
Apartemen Arthur.
Raut wajah Nora terlihat sangat jauh dari biasanya. Merasa begitu sangat cemas. bagaiman kalau Alex benar - benar datang kesini? apa yang harus dilakukannya ?.
Meski sudah melewati waktu dari yang di tentukan. tetap saja tak membuatnya tenang.
Nora masih berdiam diri di dalam kamar. masih memikirkan apa yang akan terjadi ?. sementara Arthur sedang bertamu di luar dengan Riza.
Matahari sudah tenggelam dengan sempurna. Terdengar dari dalam kamarnya suara - suara orang yang sangat di kenali nya. bagaiman tidak yang baru saja datang adalah Arthur, Ano dan Riza.
Arthur sengaja mengajak Riza untuk makan malam di apartemennya. dan mereka bertemu dengan Ano ketika akan masuk lift.
" Kalian sudah datang " sapa Nora senang sudah keluar dari persembunyiannya. Sangat kecil kemungkinan Alex akan datang kerumahnya karena hari sudah malam bertepatan dengan waktunya untuk makan malam.
" Iya Ma "
" Iya "
" Iya "
Ucap ketiga nya bersamaan.
" Ayo kita lanjut makan " ajak Nora pada mereka dan Nora mengambil tas yang di bawa Arthur dan meletakkannya di atas kursi kerjanya.
__ADS_1
" Aku ke kamar dulu Ma, Pa " izin Ano.
" Iya sayang " ucap Nora. Arthur hanya mengangguk saja.
" Ayo, Ri " ajak Arthur.
Mereka menuju ke meja makan.
Tak banyak yang mereka obrolkan. apalagi Arthur dan Riza sudah berkerja seharian. benar - benar hanya menikmati makanan nya saja. setelah selesai makanya , Ano pamit terlebih dahulu pada mereka. karena ada tugas yang harus di kumpulkan besok.
" Nora, terima kisah banyak makan malamnya . seperti biasa luar biasa untuk semua makanannya " Puji Riza dengan jujur.
" Iya sering - sering ajah kau makan di sini " timpal Arthur
" Iya, Ri. sama - sama " ucap Nora sambil memberikan dua bungkusan besar pada Riza.
" Wah, terima kasih Nora, Tur " ucap Riza menjabat tangan mereka.
Riza sudah meninggalkan Apartemennya.
Arthur sudah sangat lelah, dan berencana akan tidur lebih awal.
" Baik lah, Aku akan membereskan meja makannya dulu, setelah itu aku menyusul ".
__ADS_1
" Iya " Arthur langsung masuk ke kamarnya.
Tiga Hari Kemudian.
Sangat tenang kehidupan Nora saat ini. tak perlu merasa khawatir atas apa pun. termasuk Alex. karena sudah beberapa hari ini Alex tak pernah datang ke Apartemennya. baik ketika ada Arthur ataupun tidak.
Tapi rupanya tidak dengan sore hari ini. Nora yang baru selesai mandi, tiba - tiba mendengar ketukan pintu. " Ko tumben Riza kesini " gumamnya.
Karena hanya Riza saja yang sering datang ke apartemennya dengan mengetuk pintu. tentunya dengan alasan Riza tak tau nomor passwordnya.
Terdengar lagi ketukan pintu yang lumayan sangat kencang. sampai Nora berpikir ya sudah di buka saja dulu pintunya sedikit nanti tanya mau apa pada Riza. paling juga mau ngambil berkas Arthur yang tertinggal. nanti aku suruh tunggu di luar saja. pikirnya sesimpel dan ceroboh itu.
Nora hanya menggunakan jubah mandi yang menutupi seluruh tubuhnya, dengan handuk yang lumayan besar untuk mengeringkan rambutnya.
Nora berjalan cepat ke arah pintu dan benar saja Nora membuka pintunya dengan memberi celah sedikit.
Deg
Deg
Deg
Tapi salah kali ini. bukan Riza yang datang mengetuk pintu apartemennya melain Alex.
__ADS_1
Meski tak melihat dengan sempurna tapi Alex sangat yakin bila Nora hanya memakai jubah mandi yang lebih panjang saja.
Sebelum Nora berniat untuk menutup pintunya, Alex langsung mendorong pintu dengan satu per empat tenaganya karena Alex yakin Nora berada dalam satu posisi yang tidak siap.