Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 93


__ADS_3

Bima dan Riza yang mengganti topik pembicaraan mereka terlihat sangat santai dalam pembahasannya. Bima sampai keluar dan bersandar pada badan mobil dengan sambil tertawa dan sesekali meregangkan otot lehernya. sampai Bima tidak menyadari kedatangan Alex, Serra dan Thomas.


" Bim " Panggil Alex.


Bima langsung menoleh kearah suara.


" Pak Bos " Ucapnya.


" Ri nanti disambung lagi ya " Ucap Bima mengakhiri sambungan telponnya bersama Riza.


" Sudah selesai Pak Bos ?" Tanya Bima.


" Iya Bim, minta tolong antara kan Thomas dan Serra kembali ke hotel. Saya masih harus menunggu Nora. nanti kami naik taksi online saja. kamu standby di kantor Bim " Ucap Alex pada Bima.


" Serra, Thomas kalau perlu apa-apa ada Bima di kantor ya " Ucap Alex pada Thomas dan Serra.


Serra hanya mengangguk dengan wajah yang sangat sembab.


" Iya Dadd, terima kisah. tapi nanti sebelum kami balik ke Jakarta, aku ingin bertemu dengan Tante Nora lagi"Pinta Thomas pada Daddy nya.


" Iya Nanti Daddy akan atur waktunya"balas Alex menepuk pundak kemudian mengusap wajah Thomas.


" Terima kasih atas semuanya Lex" Ucap Serra tulus kemudian dia masuk kedalam mobil.


Begitu juga dengan Thomas mengikuti Serra dan duduk di kursi belakang lagi.


" Baik Pak Bos, Saya jalan duluan " Pamit Bima dan langsung masuk juga kedalam mobil.


" Hati - hati Bim "


Kemudian Bima menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan nya dengan kecepatan sedang.


Sementara Alex kembali lagi kedalam rumah tahanan untuk menunggu Nora menyelesaikan semua administrasinya.


Sedangkan dilain tempat Paman Yoda, Thalia dan Anora sedang berada dipusat kota Surabaya. Paman Yoda sudah seperti singel parent untuk kedua anak gadisnya. dengan tingkah keduanya yang selalu bergelayut manja dikedua lengan Paman Yoda.


" Paman, kita ke arena bermain ya" Pinta Thalia yang mendapatkan anggukan dari Ano.

__ADS_1


" Ok, Tapi setelah dari situ kita nonton ya.ada film baru yang sangat seru" Ajak Paman Yoda yang tidak mendapatkan penolakan dari kedua wanita cantik yang berada disini kiri dan kanannya.


" Ok " Ucap keduanya bersamaan.


Setelah dua jam lima belas menit mereka lewati hanya dengan bermain beberapa permainan yang membuat keduanya sangat kelelahan.


" Kita pulang saja Kak Ano "Thalia merengek setelah merasakan seluruh tubuhnya tidak enak untuk diajak menonton.


" Tidak bisa Tha sayang, jangan ingkar janji.Paman sudah mengikuti kalian selama dua jam lima belas menit, dua jam lima belas menit Tha sayang" Paman Yoda menagih janji mereka. bahkan sampai mengulang dan memberikan penekanan kata untuk mengingatkan mereka.


Thalia hanya bisa memasang wajah cemberutnya mendengar ucapan Pamannya.


Sementara Ano hanya berdiam diri saja karena tidak tau harus apa.


" Ayo jalan, kita nonton !" Paman Yoda menarik tangan mereka yang tidak bersuara lagi.


Paman Yoda yang menentukan mereka akan menonton film apa. setelah masuk kedalam bioskopnya Paman Yoda mengatur strategi duduknya untuk mereka bertiga. bagaimana pun dia tidak ingin melewatkan momennya bersama sang pujaan hati.


Tanpa ada yang mendebat apa yang diinginkan Paman Yoda, Akhirnya Paman Yoda dan Thalia duduk persis disebelah Ano.


Sementara dilain tempat lebih tepatnya di rumah tahanan. Semua barang-barang perlengkapan untuk bayi sudah dimasukkan kedalam taksi. sedangkan beberapa pakaian dan barang lainnya yang belum sempet Nora pakai diberikannya pada Ibu Rosa dan Ibu Penjaga.


Begitu berat Nora meninggalkan Ibu Rosa dan Ibu Penjaga yang sudah sangat baik padanya. tapi sayang Nora tidak bisa berbuat apapun karena memang tempatnya bukan disitu.


