Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 122


__ADS_3

Paman Yoda mengalihkan pandangan pada tubuh putih mulus Serra yang tidak tertutup selimut dibagian pahanya.


" Ini tidak mungkin, tidak seperti yang kalian lihat. tolong percaya padaku!"Ucap Paman Yoda yang menerima kemejanya dari Opa.


" Kenapa Mommy tidak terganggu dengan suara kita Dadd?"Tanya Thalia mengangkat wajahnya menatap Alex.


" Mungkin Mommy Kakak Tha kelelahan sayang, sekarang Kakak Tha pergi menemani Mama dan Kakak Ano saja ya. atau Kakak Tha bisa jagain Ale dikamar sebelah kamar Mama Ina. tapi Daddy minta tolong untuk tidak mengatakan apapun dulu soal ini ke mereka. biarlah nanti Daddy yang menyampaikannya pada Mama dan Kakak Ano, Ok!"Pinta Alex pada Thalia sambil mencium pucuk kepalanya.


" Iya Daddy,aku lihat Aleysa dudu ya Dadd"Tutur Thalia sambil membuka pintu dan keluar dari kamar Paman Yoda.


" Kakak.ini pasti ada kesalahan!,tidak mungkin ini terjadi Kak, kalian kan tau aku begitu mencintai Anora, jadi..."


" Ini bohongan gitu, atau jebakan atau Paman lupa dengan apa yang baru beberapa menit kita lewati"Ucap Serra memotong perkataan Paman Yoda.


Deg


" Alex " Guman Serra dalam hati untuk beberapa detik tatapannya menuju pada Alex. namun dengan cepat Serra mengalihkan pandangannya pada Opa dan Mama Ina.


Mama Ina memijat leher yang terasa kaku dan kepala yang seperti mau pecah melihat banyak kejadian di rumahnya yang secara beruntun terjadi.


" Kalian sudah dewasa, Mama Ina sangat paham betul dengan kebutuhan kalian yang seperti ini.tapi bukan untuk saat ini yang akan memperkeruh situasi kita. kita saja belum tau keadaan tubuh atau jiwanya Anora dengan kelakuan kalian berdua dan jika dia melihat ini apa tidak tambah hancur gadis itu?. Kalau kalian merasa marah dan sakit hati lampiskan pada Alex dan Nora yang lebih siap menerima konsekuensi daripada Anora yang tidak tau apa-apa"Tutur Mama Ina panjang lebar sambil berurai air mata dan pergi dari kamar Paman Yoda dengan mengajak Alex serta Opa.


" Kakak "


" Opa "

__ADS_1


" Alex "


Tapi sayang ketiganya tidak mempedulikan panggilan Paman Yoda pada mereka.


" Temanilah Anora!, kami yang akan menjaga Ale"Opa menepuk pundak Alex dan menggandeng Mama Ina berjalan menuju kamar Ale.


Alex masuk kedalam kamar Anora tanpa mengetuk pintu. Alex melihat Anora dan Ano saling memeluk.Nora memberikan usapan dipunggung Ano memberikan kekuatan dan dukungannya.


Perlahan Alex sudah berada disamping Nora memeluknya dari belakang supaya tidak terjatuh karena posisi yang kurang pas dalam memberikan pelukanya pada Ano.


" Kakak Ano sayang, Ini Daddy. bangunlah! Mama sangat sedih melihat kondisi Kakak Ano yang sekarang ini. Ada Mama dan Daddy yang akan selalu menemani dan berada disisi Kak Ano. kita lewati ini bersama"Ucap Alex seraya memindahkan tubuh Ano dari pelukan Nora dan membawa dalam dekapannya.


" Daddy yang salah, Daddy yang sangat begitu mencintai Mama. sehingga Daddy melakukan semua ini. Jadi Daddy orang yang pantas menerima kemarahan Kak Ano"Tutur Alex sambil terus mengusap rambut panjang Anora.


Alex pun sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. dengan sangat deras mereka keluar dari kedua matanya.


" Maafkan Daddy!!" Tutur Alex menangkup wajah Ano dengan kedua tangannya.


