. Meminta suster untuk menemani dirinya sampai Alex pulang.


Mereka sedang sibuk di dapur menyiapkan bahan makanan yang akan di masak. samar - samar terdengar orang memangil nama dan menggedor pintu depan.


Dor


Dor


" Tante Nora, Buka pintunya "


" Tante Nora "


Panggil Thomas dari luar dengan menggebu - gebu.


" Biar saya saja Bu yang membuka pintunya " ucap Suster langsung berlari menuju pintu depan.


Cklek


Suster membuka pintunya dari dalam.


Melihat bukan Nora yang ada di hadapannya. Thomas langsung mendorong tubuh suster.


Brak


Suster terhuyung ke balik pintu akibat dorongan Thomas yang cukup kencang.


Thomas mencari keberadaan Nora.


Melihatnya sedang berada di dapur dengan kepala plontos dan perut buncitnya agak membuat Thomas mengerutkan dahinya. tapi sedetik kemudian dia mengingat tujuan utamanya datang kesini untuk menemuinya.


" Kamu harus mati kalau sampai Thalia tidak bisa di selamatkan " Ucap Thomas mengguncang kedua bahu Nora.


" Gara - gara perampaun Seperi kamu kami semua menderita ".

__ADS_1


Nora hanya menggeleng - gelengan kepalanya dengan tubuh yang sudah bergetar.


" Kamu siapa ? jangan menyakiti Ibu Nora ! dia senang hamil apa kamu tidak kasian melihatnya " Tanya suster dengan mencoba melepaskan tangan Thomas dari bahu Nora.


" Minggir kamu, perempuan ini sudah merebut kebahagiaan kami " Thomas mendorong lagi tubuh susternya.


" Aku sudah berusaha membuat Alex kembali pada kalian " ucap Nora lirih dan memang kenyataannya seperti itu.


Thomas begitu kalap saat Nora membela dirinya seperti itu. Thomas mengambil pisau yang di lihatnya tergeletak di samping Nora.


Kembali ke rumah sakit di mana terlihat Alex dan Bima yang sedang menunggu Thalia.


" Dok bagaiman dengan keadaan putri saya " Tanya Alex melihat Dokter sudah keluar dari ruangan Thalia.


" Putri Bapak cukup banyak kehilangan darah.


Mudah - mudahan di sini masih ada stock darahnya. kalau pun tidak ada siap - siap saja dari pihak keluarga ada yang bisa mendonorkannya " ucap Dokter menjelaskan.


Setelah selesai meeting kali ini Alex tidak langsung pulang ke rumah nya bersama Nora melainkan ke rumah sakit di mana ada salah satu anaknya yang di rawat dan tentunya sudah mengabari Nora terlebih dahulu.


Alex mendekati Bima yang duduk di kursi paling pojok dengan ponsel yang masih di tangannya.


" Bim, Aku akan pulang setaleh memastikan stock darah untuk Thalia sudah ready " ucap Bima mendudukkan bokongnya pada kursi di sebelahnya.


" Iya Pak Bos. Kerjaan di hotel juga sudah selesai " ucap Bima.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya suster membawa beberapa kantong darah yang sesuai dengan Thalia.


" Sus " Panggil Alex berdiri dan menghampiri Susternya.


" Iya Pak " jawab Suster.


" Iya Pak kebetulan lagi ada persediaannya"


Jawab Suter.


" Iya Sus, terima kasih " ucap Alex.


Suster langsung masuk ke dalam ruangan VVIP yang Thalia tempati untuk melakukan transfusi darah.


Alex langsung pulang setelah memastikan semuanya tanpa menunggu kedatangan Serra.


" Thomas kemana ?? " Tanya Bima pada dirinya sendiri.


Tanpa Alex minta atau suruh pun Bima sudah menghubungi Serra dan memberitahukan kejadian yang di lihatnya serta mengirimkan alamat rumah sakitnya.


Alex melajukan kendaraanya dengan cepat karena sudah sangat terasa berat menahan rindu untuk kedua orang yang sekarang menjadi prioritas utamanya.


" Nora "


" Calon Bayi kita "


Gumamnya lirih dengan diiringi senyum manisnya.


Suasana mencekam menyelimuti rumah Alex dan Nora karena kondisi suster yang bekerja untuk menjaga Nora sudah terkapar di lantai.


Dengan mata pisau yang sudah menancap di bagian perut.

__ADS_1


" Pergilah dari sini!!, aku mohon "


" Pergilah, anggap saja kamu tak pernah datang kemari dan lupakan semuanya ".


Pinta Nora dengan menatap kedua mata Thomas yang penuh dengan ketakutan dan rasa bersalah.


" Pergilah! " perintah Nora dengan mata yang masih menatapnya.


Seperti terhipnotis Thomas pergi dengan berlari kencang sesekali melihat ke belakang ke arah Nora.


Hufh


Hufh


Dengan berusaha tenang Nora memeriksa nafas Suster yang ada di pangkuannya.


" Bertahanlah Sus, bertahan, Aku mohon jangan tinggalkan aku dan anakku. bertahan lah!! " Nora Memegang gagang pisau dengan kedua tangannya.


Alex langsung mematikan mesin mobilnya. keluar dan berjalan menuju pintu rumahnya.


" Ko pintu kebuka " guman Alex


Cklek


Pemandangan yang sangat terlihat jelas di mata Alex.


Nora sedang menunduk dan mengusap air matanya.


Alex mendekati Nora dan berjongkok di hadapannya.


" Cinta lihat aku "


" Tenang, lihat mata ku cinta "


" Katakan pada ku apa yang terjadi? "


Ucap Alex bertanya pada Nora dengan nafas yang sangat memburu dan memegang tangan Nora yang ada di atas gagang pisau.


" Suster sudah tidak bernafas Lex "


" Aku sudah membuatnya tidak bernyawa "


" Aku menghilangkan nyawa suster Lex "


Nora meracau mengakui perbuatannya dengan menatap sendu wajah Alex.


" Tidak cinta, ini pasti ada kesalahan. aku sangat percaya pada mu ".


Alex menggelengkan kepalanya dan mencium pucuk kepala Nora.


" Aku melakukannya Lex "


" Tidak cinta, tidak, pasti ada yang salah " Alex sangat berusaha untuk meyakinkan dirinya pada apa yang di lihatnya tidak seperti yang terjadi sesungguhnya.


Kepanikan terjadi di ruang meeting saat Serra mendapat kabar Thalia masuk rumah sakit dengan cara yang sangat menyakitkan hatinya.


" Ini semua terjadi karena perbuatan Nora, istri mu " ucap Serra menunjuk langsung wajah Arthur.

__ADS_1


Arthur tak bisa menyangkal karena istrinya ikut andil dalam kekacauan yang berkepanjangan ini.


" Lebih tepatnya Mantan Istri " ucap Arthur tegas.


__ADS_2