" Ibu Rosa, Ibu Penjaga jaga kesehatan. aku pasti akan sangat merindukan kalian" Ucap Nora saat meninggalkan sel tahanannya.


" Jaga diri baik - baik Nora " Balas Ibu Rosa dengan haru.


" Kami akan sangat merindukanmu Nora"Balas Ibu Penjaga memberikan pelukannya yang terakhir.


Alex pun tidak sungkan untuk memberikan sedikit titipan, karena mereka sudah dengan tulus selalu mau membantu Nora. dan calon bayinya.dan tentunya rasa terima kasih yang sudah hampir puluhan kali yang didengar Ibu Rosa dan Ibu Penjaga.


Perasaan lega dan bahagia begitu jelas terpancar dari wajah tampan Alex. dengan senyum tipis yang terukir dibibir manisnya.


Tapi tidak dengan Nora. Perasaan bersalah itu kini kian jelas ketika semua perhatian dan kasih sayang Alex berlimpah untuk dirinya.seakan tidak ada celah lagi untuk orang lain hadir dalam kebahagiaan mereka.seolah pengorbanan yang kemarin dilakukannya tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginannya.


Begitu telaten Alex membantu Nora dengan memapahnya berjalan menuju mobil taksi yang sudah menunggunya.

__ADS_1


" Kenapa Cinta ?" Tanya Alex ketika Nora menghentikan langkah kakinya.


Nora menatap lekat wajah tampan orang yang memang sangat dicintai nya itu.tapi dia tidak ingin egois sehingga membuat orang lain tersakiti karenanya.


" Disaat aku menderita, aku melupakan siapa diriku sebenarnya. tapi saat kebahagiaan itu datang, aku ingat dengan jelas bahwa aku sudah mengkhianati hubungan pernikahanku dan membuat mu meninggalkan keluargamu" Ucap Nora menyampaikan apa yang dirasakannya.


" Walaupun tidak mudah untukmu dengan perasaan-perasaan itu tapi percaya padaku.aku akan membuatmu bahagia dan bangga padaku. Tapi untuk sekarang aku mohon izinkan lah, berikanlah kita kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini bersama keluarga kita. aku ingin kita merasakan lagi itu semua bersama anak-anak kita kelak" Ucap Alex dengan mengecup kening Nora beberapa saat.


" Aku yakin pasti akan ada seseorang yang jauh lebih baik dari kita yang akan bisa memberi Arthur dan Serra kebahagiaan"Ucap nya lagi meyakinkan Nora dan membawanya masuk kedalam mobil.


Sementara itu, Thalia yang memang merasakan lelah di tubuhnya tertidur cukup pulas ditempat duduknya dengan kepala yang bersandar pada lengan Anora.


Paman Yoda melihat ada kesempatan untuk berciuman dengan Ano tidak di sia - sia kan nya. saat Ano fokus dengan layar besar dihadapannya. dengan cepat Yoda menempelkan wajahnya di leher putih Ano.


" Paman " Ucap Ano menoleh dan merasa kaget atas tingkah Paman Yoda.


Cup


Paman Yoda malah menahan tengkuk Ano dan menciumnya sangat lembut, perlahan - lahan Ano membalas ciuman Paman Yoda.


Saling menukar saliva, menghis@p, mem@gut dan menjil@tnya.


Mereka melepaskan ciumannya setelah dirasa mereka membutuhkan pasokan oksigen.


Paman Yoda melancarkan aksinya lagi dengan membuka tiga kancing kemeja yang dipakai Ano.


Perlahan Paman Yoda memasukan sebelah tangannya untuk menjangkau sesuatu yang sangat ingin dimainkannya yang terasa begitu hangat di telapak tangannya


Remas@n yang awalnya begitu lembut kini terasa sangat menuntutnya dengan berani Paman Yoda mengeluarkan salah satu gunung kembarnya yang terdekat dengan mulutnya biar Paman Yoda leluasa untuk kegiatan menyusunya.


Ano menggelengkan kepala, menolak dengan apa yang dilakukan Paman Yoda.


Seolah tidak melihat dengan penolakan Ano, justru Paman Yoda sudah memasukan gunung kembarnya kedalam gua bergiginya.


" Eugh " dengan sangat cepat Ano merespon perlakuan Paman Yoda pada tubuhnya. dengan suara dan gerakan tubuh yang sangat aktif sehingga mengganggu tidurnya Thalia.


" Paman lagi apa " Tanya Thalia yang melihat wajah Pamannya sudah berada didepan dadanya Anora dengan mulut yang seperti sedang menghisap permen.

__ADS_1


__ADS_2