" Tapi sayang Maaf Daddy dan Mama tidak bisa membuat mereka tidak melakuiku dan tidak bisa mengembalikan apa yang sudah mereka ambil dari Ku Dadd.Aku sudah sangat hancur!"Anora menghapus air mata yang terus saja keluar dari kedua mata Alex.


" Air mata Daddy tidak bisa menolongku dari kehancuran.Tolong bilang sama Papa untuk membawaku dari sini. aku tidak ingin lagi tinggal bersama Daddy dan Mama. karena sampai kapanpun kalian akan terus bisa menyakiti orang terkasih kalian.Jaga Thalia dan Ale dengan sangat baik Dadd"Anora menatap Nora yang sedari tadi sudah menangis tersedu dibalik punggung Alex.


" Mama, Maafkan Ano karena harus meninggalkan Mama.Jaga baik-baik diri Mama, kesehatan Mama.aku sayang sama Mama, Daddy, Thalia dan Ale"Tambahnya lagi.


"Aku akan bersiap sebelum Papa menjemputku Dadd"Anora melepaskan diri dari Alex. tapi dengan sangat cepat Alex menarik tubuh Ano membawanya lagi dalam pelukannya.

__ADS_1


" Maafkan Daddy, Maafkan Daddy Kak Ano Maaf.."


" Sudah aku maafkan Dadd" Potong Ano dalam pelukan Alex.


" Aku ingin menemui Ale Ma, dimana dia dan Thalia juga, Kemana??"Tuturnya sambil merapikan pakaian dan penampilan wajahnya. dia pergi kekamar mandi untuk membasuh wajahnya dengan cepat dan sudah kembali lagi kehadapan mereka dan merapikan semua barang bawaannya lalu dimasukkan kedalam tasnya.


" Selesai " Ucapnya pada diri dengan semangat.


Alex dan Nora melihat dua sisi pada diri Ano. Ano yang beberapa menit lalu sangat terluka dan tersakiti. dan ini dia melihatkan diri yang sangat ceria seolah lupa dengan rasa sakit dan terlukanya.


" Aku mencari mereka dulu ya Dadd, Ma" Ano meninggalkan kamarnya dan mencari keberadaan Thalia dan Ale.


Sedangkan Serra yang belum beranjak sedikitpun dari tempat tidur Paman Yoda. menampilkan senyum manis dibibirnya sambil mengingat kejadian dirinya bersama Paman Yoda. betapa nekad dengan semua yang sudah sejauh ini dilakukannya untuk mendapatkan Paman Yoda.


Sedangkan Paman Yoda berada didalam kamar mandi sedang memandang tubuhnya dari pantulan cermin. dengan mengeraskan kedua rahangnya serta mengepalkan tangannya sehingga begitu jelas terlihat urat-urat besar yang menonjol. dengan penuh emosi Paman Yoda memukul dirinya sendiri yang berada dalam pantulan cermin menggunakan tangannya dengan sangat kuat sehingga menjadikan cermin itu menjadi serpihan kecil yang sudah berserakan dilantai bercampur dengan darah yang keluar dari tangan Paman Yoda.


Paman Yoda membiarkan tetesan darah itu bercampur dengan air dan serpihan kaca karena karena itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan perbuatan yang sudah dilakukannya pada Anora, perempuan yang sangat dicintainya melebihi dirinya sendiri.


Setelah satu jam Paman Yoda keluar dari kamar mandi dengan luka di tangan yang cukup parah dan masih sedikit mengeluarkan darah sehingga tercium bau amis oleh penciuman Serrra.


Serra kemudian bangun dari tempat tidurnya dalam keadaan masih polos lalu menghampiri Paman Yoda yang bertelanjang dada dan betapa kagetnya melihat luka sobekan yang terdapat pada tangan Paman Yoda.


" Apa yang terjadi Paman?"Tanya Serra Panik dan meraih tangan Paman Yoda.


" Ini pasti sangat sakit" Tambahnya lagi sambil meniup lukanya Paman Yoda.

__ADS_1


__ADS_2